LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
GUE ENGGAK SANGGUP LAGI HIDUP



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



'*Begini rupanya yang mau cooling down*!' Amora melihat jelas Dava sedang kencan dengan seorang wanita dan wanita itu mengusap lembut pipi Dava.



Amora menekan amarahnya, tak ingin mengacaukan kencan Dava.



"Ups, hampir aku ketahuan." Amora segera sembunyi ketika melihat bunda Hermien menghampiri Dava.



"Mien, aku pulang duluan," Amora jelas melihat dan mendengar mommynya pamit. 



'*Mommy pasti kecewa melihat kelakuan abang seperti itu. Untung aku belum jadi menikah dengannya. Kalau aku sudah menikah dan diselingkuhi seperti itu. Aku harus bagaimana*?' batin Amora.



"Mulai sekarang jangan panggil aku Bunda. Aku tak mau punya anak sepertimu!" Amora jelas mendengar keputusan bunda Hermin yang sangat membenci perselingkuhan. Tentu bunda juga terluka ternyata anaknya malah selingkuh.



"Makasih ya Dav," seorang lelaki sepantaran Dava datang menghampiri Dava dan perempuan itu.



'*Aneh. Abang tidak menanggapi perempuan itu atau membalas rasa cintanya. Abang koq kayak enggak kenal. Kenapa ya*?' batin Amora. Dia akan meninggalkan cafe saat dengan jelas mendengar pekik tertahan Dava.



"Lu lebih baik bunuh gue deh Nan!"



"Kenapa?"



"Adek lo bikin calon mertua gue sama nyokap gue ngamuk! Nyokap gue sampe bilang gue bukan anaknya. Adek lo manggil gue Yang sambil ngelus pipi gue. Kalau gue enggak inget kondisi adek lo, gue akan kejar nyokap gue. Tapi gue sadar nyokap gue waras jadi bisa gue kasih pengertian. Enggak kayak ade loe"



"Gue enggak tega ama adek lo kalau gue tinggal lalu dia dimangsa harimau kelaparan karena adek lo langsung sebut sayang ama laki-laki siapa aja!"



"Lebih baik lu kubur gue sekarang deh! Gue udah nggak ada harapan hidup! Gue enggak bisa ngebayangin calon mertua gue kasih tau ke tunangan gue soal kelakuan adek lo!" Amora kaget mendengar Dava bicara gitu.



"Gue lagi dalam  trouble besar gue lagi punya masalah super besar dan adik lu tambah bikin gue terpuruk.  Terima kasih,  terima kasih dan terima kasih."



"Selamat tinggal untuk semuanya gua nggak sanggup lagi hidup!"



"Dav, enggak gitu,  Hei lu jangan putus asa!" Amora melihat lelaki itu tak bisa mengejar Dava karena perempuan yang tadi mengusap lembut pipi Dava memeluknya erat.



"Kita pulang yok. Mas pikir membawamu jalan-jalan akan membuat penyegaran untukmu. Koq malah bikin persoalan baru. Mas akan langsung bawa kamu ke rumah sakit ya. Mas sayang kamu. Tapi Mas enggak bisa jaga kamu 24 jam."




'*Aku mengerti bagaimana kondisimu Bang, andai aku bisa memelukmu*,' Amora berlalu dari sana dan segera kembali ke rumah.



Amora ingin mengetahui sampai kapan mommynya memendam rahasia "perselingkuhan"  Dava. Tapi ternyata mommynya tak pernah cerita kalau belum tahu kepastiannya.



Amora tahu apa yang terjadi saat itu bahwa Dava tak ada hubungan apa pun dengan perempuan yang rupanya tidak waras itu.



Sejak itulah pesan-pesan putus asa Dava masuk seminggu sekali Amora merasa sedih. Bagaimana mungkin lelaki pujaan yang tegar kuat dan perkasa sampai seperti itu.



Amora  tahu Dava benar-benar menepi jauh dari Indonesia karena Dava share lock  ada di Switzerland.



Dava benar-benar menjauh dan itu terjadi selama dua bulan. Setiap salat Amora hanya bisa berdoa semoga Dava kuat bertahan dan tidak putus asa untuk bunuh diri atau lari ke perempuan lain,  perempuan malam atau juga ke minuman.



Tapi Amora yakin Dava tidak akan melakukan itu dia olahragawan sejati, bukan seperti ayah Harry.



Sayangnya Amora tak pernah merespon semua pesan Dava. Andai dia merespon tentu Dava akan segera pulang.



Dua pesan terakhir sebelum pertemuan tadi adalah Dava share lock berada di bandara Swiss lalu share lock lagi saat di Bandara SOETTA.  



Sejak itu Dava kembali tak ada pesan apa pun.


\*\*\*



Di lain pihak Amora kesal terhadap desakan Simon. Tapi Amora tak tahu harus cerita pada siapa. Karena sejak dia bertindak gegabah memutuskan tak mau menikah dengan Dava, Amora tak bisa lagi berbagi dengan Daddy dan mommynya  seperti dulu.



Amora tak ingin menambah mereka sedih, Amora sadar  sudah melakukan kesalahan fatal yaitu membatalkan pernikahan yang sudah mereka rencanakan. Mommy  dan daddynya terluka karena tindakan sepihak Amora yang tak memberi kesempatan pihak Dava membela diri setidaknya menjelaskan apa yang terjadi.



Kesebalan Amora adalah mendekatnya Simon semakin menjadi hal ini karena mereka sama-sama fokus untuk menjadi pelatih. Mereka sering bertemu di pertemuan coach. Tapi tentu Amora tak akan pernah mau pulang bareng dia selalu bawa motor dan latihan bersama ketiga adiknya.



Bila langsung dari kampus dia bawa motor tapi kalau nggak pasti nebeng mobil adik-adiknya.



Amora tak memberi harapan sedikit pun pada Simon. Karena dia tahu Dava tak pernah berpaling dan tidak salah pada dirinya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA