LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
MEMANTABKAN HATI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Jadi maunya Abang sekarang kita gimana?" Tantang Amora pada Dava.



'*Ih anak kecil ini bisa nantangin aku*,' kata Dava dalam hatinya.



"Kita dibilang pacaran enggak, karena kita baru kenal tapi kita terikat!" 



"Jadi sekarang kita penjajakan aja, kita kenalan apa yang kamu suka apa yang Abang suka."



"Apa yang kamu nggak suka Apa yang Abang nggak suka."



"Kita kenalan lingkungan. Abang ngenalin semua saudaramu, temanmu dan kamu juga sebaliknya."



"Kamu boleh bilang ke lingkungan kalau Abang hanya sekedar kakakmu atau teman dekatmu, yang pasti semua orang di lingkungan Abang akan mengenal kamu sebagai calon istri Abang!"



"Abang akan ngenalin saudara kamu temen kamu lingkungan kamu berkegiatan kamu juga berkenalan dengan lingkungan Abang. Siapa aja keluarga Abang, komunitas Abang."



"Sementara  itu dulu sih sambil kita terus menyamakan pandangan."



"Banyak perbedaan kita, perbedaan pandangan, perbedaan usia, perbedaan sifat itu banyak. Jadi kita mulai melakukan penyesuaian."



"Enggak usah kamu berubah, karena Abang juga akan susah berubah, tapi ada penyesuaian,"  kata Dava. 



"Terus aku nggak boleh kenal orang, nggak boleh main, nggak boleh ini nggak boleh itu?" tanya Amora. Tentu dia harus tahu semua hal sebelum berketetapan menerima hubungan ini.



"Siapa bilang? Abang dari awal tadi udah bilang kan kamu mau pacaran lagi, mau naksir ama siapa lagi, terserah. Tapi asal kamu tahu kamu punya Abang."



"Udah!"



"Ya itu sama aja kan  aku enggak boleh pacaran wong harus inget kalau aku punya Abang,"  protes Amora.



"Enggak. Abang nggak akan cemburu. Enggak akan ngelarang kamu. Semua terserah kamu."



"Kamu harus tahu, Abang sudah bilang ke orang tua Abang, kalau Abang suka kamu. Abang udah ngomong sama orang tua kamu bahwa Abang nggak main-main."



"Kalau perlu diikat sekarang pun orang tua Abang siap."



Amora diam, dulu saat SMP dia pernah bilang sama Aldo kalau dia ingin cinta yang seperti mommy dan daddy yang selalu setia setiap saat sampai akhir hayat.



Dari tadi Dava sudah bilang dia tak akan pernah berpaling!




'*Apa aku nggak kemuda'an ya? Tapi tolok ukur pemikiran bukan dari usia*.'



'*Buktinya oma, usia sudah cukup tapi main trabas aja soal ayah dan mommy dulu*.'



'*Oma nggak pernah berpikir bahwa ayah kesiksa sama tingkah lakunya padahal Oma kan udah berumur*.'



'*Aku akan berusaha WISE. Aku akan berusaha bijaksana. Aku akan belajar dewasa*.'



'*Buktinya mommy dari zaman baheula dari zaman muda hidup rumah tangga sama ayah dia bisa lebih dewasa dari ayah yang tiga tahun lebih tua*.'



'*Daddy lebih muda dari mommy walau hanya satu bulan sih, bisa lebih dewasa. Berarti benar umur itu bukan tolok ukur kedewasaan*.'



'*Papa Steve sama mama Yai juga jaraknya usianya jauh tapi mereka fine-fine aja. Mama Yai malah lebih dewasa dari papa Steve*.'



"Kenapa bengong? Mikirin perbedaaan umur?" Dava menebak dengan tepat.



"Emang ada patokan umur? Kan kemarin Abang udah bilang gitu."



"Iya udah, aku ngerti. Oke kita akan mulai pengenalan." Tanpa ragu Amora meyakinkan diri akan memulai pengenalan.



"Sampai kapan Abang di Jogja?"



"Kan emang domisili di sini sejak kuliah S1. Ke Jakarta  itu nengok Bunda. Biar nggak buang-buang ongkos ya udah ada kantor juga di sana," kata Dava memperkenalkan lingkungannya.



"Terus sekarang mau pulang kapan ke Jakarta nengok Bunda?" kata Amora.



"Mungkin minggu depan Abang harus pulang dulu,"  Jawab Dava.



"Berapa lama?" Tanya Amora. 



"Mungkin tiga hari atau satu minggu atau mungkin dua minggu tergantung urusan selesai."



"Oke. Yang Abang harus tahu, aku bukan cewek ponsel. Jangan minta cepet balasan pesan kecuali telepon pasti aku angkat, kalau nggak ada di kelas. Karena aku paling males pegang ponsel," kata Amora.



"Sama. Abang lebih senang langsung bicara. Abang akan kirim pesan kalau jawabannya enggak butuh cepat," Dava rupanya sependapat.



"Berarti kita sama soal itu."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.