LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
SUNGKEMAN 2



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Kamu tahu keberadaan kamu dalam perut mommy-mu adalah kesalahan Ayah yang terbesar." Harry berkata pelan. Dia ingat perlakuan buruknya pada Dini karena dia sangat terobsesi memiliki Dini yang tak pernah mencintainya sama sekali.



"Tapi kamu anugerah terbesar buat Ayah walau terjadinya karena kesalahan Ayah, tapi itu sebenarnya wujud cinta Ayah pada mommy-mu."



"Maafkan kesalahan ayah terhadap mommy-mu, tapi ketahuilah jika cinta ayah padamu sangat besar."



"Ayah berpesan kuat dan yakinlah akan kekuatan cinta kalian berdua sehingga tak akan ada badai yang bisa  mengaramkan kapalmu."



"Moya akan menjadi nahkoda yang baik sehingga kapalku tidak karam di tengah lautan Yah."



"Restumu tentu sangat aku tunggu," lanjut Amora. Moya tahu ayahnya tak bersalah pada dirinya. Persoalan Harry adalah dengan Dini dan itu sudah selesai sangat lama karena mommy-nya tak pernah menyimpan dendam sama sekali.


\*\*\*



"Belajarlah dari pengalaman. Ayah pernah satu kali berbohong dan terus diikuti kebohongan berikutnya. Kamu pernah satu kali salah dan dimaafkan.  Tak akan ada maaf untuk kedua kalinya."



"Berpikirlah sebelum bertindak jangan menyesal seumur hidup seperti ayah sekarang."



"Ayah berdoa tak akan ada badai untuk kalian di tengah jalan seperti tenggelamnya kapal yang Ayah jalankan."



"Ayah berharap mahligai rumah tanggamu terus berjalan lurus hingga tujuan akhir. Doa Ayah untukmu,"  kata Harry pada Dava.



"Insya Allah Yah, mohon doanya agar aku tidak tergelincir untuk kedua kali," ucap Dava tulus.


\*\*\*



"Bunda pernah salah pada Abang karena Bunda pikir usia Abang sudah cukup tapi tak pernah mau menikah. Tanpa pikir panjang Bunda jodohkan Abang dengan perempuan yang tidak Bunda selidiki kelakuannya karena Bunda pikir pasti kualitasnya bagus karena dia anak sahabat Bunda sendiri."



"Ternyata kelakuan anak tak bisa kita ukur dari kelakuan orang tua atau sebaliknya, kelakuan orang tua belum tentu sama dengan anaknya."



"Bunda enggak tahu ternyata jodoh Abang memang belum waktunya dipertemukan karena usianya masih sangat muda."



"Usia Bunda lebih muda dari kamu ketika menikah dengan ayah, tapi kami selalu bergandeng tangan untuk menerjang badai. Pemikiran kami masih pemikiran anak-anak tapi kami selalu berdiskusi mencari solusi dalam tiap persoalan yang ada. Tak pernah kami mengambil keputusan sendiri sendiri."



"Bunda harap kamu bisa mengimbangi kedewasaan Dava dan selalu menjadi teman seperjuangannya untuk mempertahankan biduk rumah tangga kalian," nasihat Hermien pada calon menantunya.




"Insya Allah," kata Hermien.


\*\*\*



"Abang tahu, Abang adalah anak satu-satunya Ayah dan Bunda. Harapan kami berdua ada padamu karena kedua kakakmu sudah tak ada. Harapan Bunda kamu tak pernah gagal dalam berumah tangga. Berpikirlah dulu sebelum bertindak."



"Pertimbangkan semua langkan dan bicarakan apa pun yang akan kamu lakukan pada istrimu nanti, sehingga tak ada kesalah pahaman lagi.  Jangan seperti kasus di cafe dan kasus di jalanan kemarin terulang lagi."



"Diskusikan semuanya dengan istrimu kelak. Doa Bunda selalu untuk Abang." Hermien mengecup kening Dava.



"Makasih Bun sudah selalu membimbing aku selama ini. Terima kasih Bunda sudah menjadi yang terbaik buat aku. Bimbing kami dalam berumah tangga." Pinta Dava.


\*\*\*



"Saat Ayah menikah dengan bunda usia Ayah tidak sematang Abangmu sekarang."



"Kami berupaya untuk bersikap dewasa sesuai kemampuan kami. Usiamu saat ini juga lebih tua dari usia Bundamu saat kami menikah. Tapi kami bisa mengatasi semua problem dengan dewasa."



"Karena itu Ayah berharap kamu juga bisa bersikap dewasa. Ayah yakin kamu pasti bisa. Kamu adalah anak sulung beda dengan Bunda yang anak bungsu dan mommy-mu juga anak bungsu. Mereka aja bisa apalagi kamu yang terbiasa dewasa."



"Ayah dan Bunda titip satu-satunya anak kami padamu ya Nak," ujar Rustam pada Amora saat calon menantunya itu sungkem.



"Insya Allah aku bisa memenuhi semua harapan Ayah dan bunda. Bimbing dan arahkan kami agar kami bisa berjalan di rel yang lurus ya Yah. Doakan dan restui kami." Balas Moya pada Rustam.


\*\*\*



"Ayah tahu kamu sudah bersikaplah tegas dan ksatria seperti sikapmu sebagai karateka. Berpikir dan bertindaklah dengan bijaksana. Jadilah imam yang terbaik buat keluarga kecilmu nant.  Semoga kamu dan Amora bisa langgeng dalam menghadapi kehidupan nanti. Doa Ayah untukmu."  Rustam memeluk satu-satunya anak yang masih ada karena dua kakak Dava sudah meninggal.



"Terima kasih Yah. Terima kasih telah menjadi yang terbaik untuk aku," kata Dava.



Lalu selanjutnya kedua pasangan itu terus sungkem pada eyang kakung dan eyang putri dari pihak Dini, Anto, Rustam dan Hermien.



Dari Harry sudah tak ada lagi yang akan disungkemi karena kedua orang tuanya telah meninggal.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ