
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Kapten kapal dan Syahbandar tadi mendata tentang Bayu. Mereka menanyakan apa motivasi Bayu mengikuti Amora.
"Kemarin saya melihat Amora keluar dari ruang kuliahnya menuju parkiran motor. Saya baru akan mendekati Amora. Saat itu saya melihat Amora didekati oleh tiga orang laki-laki dan langsung di bius," cerita Bayu.
"Saya berinisiatif akan mengikuti Amora. Saya ikuti mobil van itu Pak sampai …," kalimat Bayu belum selesai Dava langsung memotong.
"Sebentar Pak. Sebentar" kata Dava.
"Saat Anda melihat Amora di bius, saat Anda melihat Amora di gotong ke mobil van mengapa anda tidak berpikir mencari pertolongan?"
"Kalau saat itu anda teriak, atau lari ke gerbang, mobil van itu bisa dihentikan atau dikejar."
"Anda sendiri saat itu sudah merasa tak sanggup melawan tiga orang penculik Amora kan? Kenapa tidak minta tolong saat masih di parkiran itu?" Dava emosi mendengar Bayu melihat sejak Amora di bius.
"Saya, saya itu maksudnya, saya ingin menolong Amora," terbata Bayu bicara saat dicecar Dava.
"Kamu pikir kamu sendirian bisa melawan tiga orang itu?" kata si kapten kapal.
"Itulah yang saya tidak suka dari dia. Dia ingin jadi pahlawan. Dia ingin menunjukkan bahwa dia berguna buat saya agar saya menerima cintanya," Amora bicara keras sehingga banyak orang di situ menoleh padanya.
Amora keki sekali, untung Dava bisa menolongnya. Kalau Dava tidak bisa melacak keberadaannya, kalau dia sampai dijualkan sebagai pekerja sexx itu semua terjadi karena perbuatan bodoh Bayu.
"Maaf saya salah, maaf," sesal Bayu.
"Kamu terlalu egois," kata Dava.
"Sudah terlihat kan kalau kamu itu memang tidak berguna. Kamu terobsesi pada Amora sampai foto-foto Amora aja ada di kamarmu. Enggak usah berkelit karena saya sudah dapat info itu dari polisi yang masuk ke kamarmu," ujar Dava.
"Jadi Pak saya tidak bersama dia. Sekali lagi saya tekankan saya tidak bersama dia. Saya sendirian," kata Amora.
"Bapak bisa lihat rekaman saat saya kabur dari ELF, dari situ saya sendirian. Tak pernah ada bantuan apa pun dari dia. Dia malah merepotkan saya di kapal karena kapten mengira kami pasangan yang mau kawin lari!" Amora makin kesal ingat di kapal ketika didesak mengakui mereka kabur bareng.
"Jadi urusan tiket dan denda dia juga tanggung jawab dia. Surat-surat saya tidak ada urusan dengan manusia picik seperti dia!" Amora makin keqi pada Bayu mengetahui lelaki itu malah memajang foto-foto dirinya di kamar kos milik lelaki itu.
Kita memang tak bisa melarang seseorang memajang foto siapa pun di kamarnya. Tapi sebagai pemilik tubuh, tentu Amora keqi.
"Dia berbuat apa? Mau nolong bagaimana? Tiga orang di parkiran saja enggak bisa dia atasi. Terlebih saat di pelabuhan Semarang ada lima orang laki-laki. Apa dia berupaya cari bantuan? Enggak kan? Padahal jelas-jelas dia enggak bisa ngelawan lima orang itu. Lalu dia mau ngapain? Dia hanya ngerepotin saya aja kan?"
"Sejak sekarang jangan berharap saya mau kenal mahluk idiot kaya kamu!" kata Amora. Bayu hanya tertunduk.
Bayu memang tak berniat mengabari yang lain karena dia ingin menolong Amora sendirian. Dia ingin menjadi pahlawan tunggal bagi Amora. Padahal kalau dia minta pertolongan dia tetap jadi pahlawan kan? Dasar aja dia picik sehingga merasa ingin jadi pahlawan tunggal.
Sesudah urusan selesai Dava akan membawa Amora ke Pangkalan Bun.
"Pak Dava, boleh saya ikut sampai Pangkalan Bun?" Tanya Bayu.
"Kamu naik taksi sendiri aja. Kamu kan punya uang kamu kan bawa dompet," kata Amora dia tidak mau satu mobil dengan Bayu karena dia sudah tidak respect pada Bayu sama sekali. Tadi Bayu juga membayar semua sendiri. Amora melarang Dava membayari tiket Bayu.
"Maaf bukan saya yang menjawab. Anda dengar sendiri Amora sudah menjawab, jadi saya persilakan Anda cari taksi sendiri," kata Dava.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.
