
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Aku pernah dipaksa sama ibuku. Aku bilang Satu kali ini aja aku nurut begitu kejadian lagi aku udah nggak mau nurut."
"Kamu waktu itu nggak mau nikah sama Harry. Aku mau jadi single parent walau pun hamil. Mami minta demi anakku. Oke aku bilang satu kali ini aja. Jadi waktu mamanya Harry nyuruh Harry balik lagi sama pacarnya yang kumpul kebo itu, aku kabur."
"Dan di situ aku berontak aku bilang cukup satu kali aku diatur. Aku tentuin langkah lalu aku urus surat cerai."
"Aku pikir kamu bisa bantu nanganin kasus ini," ujar Hermien.
"Aku nyesal enggak bisa ubah pikiran Moya, Mien. Dia enggak seperti aku yang mau toleransi ama orang."
"Kemarin Moya sampe ngomong gini waktu dinasehatin sama daddynya : *kenapa aku harus pikir panjang kalau dua keluarga kita ini pisah, kenapa aku harus pikir panjang orang tua malu karena sudah gembar gembor mau nikahin kami? ke mana otaknya Dava? Kenapa dia nggak pikir panjang waktu mau bohongin aku*?"
"Lalu aku harus bilang apa Mien? Dia anak kecil disuruh pikir panjang Dava yang sudah S2 nggak berpikir panjang waktu bertindak."
"Bukan aku ngebeberin kesalahan anakmu enggak. Tapi itu pemikiran dari Moya."
"Moya yang bilang begitu Aku disuruh pikir panjang sedangkan dia yang sudah S2 enggak mikir panjang."
"Sekarang terserah kamu deh mau bilang aku jahat karena enggak mau ngebantu terserah," kata Dini.
"Aku juga nggak tahu apa yang mau dibikin sama dia sampai dia bisa cari alibi seperti itu." ujar Hermien dengan nada penuh penyesalan.
"Itu jelas kebohongan yang harus ditopang dengan kebohongan lainnya. Pokoknya kalau ngebahas kebohongan itu nggak akan pernah selesai.
"Aku ngerti kok," sesal Hermien.
"Dava naif dia nggak merasa itu kesalahan jadi kita ya memang kebentur di tengah," ucap Hermien lagi.
"Nah itulah aku bilang makanya aku nggak pernah mau cerita ke siapa pun. Banyak kepala, mereka kan punya pemikiran beda-beda. Belum tentu mereka satu persepsi seperti kita, bila beda kan nanti malah berantem."
"Kalau sekarang nih, kalau ya Mien, kalau sekarang kamu melihat anakmu sedang pacaran dengan orang lain gimana?" Tanya Dini pelan.
"Aku nggak yakin sih dia punya perempuan lain. Tapi pasti aku enggak akan setujui! Enggak akan. Lebih baik aku enggak punya anak daripada anak satu bikin aku sakit kepala," sahut Hermin.
"Coba kamu nengok ke belakang," Hermien menengok ke belakang dan dia kaget melihat Dava duduk berdua dengan seorang perempuan dan perempuan itu sedang mengusap wajah putranya.
Tanpa ragu Hermien langsung mendatangi Dava dan perempuan itu. Dia hanya berdiri memandang keduanya. Dava kaget luar biasa, karena tangan perempuan itu masih berada di pipinya dia juga lihat ada Dini di sana.
"Aku pulang duluan ya Mien," tanpa menunggu jawaban Hermien Dini langsung pamit meninggalkan cafe itu.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN