
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Setelah dihitung-hitung dengan segala perhitungan njelimet bukan perhitungan secara kejawen atau hal seperti itu.
Mereka bukan yang masih mengikuti perhitungan adat tentang hari baik. Buat semuanya, semua hari adalah hari baik.
Perhitungan njelimet yang mereka lakukan adalah berkaitan yang punya anak sekolah.
Mereka tak mau anaknya membolos terlalu lama. Mereka juga harus hitung cuti, kemudahan mendapat tiket bila yang tak ingin menggunakan kendaraan pribadi. Itu yang mereka sebut njelimet.
Mereka membentuk tim inti. Tidak termasuk Anto, Harry, Rustam, Dini dan Hermiena.
Sengaja kelima orang tua ini dilarang duduk sebagai tim kerja. Para orang tua nanti ke yang akan menentukan waktu akad, waktu acara adat juga waktu resepsi.
Orang tua juga yang menentukan lokasi gedung dan penunjukan WO serta perias.
Pengantin hanya bertugas menentukan thema layout, undangan dan cincin serta souvenir.
Pernikahan akan dilakukan empat bulan dari sekarang.
Seperti Anto dan Dini dulu, akad nikah akan dilakukan hari Jumat dan resepsinya akan dilaksanakan hari Sabtu malam.
Leo menanyakan tentang jumlah undangan yang akan disebar oleh Dava semua dicatat oleh Leo yang terbiasa jadi sekretaris.
Harry masih tak percaya. Ia terus menatap bayi kecilnya yang pertumbuhan awal sudah dia rasakan sejak di perut Dini.
Harry ingat bagaimana Dini berteriak saat akan melahirkan ketika sedang jalan pagi di halaman rumah mertuanya.
Harry melihat slide bagaimana dia mengantar Dini ke rumah sakit saat mau melahirkan Amora semua terlintas di benaknya.
Harry ingat bagaimana dia mulai belajar menggantikan diapersnya Amora. Harry teringat bagaimana dia belajar menggendong Amora saat membuang angin sesudah Amora minum ASI. Tak terasa dia menangis sendiri. Anto yang melihat itu langsung memeluk Harry.
"Gue inget pertama kali dia panggil gue AH sebagai pengganti kata ayah."
"Gue ingat semua kata pertama dari mulutnya dan itu adalah waktu emas yang gue punya. Sesudah itu semuanya hilang karena kelakuan buruk gue."
"Cukup kamu telah mendapat hukuman dari semua kesalahanmu dulu. Kamu udah banyak menderita karena kelakuan lu jadi nggak usah dipikirin itu lagi. Yang penting kedepannya bagaimana kita mendidik anak-anak."
"Untuk para Bapak Ibu Om Tante yang nanti berkepentingan hadir dan terlibat dalam acara ambil ancang-ancang cuti jauh-jauh hari karena kita tahu kalau waktunya tiba belum cuti nanti kasihan Amora dan Dava," saran Rustam.
"Kayaknya itu omongan buat diri sendiri deh," kata Hermien.
"Nah itu yang Ayah maksud kalau Ayah harus ngambil cuti tahunan agar Ayah bersiap. Ayah tuh ngomong buat diri sendiri," jawab Rustam.
\*\*\*
"Kita pulang bareng nggak," tanya Dava.
"Aku ikut Daddy lah. Abang tanya Daddy aja kalau mau pulang bareng," Amora menegaskan dia akan tetap bareng keluarganya.
"Enggak sih Abang masih punya kerjaan di sini Abang paling cepet balik ke Jogja itu seminggu lagi."
"Oh ya udah.Kalau belum selesai semuanya nggak usah buru-buru. Belum ngajar kan?"
"Kalau ngajar kapan dimulai kan kamu tahu kapan mulai kuliah," balas Dava.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED ya.
