LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
MEREKA TAK PERNAH TERGANTI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Harry tak percaya dia akan segera menjadi Opa. Walau kehamilan Moya baru hitungan minggu dan belum periksa ke dokter kandungan secara resmi tapi dia sudah yakin Amora pasti hamil.



"Kamu nggak ingin cari Oma buat cucumu kelak?" tanya Steve pada sahabatnya.



"Lu tahu kan sejak dulu cinta gue buat siapa. Hanya dia dan untuk dia nggak akan pernah ada orang lain lagi." Ucap Harry serius. 



Pada saat mereka memang hanya berdua di lobby hotel tak ada Leo mau pun Anto.



"Gue inget perjuangan lo dapetin Dini memang penuh liku. Kalau dulu elo enggak salah langkah tentu sekarang elo punya banyak anak sama dia." Steve menyesalkan kebodohan sahabatnya dalam bertindak.



"Yang gua sesalin itu gua terlalu lemah terhadap mama. Gue terlalu termakan dengan doktrin surga itu di bawah kaki mama dan tak boleh satu kali pun membuat mama sedih atau terluka."



"Tanpa ada penjelasan mama bagaimana yang bisa membuat ada surga di kakinya. Kalau mama yang bunuh anaknya, mama yang ngirim anaknya ke prostitusi dan sebagainya mungkin ada nggak surga di kakinya?"



"Dan untuk mama gue, gue enggak ngerti apakah ada surga di bawah telapak kakinya karena dia lebih suka gue samen leven atau kumpul kebo atau hidup bersama tanpa nikah atau cohabiting dengan perempuan pilihannya daripada gue punya istri sah yang resmi secara agama dan negara."



"Apa ada surga dikaki seorang ibu yang membolehkan anaknya zina yang penting dengan pilihannya bukan dengan orang yang dia anggap enggak bener?"



"Karena selalu dibawah tekanannya akhirnya gue lari ke hal yang ngerugiin diri gue dan anak bini gue. Kesalahan gue disitu. Lari ke hal yang enggak bener!"



"Gue ngerti kesalahan itu,  karena itu gue tidak mau lagi berbuat salah dengan siapa pun. Biarlah gue sendiri dan gue yakin Moya tetap tahu bahwa gue cinta dia dan mamanya tanpa tergantikan."



"Gue enggak mau Moya merasa enggak dianggap penting karena gue punya istri dan anak yang lain."



"Kalau sampai gue nikah lagi, maka istri dan anak gue berikutnya pasti benci ama gue, karena cinta gue cuma buat Dini dan Moya."



"Ya Moya tahu elo cinta dia tapi elo nggak pernah mengekspresikan.  Seharusnya itu elo mengekspresikan sehingga dia tidak salah duga."



"Gue tahu dia seperti Dini, mereka tahu apa yang gue berikan walau hanya dengan tatapan mata," kata Harry.



Harry dan Steve menjalin persahabatan bukan  baru sejak terkait dalam persaudaraan tapi sejak SMP. Steve kenal Leo karena sering main ke rumah Harry.



Steve akrab dengan Leo serta Anto sejak mereka terlibat kegiatan basket bersama Dini juga.



Saat itu Dini dan Anto masih SMA sedang Steve dan Leo serta Harry sudah kuliah.



"Gue berharap Moya bahagia," doa Harry tulus buat putri tunggalnya itu.




"Dava itu sama seperti elo,  sama seperti Robby dan pastinya sama seperti Anto, yang cuma punya satu perempuan dalam hidupnya. Kalau tidak ada yang menjebak, pasti akan selamat sampai disisa hidup mereka."



"Dava tidak seperti gue yang sudah pernah beberapa kali jatuh cinta sebelum akhirnya kepentok sama cintanya anak bau kencur seperti  Sari."



"Iya dan sedihnya gue, Robby dan Anto itu terpikat pada satu perempuan yang sama. Walau gue pernah punya kesempatan memiliki tubuhnya,  tapi hatinya Dini enggak pernah ada buat gue!"



"Gue tahu itu, hatinya Dini sejak awalnya hanya buat Anto. Cinta mereka tulus sejak SMP," kata Harry memastikan.



"Bukan berarti selama gue menikah dengan Dini dia masih memikirkan Anto,  enggak!"



"Saat hari pertama Dini menikah, Dini langsung mengubur nama Anto jauh-jauh sangat jauh.  Bahkan dia nggak berusaha nyari Anto setiap ada kesulitan. Padahal kita tahu, semua masalah selalu mereka diskusiin."



"Mungkin perempuan lain akan cari Anto untuk berkeluh kesah, tapi tidak dengan Dini. Gue tahu itu, Dini nggak pernah berselingkuh baik dalam hati mau pun dengan badannya."



"Dia bertemu Anto sejak gue di penjara sejak kalian mengadakan reuni dan gue di penjara itu sebenarnya jauh sebelumnya kita sudah akan cerai."



"Jadi Dini sama sekali nggak pernah selingkuh," kata Harry lagi.



"Gue dan Leo juga pernah tertarik sama Dini,"  kata Steve jujur.



"Tapi kami nggak cinta sih,  cuma memang tertarik aja. Gue tahu Leo punya perasaan itu, tapi ya itu bukan cinta. Hanya kagum pada sosok istimewa seperti Dini," kata Steve.



"Jadi kapan kamu pulang ke Jakarta?"  tanya Steve.



"Besok kan kita check out semua,  lalu gue akan menginap satu hari di rumah Dava sesuai dengan permintaan Moya."



"Sejak datang kan gue nginep di rumahnya Dini."



"Besok habis dari hotel aku ke rumah Dini ambil semua barang, lalu diantar  sopirnya  untuk menuju rumahnya Moya, baru lusa gue pulang ke Jakarta."



"Yang penting kabar-kabarin aja karena kamu di sana sendirian,"  kata Steve.



"Gue aku nggak sendirian. Ada Vionne ada dan Ferryy."



"Oh iya, ada Vionne dan Ferry.  Benar aku lupa soal mereka."


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ