LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
TUNANGAN?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Anda sudah ditunggu tunangan anda di kantor syahbandar. Tidak saya sangka dia bisa menembus kantor syahbandar dengan mudah. Umumnya sulit bicara dengan beliau bila untuk urusan personal!" Kapten kapal langsung memberitahu Amora bahwa dia sudah ditunggu oleh tunangannya di kantor Syahbandar.



Amora tentu senang bawa Dava berhasil menemukannya. 



"Tunangan? Memang kamu sudah tunangan? Siapa orang itu?" Tanya Bayu yang jadi kelihatan bodoh. Padahal dia mahasiswa berprestasi. Tapi saat ini jadi terlihat bodoh.



"Ya aku telah bertunangan dan aku akan segera menikah," jawab Amora tanpa ragu.



Amora kesal pada Bayu karena saat Bayu mengikuti mobil penculik kenapa dia nggak ngabarin yang lain? Kenapa Bayu diem aja? 



Amora kesal karena Bayu mau jadi pahlawan tunggal.



Kalau saat itu Bayu langsung hubungi temen-temennya kan aman. Enggak seperti ini. Itu yang bikin Amora keqi sekali pada Bayu.



\*\*\*



Amora orang langsung berlari memeluk Dava.



"Terima kasih Bang. Abang selamatin aku," Amora memeluk Dava erat tanpa ragu. Padahal selama ini menggandeng tangannya saja tak pernah.



"Itu sudah kewajibanku kan?" bisik Dava, dia memeluk perempuan yang telah membuatnya jungkir balik dua hari ini.



"Kewajiban sebagai calon Imamku," kata Amora dengan percaya diri.



"Pasti. Aku memang calon imammu dunia akhirat." Tanpa ragu Dava mengatakan itu. Anto saja di kantor polisi mengakui dia adalah calon suami Amora.



"I love you calon imamku," bisik Amora tanpa ragu. Dia sudah merasakan kebutuhan akan kehadiran sosok Dava ketika dua hari tak bisa mendengar kabar Dava.



Amora tak mau lagi merasakan "kehilangan". Cukup dua hari kemarin dia merasakan jiwanya kosong karena tak ada Dava disisinya.



\*\*\*



"Princess, kamu selamat Nak?" Anto menerima panggilan dari nomor Moya.



 Saat itu Dava sedang mengurus berkas dengan syahbandar dan kapten kapal.



Yang dihubungi Amora memang nomor daddynya lebih dulu. Dia yakin mommynya berada disebelah sang kekasih hati itu.



"Aku selamat Dadd. Ceritanya nanti ya. Mana Mommy?" Tanya Amora.



"Yes Mbak," sahut Dini. Dini tak berani merebut telepon Anto walau dia sangat ingin bicara dengan putrinya itu.



"Mommy tenang ya. Mbak baik-baik aja. Sekarang Mommy dahar dulu. Salam buat semua. Nanti Mbak ceritaannya. Sekarang masih urus-urus surat. Mbak juga mau telepon ayah dulu. Love you Mom," Amora menyempatkan bicara dulu dengan kedua orang tuanya yang pasti ingin mendengar suaranya.



Dava memberi surat-surat pada Syahbandar dan kapten kapal. Dia membayar ongkos dan denda tiket pada kapten kapal karena Amora adalah penumpang gelap tanpa tiket.



Cukup lama urusan surat-menyurat di sana dengan Syahbandar dan kapten kapal. Syahbandar Kumai juga langsung menghubungi syahbandar Tanjung Perak melaporkan bahwa gadis yang dicari dari Jogja sudah ditemukan.



Syahbandar dan kapten kapal juga membuat surat resmi untuk polisi Jogja juga bila diperlukan selama perjalanan. 



Untungnya Dava membawa dompet Amora karena dia merasa identitas asli akan dibutuhkan dalam perjalanan Amora.



Semua harus dilaporkan secara rinci. Itu juga akan berguna untuk laporan kepolisian tentang penculikan para gadis yang akan dipekerjakan sebagai penjaja kepuasan.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1678945552457.jpg)