
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Maksudmu apa?" kata Anto.
"Amora marah dan dia mutusin hubungan sama Dava. Dia nggak akan nikah sama Dava. Lebih baik kamu kesini karena aku nggak bisa cerita di telepon. Ini bukan masalah yang bisa kita bahas lewat telepon dan jangan satu kali pun Mas kasih tahu di mana Amora berada, kalau Mas nggak ingin anak Mas pergi selamanya."
"Kalau Dava tanya, Mas harus diam jangan bicara seakan Mas sudah tau soal keributan ini. Bertindaklah seakan enggak tahu apa pun dulu."
"Tolong kasih tahu Dini. Aku nggak bisa telepon lama-lama karena kondisiku kayak gini aku tunggu di bengkel."
Baru selesai Steve bicara, telepon dari Dava masuk.
"Kenapa Bang?" Tanya Anto.
"Daddy tahu Amor kemana?"
"Lho? Daddy di kantor, mana tahu. Dia juga enggak hubungi Daddy."
"Oh oke deh makasih Aku tadi barusan nyari Amor tapi belum ketemu. Dan aku enggak bisa hubungi ponselnya." Jawab Dava.
"Loh kamu katanya lagi di Jakarta?"
"Baru balik Dadd," balas Dava.
"Daddy masih kerja. Kamu kesini kalau nggak percaya," jelas Anto sambil berjalan ke mobilnya.
"Enggak Dadd. Terima kasih ya Dadd," Dava pun memutus pembicaraan.
'*Momm, ke bengkelnya Steve sekarang. Enggak usah jawab apa pun kalau Dava tanya*.' Anto tak berani nelpon takutnya Dini masih memberi kuliah.
Dini baru mau ganti jam mata kuliah kaget membaca pesan Anto.
Tanpa buang waktu Dini langsung memberi materi untuk kelas berikutnya lalu dia tinggalkan.
"Maaf saya lagi ada keperluan." Begitu pamit Dini.
Di bengkel Steve Dini melihat mobilnya Amora dan mobilnya Anto.
"Ada apa ya?" kata Dini bingung.
"Nanti ya Mas, tungguin Dini biar jelas ceritanya nggak dua kali cerita," Steve meminta Anto sabar karena Amora sedang ada di kamar istirahatnya Sari.
Setelah anak-anak sekolah memang kamar itu tidak jadi kamar balita lagi.
Dulu Sari mempunyai kamar di situ karena dia bawa anak-anaknya kerja sejak jamannya Adisty bayi.
Adhisty adalah putri pertamanya Steve dan Sari. Cek cerita seru papie Steve dan mamie Sari di novel KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

\*\*\*
"Ada apa?" kata Dini.
Sari langsung memberikan jus yang memang sudah dia pesan sebelum Dini datang.
"Kenapa?" kata Dini keras.
"Please jangan teriak. Aku akan cerita sesuai dengan apa yang aku dengar."
"Amora bilang dia mau ke Beringharjo ke toko buku loak di belakang taman pintar, saat itu dia lihat mobilnya Dava. Amora bilang mau diikutin tapi nggak enak nggak diikutin kok penasaran akhirnya Amora telepon : *abang di mana? Dava jawab di kantor*!"
"Di situlah Moya merasa terinjak! Dia merasa cuma dianggap anak kecil yang bisa ditipu. Dia marah lalu dia langsung bilang ke Dava *kita putus! Saya tidak mau menikah sama kamu karena kamu bohong! Kamu ada di depan mobilku*!"
"Lalu Moya langsung ke sini."
"Ya ampun!" Dini kaget mendengar berita ini.
"Kita juga belum tahu kan versinya Dava," ujar Steve.
"Tapi itu memang sudah kesalahan besar," kata Sari yang memang masih emosional seeprti saat muda dulu.
"Papie tahu itu bohong tapi kan kita harus tahu alasan kebohongan itu dibuat," Steve berasumsi seperti itu.
"Kebohongan atas dasar apa pun tetap kebohongan," kata Dini.
"Satu kebohongan nanti akan ditopang oleh kebohongan lain. Aku nggak tolerir apa pun alasan kebohongan!"
"Berarti pernikahan batal?" Tanya Sari.
"Enggak apa apa batal dari pada anak aku dianggap anak kecil," kata Dini.
"Harusnya kamu nggak emosional Mom, sabar," bujuk Anto.
"Aku bukan nggak sabar tapi suatu kesalahan besar kalau kebohongan itu dimerngerti."
"Aku pernah bilang ke Harry satu kali dia bohong pasti selanjutnya akan bohong, dan BOOM, semua kebohongan terbongkar ketika dia ditangkap!"
"Kalian bisa beralasan apa pun kalau kebohongan kecil tak akan berdampak buruk. Tapi tidak bagiku," teriak Dini emosi.
"Itu benar Daddy ngerti, Daddy juga nggak bela Dava cuma kita jangan ikut terbawa emosi," kata Anto.
"Kita harus cari solusi."
"Tidak ada solusi yang bisa diselesaikan, udah putus aja," kata Dini geram.
"Kok jadi kamu yang emosional gitu?" Anto masih berupaya sabar.
"Aku nggak mau dong anak aku diinjak-injak. Dava anggap anak kecil lalu Moya dibodoh-bodohin gitu! Gimana nanti di rumah tangganya kalau Amora tidak menunjukkan powernya? Dia pasti akan diinjak terus seperti itu."
"Aku tidak mau, aku ingat dulu aku pernah diinjak-injak oleh mertuaku dan aku selalu tidak mau mengalah. Sekarang Dava yang menginjak-injak calon istrinya."
"Itu kan kelewatan!"
"Aku diinjak mertua yang bukan Imamku aja aku berontak kok," kata Dini. Cari ceritanya Dini waktu injak-injak mertua di CINTA KECILNYA MAS ya.

***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.