LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
ORANG TUA YANG HEBAT



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Semua anggota keluarga sudah kumpul di kamar Dini. Ke empat anaknya sejak pagi sudah rapi dan siap berkumpul di kamar sang mommy. 



"Gimana boboknya Qiel" kata Anto pada si bungsu. 



"Enggak ada yang spesial kayak biasanya nggak tidur sendiri aja. Dari dulu kan aku memang nggak dikelonin Daddy sama Mommy." Aqiel menjawab dengan santainya.



"Ha ha ha, kirain malam-malam kamu nangis minta botol susuu," goda Arya.



"Emangnya mas Abbie, tengah malam sering kelaparan," Abbie memang pemamah biak. 



"Kenapa jadi aku yang diseret-seret?" Abbie tentu tak mau jadi tersangka. Semalam dia membawa bekal roti isi daging dan isi keju untuk bekal malamnya. Kalau di rumah dia biasa keluar menuju dapur untuk cari makanan.


\*\*\*



"Abaaang!"  teriak Aqiel lalu dia berlari menghampiri mejanya Dava yang sedang meeting pagi itu dari jam 06.00.



Saat ini sudah jam 07.00 jadi semua sedang serius bicara walau sambil makan.



"Sorry keganggu,  ini adik calon istriku."



"Dedek baru turun?" tanya Dava.



"Iya Abang nginep sini?"



"Iya."



"Kok tadi malam nggak bobo  sama Aqiel?" Protes si kecil.



"Abang ada kamar duluan sebelum kalian datang."



"Adek Ayo ditunggu mommy  dan daddy, nggak boleh ganggu Abang. Kata Mbak Abang lagi meeting."



"Maaf ya Abang aku sarapan dulu sama mommy dan Daddy," pamit Aqiel



"Kalian sarapan dulu nanti kita pergi bareng," jawab Dava.



"Abang ikut?" Aqiel memperlihatkan wajah berbinar.



Aqiel memang paling dekat dengan Dava, dia merasa senang punya kakak laki-laki besar tidak seperti Mas Arya dan Mas Abbie yang dalam pandangannya masih kecil-kecil. Enggak ada sosok jantan pada diri kedua kakaknya itu.



"Ya nanti Abang ikut, sekarang Abang meeting dulu ya, Dedek sama daddy dan momny dulu," bujuk Dava.



"Ya Bang nanti Abang beneran pergi ama aku."



"Iya beneran."



"Sudah ayo," ajak Abbie.



"Beneran mereka datang kesini dari DIY?"




"Mereka juga sudah juara di Jogja cuma belum ikut untuk Kejurnas."



"Oh gitu, saya pikir mereka terjun karena kenal pa Dava."



"Ya enggak lah, saya baru kenal dia satu tahun dia sudah berprestasi gimana sih?"



"Semua karena didikan orang tuanya. Ayo kita lanjut lagi." kata Dava. Lalu mereka kembali melanjutkan evaluasi Kejurnas.


\*\*\*



"Kamu belum cerita bagaimana tadi malam kamu diskusi dengan Abang."



"Kami baik Mom. Tenang aja."



"Apa sudah ada pembicaraan bagaimana kelanjutan hubungan kalian."



"Belum. Aku belum menentukan langkah. Tapi tidaknya kami sudah baik-baik saja."



"Untuk realisasi itu aku belum berani bahas mah nanti ya kalau kami sudah banyak bicara."



"Yang pasti aku dan abang baik-baik saja," kata Amora. Anto hanya mendengarkan dua kekasih hatinya bertukar cerita.



"Mas Abbie beneran udah kenyang?" Tanya Dini.



"Sudah Mom," jawab Abbie.



Saat mereka akan ke kamar Dava menghampiri.



"Kok kamu cepat?" kata Anto.



"Kami dari jam 06.00 sudah mulai briefing Dadd, masa jam segini belum selesai juga, orang cuma evaluasi aja. Nanti hasilnya akan digunakan buat laporan pada saat pembubaran panitia di Jakarta."



"Oh pembubaran di Jakarta?"



"Semuanya di Jakarta Dadd, semua orang pusat kan di Kementerian."



"Siip lah." jawab Anto.



"Hari ini kita mau ke mana?" 



"Daddy udah minta sama orang travel, driver di penyewaan mobilnya harus untuk tahu destinasi wisata di sini."



"Daddy minta mereka antar berurutan jadi tidak ngacak tempatnya." 



"Oh gitu."



"Baiklah, kirain Daddy belum sewa mobil."



"Sudah sewa mobil travel untuk kita semua," jawab Anto.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR