LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
SAMA-SAMA BELAJAR



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Walau '*capek*' badan tapi Moya tetap kuat untuk mengikuti piknik kali itu. Biar bagaimana pun semua berkumpul karena pernikahannya jadi dia juga nggak mau buang kesempatan berkumpul dengan keluarga besar itu. 



Kebetulan ada beberapa kerabat yang akan pulang besok hari Minggu. Karena mereka hanya ambil izin hari Jumat saja. Jadi hari Senin sudah masuk kerja kembali.



Harry termasuk yang seperti itu hanya mengambil libur Jumat saja. Harry akan pulang besok hari Minggu sore.



"Minum kita habis ya Bang?"



"Habis lah Yank, kamu kan tahu tadi Abang yang minum juice itu terakhir." Ucap Dava.



"Beli dong Bang, haus banget nih," rengek Mora.



"Lebih baik minum yang ada,  air mineral aja ya?  Takutnya kamu alergi sama pemanisnya." Larang Dava.



"Aku pengen yang dingin Bang."



"Air yang biasa aja Yank, yang ada di bus aja."



"Hausnya sekarang nungguin nanti ambil minum di bus Bang? Tega?"



"Ya udah Abang beli tapi yang nggak dingin banget," kata Dava mengalah.


\*\*\*



"Kuat Yah?" tanya Aqiel.



Aqiel,  Arya dan Abbie memang memanggil Harry dengan panggilan ayah juga seperti Amora anak kandung Harry.



Begitu pun panggilan ke Leo mereka juga tetap manggil Om Leo tapi kalau ke Steve tetap manggil papa.



"Kuatlah. Masa kalah sama kamu," balas Harry.



"Serius Ayah kuat?" goda  Aqiel.



"Iya kuat, kalau nggak kuat nanti Aqiel gendong ya?"



"Ih kebalik. Ayah yang harus gendong aku," jawab Aqiel.



"Yaaah,  Ayah nggak kuat kalau gendong kamu."



"Ayah mah cemen," ledek Aqiel lagi.



"Makanya kamu gendong Ayah dong kalau Ayah cemen," Harry membalas godaan Aqiel.




'*Sekarang semuanya tak akan mungkin aku gapai. Untung aku sempat punya Moya. Aku nggak menyesal punya Amora, walau keberadaannya adalah kesalahanku*.' Harry tersenyum kecil memandang Aqiel.



Anto dan Dini mengawal para eyang yaitu Mami dan Papinya Dini. Sedang Steve dan Sari mengawal mamanya Anto.



Mereka memang berbagi tugas biar bagaimana pun bukan Anto nggak perhatian pada mamanya tapi mami dan Papinya Dini juga butuh perhatian dia dan Dini.



Anto dan Dini sudah memberitahu pada mamanya kalau dia tidak akan mendampingi mamanya.


\*\*\*



"Abang kita mau ajak makan semuanya di mana?"



"Abang lagi search, daerah sini makan yang enak dan nyaman di sini di mana." Dava sedang memperhatikan ponselnya.



"Jangan asal enak tapi tempatnya nggak nyaman karena ada yang bawa anak-anak juga termasuk Aqiel, terus juga anaknya tante Vionne, anak om Leo kan masih kecil-kecil jadi harus yang enak buat tempat mereka main tapi juga enak makan buat yang dewasa."



"Iya Abang makanya, biar kita yang bayar aja ya. Aku ada uang kok kalau Abang nggak mau keluarin dana. Jangan bebanin lagi ke Daddy."



"Biar ini aku yang bayar."



"Abang sudah transfer ke rekeningmu uang belanja. Pakai uang itu ya," kata Dava.



Memang saat akan persiapan membeli baju-baju akad nikah kemarin Dava minta nomor rekening Moya sehingga dia dengan mudah memberi uang belanja begitu telah resmi menikah.



"Oh ya? Kapan Abang transfernya?"



"Tadi pagi. Gunakan aja semua untuk acara hari ini. Kita pakai itu. Abang akan tambahin kalau kurang. Kalau lebih ya biarin aja."



"Uang bulananmu udah Abang transfer tadi malam."



"Yang tadi malam aku sudah tahu Abang."



"Iyalah udah jadi istri kan harus diberi uang nafkah itu wajib hukumnya."



"Ya aku udah terima tadi malam, aku udah cek tapi aku lupa ngomong aja ke Abang. Habis Abang sih bikin pelajaran pertama."



"Namanya kita belajar sama-sama, bukan Abang yang bikin pelajaran pertama tapi kita sama-sama belajar," kata Dava.



"Berarti kita sama-sama belajar ya Bang. Jadi nggak ada yang dosen nggak ada yang mahasiswa?"



"Enggak. Kita sama-sama apa namanya tuh? Bingung Abang ngomongnya. Tahulah pokoknya gitu," kata Dava. Mereka pun tertawa bersama.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA



Bagi semua readers setia yang merayakannya, yanktie mengucapkan mohon maaf lahir batin.