
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Udah ah aku mau mandi," kata Amora.
"Ya udah sana," Dava mengecup kening istrinya. Dava keluar kamar lebih dulu dari Amora.
Amora bergegas masuk ke kamar mandi. Dia langsung menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi begitu pintu dia tutup dari dalam.
'*Rasanya seperti terbang di awang-awang aku nggak ngebayangin kayak gitu rasanya*,' batin Amora.
"Aku nggak bisa ngebayangin koq gitu ya rasanya," katanya sambil menggeleng-geleng merasakan dan mengingat kejadian yang baru saja dialami, dicium suaminya sendiri.
"Aduh gimana ya kalau malam ini Abang minta jatah Aku nggak ngerti nih," Amora bicara lirih. Dia malah tak membuka baju untuk mandi. Amora masih membayangkan kejadian barusan.
"Biarin aja lah. Let it happen. Aku takut, aku banyak baca katanya sakit. Tapi banyak baca juga katanya syahdu dan banyak tuh yang maniak sama begituan."
"Aneh tapi aku suka cara Abang menciumku tadi. Ah aku jadi bingung," kata Amora. Dia terus saja galau muter-muter dengan pikirannya tanpa cepet mandi.
\*\*\*
"Mana Moya Bang?" tanya Hermien.
"Lho? Belum keluar? Aku malah nggak tahu. Aku dari tadi mandi terus langsung keluar Bun." Jawqb Dava.
"Lo gimana sih kamu?" Tegur Dini
"Mana aku tahu. Aku kan tadi masuk ke kamar lalu langsung mandi terus keluar lagi," balas Dava.
"Oalah kirain Moya sama kamu di kamar," Dini bingung Moya tak juga keluar. Tadi dia mau masuk kamar tak enak. Takut ganggu pengantin baru.
"Enggak, aku dari tadi di sini sama daddy dan ayah." Balas Dava.
"Coba kamu lihat sana," Hermien menyuruh anaknya.
"Bunda aja lah," kata Dava. Dia nggak enak pasti Moya masih memikirkan LESSON ONE tadi. Padahal Dava juga deg-degan karena itu pengalaman pertama buat pak dosen.
Orang mengira jam terbang pak dosen sudah tinggi. Padahal dia belum pernah melakukannya. Sok pintar aja deh tuh pak dosen.
"YaMom, masuk. Enggak di kunci." Seru Moya mendengar namanya dipanghil sang ibunda tercinta.
"Kamu dari tadi ngapain enggak keluar-keluar?" Dini melihat Moya sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
"Mommy tahu kan bersihin wajah kan lama Mom. Memang cepet pakai riasan gitu? Rambut juga harus pakai air hangat berkali-kali baru bisa hilang hairspray nya."
"Mommy dan bundamu bingung aja dari tadi kamu nggak keluar-keluar."
"Ya Allah Mom, kayak ngapain aja lihat nih rambutnya masih berantakan begini. Mana riasannya tebal banget kan tadi dasarnya jadi kan ngapusnya susah Mam harus hati-hati dan cermat kalau nggak nanti rusak kulitku."
"Cepet keluar ya. Kita mau ngeteh sore."
"Ya Mom, sebentar ini keringin rambut dulu," Moya menyelesaikan mengeringkan rambut dan merapikan semua peralatan riasnya.
Cemilan sore itu cemilannya adalah baozi atau bakpao.
Dari pihak catering baozi kali ini dibikin sangat kecil-kecil jadi satu buah itu satu kali gigitan.
Dini memesan tiga varian isi yaitu isi daging ayam, kacang hijau dan coklat.
Mudah membedakan isinya karena dari bentuknya sudah dibuat beda oleh cateringnya.
Karena satu buah baozi berukuran satu suap maka orang nggak repot-repot ngambilnya. Bahkan kalau yang terbiasa makannya pakai sumpit.
Amora mengambil piring kecil untuk Dava Abang mau yang isi apa?"
"Abang sukanya cuma yang ayam kalau yang coklat dan kacang hijau manis nggak nggak terlalu suka," kata Dava.
Amora mengambilkan 4 baozi isi ayam dan secangkir teh panas untuk Dava.
"Ini Bang."
"Makasih ya."
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND