
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Nanti pulangnya sama Mbak aja Mas." Amora memberitahu Arya ketika melihat adiknya telah ada di dojo lebih dulu. Mereka memang tak berangkat bareng karena Arya dari sekolah dan Amora dari kampus.
"Mas sudah bilang kok tadi sama pak Pujo kalau dia nggak usah jemput aku." Jawab Arya.
"Mbak mau ketemu kak Simon tolong cariin dong Dek."
"Kayaknya dia di ruang ganti deh Mbak," Jawab Arya.
"Panggilin dulu sebentar Dek. Mbak juga mau latihan nih," pinta Amora.
"Mau apa sih Mbak?" Arya paling malas bicara dengan Simon kalau tidak soal materi pukulan.
"Mbak mau ngasih tahu tentang pernikahan Mbak hari Jumat depan."
"Oh iya iya iya," Arya langsung semangat begitu tahu Amora akan memberitahu Simon bahwa besok dia akan menikah dengan Dava.
"Eh iya kenapa tumben cari saya, apa ada masalah dengan Arya?" tanya Simon dengan manisnya.
"Enggak ada masalah dengan Arya koq. Saya cuma mau kasih tahu pesan dari Bang Dava aja."
"Kenapa dengan Sensei?" Simon jadi keder mendapat pesan dari Dava lewat orang lain.
"Dia cuma ngundang kamu aja buat hadir di pernikahan kami hari Jumat pagi besok."
"Hari Jumat ya?" Simon ingat saat dengan pedenya dia bilang *ini calon adik ipar saya* pada Dava di Palembang ketika kejurnas kemarin.
"Sekali lagi kamu datang ya karena itu pesan dari Sensei. Dia bilang semoga enggak ada alasan ada kegiatan lain," Amora mengarang bebas menggunakan nama Dava.
"Oh iya saya akan berupaya datang," jawab Simon gugup.
"Mari," Amora langsung ke ruang ganti putri untuk mulai melatih.
Amora juga mengundang semua karateka di dojo itu.
"Saya berharap semua kalau bisa silakan hadir pagi jam 09.00," kata Amora saat latihan akan ditutup.
"Kami akan nikah jam 09.30."
"Kami hadir," kata beberapa orang.
"Ini dengan sensei Dava? Apa karena pertemuan di kejurnas kemarin?" Tanya seorang pelatih senior.
"Benar dengan dia. Tapi bukan karena pertemuan kemarin. Kami tunangan satu minggu sebelum puasa tahun lalu. Seharusnya dua hari sebelum kejurnas kami menikah. Cuma karena kesibukan kejurnas jadi ditunda." Jelas Amora.
"Oh gitu."
"Benar kami sudah menunda enam bulan pernikahan kami."
"Wah hebat, nggak ada yang tahu ya. Karena kan sensei jarang ke sini." Celetuk seorang pelatih.
"Malah belum pernah ke sini kok," jawab yang lain.
"Oh iya bener belum pernah ke sini."
\*\*\*
"Serius dia datang ke kampus?"
"Betul nyariin elo," jawab seorang temannya yang langsung menghubungi Bayu di ponselnya dan ngobrol di group.
"Elo disuruh datang besok hari Jumat pagi Jam 09.30 di rumahnya."
"Kenapa?"
"Dia mau married Bro."
"Ya sama pak dosen yang ternyata juga sama-sama karateka," sahut yang lain.
"Gua lihat ternyata dia Sensei loh. Kemarin dia jadi ketua panitia lomba nasional."
"Bener, gua lihat dia sama Menpora."
"Enggak kaleng-kaleng tuh pak Dava, dosen, ganteng, tajir, CEO, karateka pula ah pokoknya top markotop."
"Moya pakai pelet apa ya bisa dapetin dia?"
"Eh lu kalau ngomong hati-hati ya. Lu bilang begitu didengar orang habis lo ama tu pasangan!"
"Elo sama Moya aja lewat, apa lagi ama pak Dava."
"Yang gue tahu waktu di Kumai mereka udah tunangan lama. Dan yang gua denger-denger yang ngejar tuh pak Dava, bukannya Amora. Jadi pak Dava yang naksir duluan ketika mereka ketemu waktu di pesawat menuju Jakarta." Sahut Bayu. Dia ingat saat syahbandar bilang kirain Amora kabur ama pacarnya ( Bayu ) karena mau kawin lari. Dan Dava cerita dia tergila-gila pada tunangannya itu.
" Wow gila juga tuh anak kecil."
"Mendingan lu jaga deh tuh mulut daripada lu digebrak sama Moya."
"Dikepret sama Bayu yang levelnya jauh dibawah Amora aja lu udah kalah. Lebih-lebih kalau di kepret sama Amora atau lu kena sentil sama sensei Dava langsung masuk ke kubur 7 kali lu," kata teman yang lain.
"Iya lu nggak jaga mulut. Bahaya loh. Kemarin aja Amora kayaknya sengaja deh posting bahwa dia itu pelatih terbaik tingkat nasional."
"Dia pelatih terbaik?"
"Iya dia pelatih terbaik, kemarin dia dapat piagam langsung dari Menpora."
"Wow." kata yang lain.
"Lu nggak lihat di TV?"
"Enggak gua nggak lihat lah berita-berita begituan."
"Pantes lu kudet. Amora itu pelatih terbaik kemarin dapat piagam langsung dari Menpora waktu di Palembang."
"Wah gua kaget deh, bener-bener enggak nyangka."
"Itulah makanya tuh mulut lu sekolahin. Jangan cuma lu duduk di kampus doang tapi itu mulut sama otak nggak lu sekolahin," kata yang lain.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ