
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Amora berangkat kuliah seperti biasa menggunakan motornya.
"Jas hujanmu sudah dibawa?" Tanya Dini yang sedang bersiap akan keluar bareng Amora.
Kalau tak ada kegiatan, ketiga jagoan berangkat bareng dengan Anto. Ini memang mereka terapkan agar ada waktu ngobrol dengan sang ayah. Kalau Anto tak bisa makan sopir yang mengantar mereka. Hari ini jagoan diantar ayahnya.
"Sudah Mom," sahut Amora.
"Apa mau diantar pak Pujo aja?" Dini menawarkan Amora untuk diantar oleh sopir mereka. Mobil operasional anak-anak juga tak keluar pagi ini.
"Enggak usah Mom. Mbak berangkat sendiri aja," jawab Amora lalu dia memberi salim pada mommynya dan meluncur ke kampus dengan motornya.
Sampai di kampus Amora langsung menuju kelasnya kelas pertamanya pagi ini adalah MKU sehingga banyak dari fakultas lain yang mengambil bareng dengannya.
"Pagi Moya," sapa Bayu dengan riang.
"Halo Kak. Apa kabar? Kayaknya semangat banget hari ini," balas Amora.
"He he he, Kakak semangat kalau pagi-pagi lihat wajah manismu," rayu Bayu.
Amora tak bereaksi soal itu. Dia memang menulikan telinga bila bicara soal suka.
"Jadwal kuliahmu hari ini penuh?" tanya Bayu. Padahal tanpa bertanya Bayu sudah tau jadwal kuliah yang diikuti Amora.
"Biasa Kak sampai jam 02.00," jawab Amora.
"Sip lah nanti makan siang bareng ya," ajak Bayu.
"Seingat Aku, aku ada janji sih. Tapi ya nanti lihat aja Kak. Aku bahkan bawa bekal hari ini, karena ada janji diskusi saat jam makan siang itu," kata Amora lagi.
Siang nanti Amora memang ada janji diskusi dengan teman-temannya.
Benar saja jam 11.40 Amora sudah ditunggu empat teman yang akan berdiskusi dengannya.
"Jadi kan?" Tanya Shinta.
"Jadilah. Harus selesai hari ini biar lusa makalah sudah jadi dan dia hari berikutnya bisa kita presentasikan," jawab Carla atau yang biasa dipanggil Alla.
"Iya Ayo cepat, jam satu kita masuk lagi." Amora juga tak ingin membuang waktu.
Mereka duduk di bangku taman. Mereka berlima dengan buku dan laptop terbuka. Masing-masing sambil membuka bekal makan siang mereka walau hanya berupa roti.
Kalau sudah diskusi mereka tak punya waktu untuk lari ke kantin.
'*Dia ternyata memang ada janji dengan teman-teman*.' batin Bayu yang melihat keseriusan Amora dan beberapa rekannya.
Ada sepasang mata lain yang melihat keseriusan Amora yang sedang diskusi di kursi taman dan diawasi oleh Bayu.
\*\*\*
Hari ini Dava tak memberi kuliah. Tadi pagi di lampu merah Dava melihat motor Amora mendahului mobilnya saat lampu merah. Amora menyelip disela mobil untuk sampai depan dekat tiang lampu merah agar bisa segera melaju begitu lampu menyala hijau.
'*Jadwalnya makan siang Om*,' sebuah notifikasi masuk dengan nada dering spesial.
Dava setengah tak percaya pemilik nada dering itu mengirim pesan padanya duluan.
'*Tadi Abang ke kampusmu mau ngajak makan siang bareng. Tapi kamu lagi sibuk diskusi di kursi taman dengan empat temanmu. Abang lihat kamu juga bawa bekal. Jadi Abang balik ke kantor lagi*,' jawab Dava.
Sampai tiga jam pesan balasan itu tak juga dibaca!
\*\*\*
"Assalamu'alaykum," Amora masuk rumahnya jam tiga.
"Mbak buatin juice buah naga ya," pinta Amora pada asisten rumah tangganya sebelum masuk ke kamarnya. Dia bergegas mandi dan bersiap salat Ashar yang akan masuk waktu pas saat dia selesai mandi.
Sehabis salat bersama ketiga adiknya Amora membuka ponselnya sambil duduk di ruang televisi. Duduk di lantai beralas karpet tebal dengan juice buah naga dan risol panas di meja lesehan.
Amora membaca pesan dari Dava. Tadi saat makan siang dengan teman-teman yang sedang diskusi Amora jadi inget ada seorang Om yang suka telat makan.
Amora iseng mengirim pesan '*Jadwalnya makan siang Om*.'
Amora tak berharap ada balasan dan lagi dia juga tak pegang ponsel sampai saat ini.
'*Tadi Abang ke kampusmu mau ngajak makan siang bareng. Tapi kamu lagi sibuk diskusi di kursi taman dengan empat temanmu. Abang lihat kamu juga bawa bekal. Jadi Abang balik ke kantor lagi*,'
Jawaban pesan itu baru Amora baca setelah dia tiba di rumah. Lebih dari tiga jam sejak pesan itu masuk.
Tentu saja Amora kaget membaca bahwa Dava datang ke kampusnya.
'*Serius*?' tanya Amora tak percaya.
'*Abang tahu kamu pakai baju apa, duduk di sebelah mana. Mau bikin foto candi kejauhan nanti malah blur. Ponsel Abang kan ponsel jadul*,' Dava tentu bohong. Sekelas Dava koq pakai ponsel jadul.
'*Yang pasti Abang lihat ada stalkermu. Yang mengawasi kamu dari jauh*.' batin Dava.
'*Memang masih di Jogja*?' Amora mengira Dava sudah kembali ke Jakarta.
'*Masih lah Abang kan memang lebih banyak di Jogja daripada di Jakarta*.' balas Dava.
'*Mungkin aku akan memutuskan stay disini bila kamu jadi milikku*,' Dava berandai-andai sendiri.
'*Kamu dimana*?' tanya Dava.
'*Dirumah dari tadi*," jawab Amora.
'*Emang kuliah sampai jam berapa*?'
'*Jam 02.00. Ya udah ya aku takut ganggu orang kerja*.' Amora langsung meletakan ponselnya. Dia menonton serial kartun yang sedang ditonton Aqiel sambil makan risol panas.
Amora tak membaca bahwa Dava mengirim pesan jawaban. '*Enggak kok*.'
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.