
DAri SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Tante, ini ada link tentang Olivia. Atau kalau mau cari berita lain juga bisa tinggal tulis nama lengkap dia. Akan keluar banyak berita yang bisa Tante pilih," seorang keponakan Diane mengajarkan Diane mencari info tentang putrinya.
Diane pun mencoba mencari, ternyata dia tak sengaja melihat Hermiena dan Dava sedang mengadakan jumpa pers.
Diane terperangah melihat pengakuan Dava melalui pengacaranya yang mengakui tak pernah mencintai Olivia sama sekali.
Diane memang tahu hal itu. Tapi tak pernah membayangkan semua akan diungkap Dava.
Diane juga mendengar kalau Hermiena mencarinya karena banyak orang yang menghubunginya ingin tahu kejelasan tentang hubungan Dava dan Olivia.
Dan yang Diane tak bisa bayangkan adalah reaksi keluarga Davis yang didatangi wartawan berkaitan dengan kelakuan putrinya.
"Aku semakin ditenggelamkan di lumpur oleh Olivia. Tak aku sangka aku memanen hal ini dari putri yang sangat aku jaga." Keluh Diane melihat tayangan itu.
\*\*\*
Amora melihat tayangan infotainment yang menampilkan konferensi pers dari Dava. Dia melihat di ponselnya. Bukan di televisi ruang tengah.
"Ternyata Abang aku ganteng," puji Amora dalam hatinya melihat sosok calon imam nya ada di televisi walau dia melihat bukan di televisi.
Amora baru tahu bahwa Dava bukan cuma satu kali ini diwawancara. Karena pada saat namanya ditulis sebagai kata kunci di pencaharian, banyak berita tentang dia.
"Wooow dia ternyata sering jadi bahan berkaitan dengan prestasi sebagai pengusaha muda."
Amora juga melihat bahwa selama ini tak ada berita terkait Dava dengan perempuan lain atau berita miring tentang Dava.
Selain berita tentang prestasinya, ada berita tentang pertunangannya dengan Olivia.
Lalu beberapa kali wawancara berkaitan dengan kehadirannya di sebuah acara bersama Olivia. Tapi tidak pernah ada berita buruknya.
\*\*\*
Sepulang dari konferensi pers Hermiena langsung menuju ke rumahnya Dini.
"Walau enggak ada anak kecil, tapi kasihan lah ayahnya Dava terlalu lama aku tinggal," kilah Hermiena.
"Kemarin kan aku perginya itu ngedadak, begitu tahu Anto menelpon Dava, aku langsung main lari aja. Waktu itu ayahnya Dava belum pulang kerja."
"Terima kasih loh udah ke sini," ujar Dini.
"Ya pasti kesini lah wong yang hilang adalah menantu aku. Masa aku diem aja?" kata Hermiena.
Semua senang mendengar kalimat-kalimat yang Hermiena dan Dini ucapkan. Terlihat jelas Dini dan Hermiena setuju kalau mereka akan berbesan.
"Lamarannya kapan nih?" goda Sari yang kebetulan datang mengantarkan empek-empek yang baru dia beli.
"Sekarang juga berani," kata Dava dengan percaya dirinya.
"Iih Abang apaan sih," jawab Amora sambil mencubit lengan Dava.
"Insya Allah dua bulan lagi aku dan ayahnya Dava ke sini, akan melamar Amora secara resmi. Soal nanti kapan dilaksanakan pernikahannya entah 1 tahun lagi, 3 tahun lagi atau langsung menikah, monggo."
"Yang penting anak aku nggak deg-degan kehilangan kekasihnya," kata Hermiena.
"Oke kami tunggu infonya. Kasih tahu aja jauh-jauh hari agar kami bisa potong gajah atau bikin sate semut," canda Dini.
Tanpa menolak Dava hanya tersenyum simpul dan Amora kembali orang mencubit perutnya Dava.
"Lihat tuh anakku. Waktu aku suruh tunangan sama Olivia, mukanya seperti lap pel enggak dibilas. Sekarang aku bilang mau ngelamar Amora dua bulan lagi mukanya seperti bulan purnama," goda Hermiena.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
