LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
MEREKA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Acara berlangsung meriah dan sukses. Undangan Dava sebagai pengusaha, Dava sebagai dosen dan Dava sebagai tokoh karateka Indonesia tentu  sangat banyak.



Berbaur dengan undangan Anto sebagai banker, undangan Dini sebagai dosen, undangan Rustam sebagai pejabat negara membuat kedua mempelai harus menyiapkan tenaga super ekstra menerima salam dari semua tamu undangan.



"Abang aku lemes," bisik Moya pada Dava.



"Ya udah kamu duduk aja," ucap Dava penuh perhatian. Dia tak ingin istrinya pingsan karena terlalu lelah. Dava langsung mengambilkan teh hangat manis yang dia minta pada seorang pegawainya.yang melintas dekat dengan panggung mempelai.



"Kenapa Moya? Kamu ngapain menantu Bunda?" Tanya Hermien yang panik melihat Dava memberi Moya teh hangat.



"Enggak apa apa, aku terlalu capek aja Bun," jawab Moya.



"Dia terlalu capek aja," kata Dava.



"Abang aku mual kalau minum ginian." Moya tak mau minum teh hangat yang Dava sodorkan.



"Lalu kamu maunya apa?" kata Dava lembut.



"Aku pengen coca-cola." bisik Moya takut. 



"Kamu tahu itu nggak boleh. Kamu tahu itu nggak baik buat kesehatannya." Dava  menjawab dengan sabar.



"Tapi aku kepengen."



"Satu teguk aja ya biar nggak ngiler,"  Dava tak bisa menolak keinginan istrinya kali ini.



"Ya." akhirnya Dava mengambilkan coca cola yang memang disiapkan untuk para tamu.



Dia berikan gelas itu pada Moya dan Moya yang tahu coca cola itu tidak baik buat kesehatan hanya minum satu teguk sebagai penawar rasa  ingin.



"Sudah ya sayang. Cukup ya sayang ya ya," kata Dava.



"Iya aku bisa kok meredam keinginan. Tenang aja aku nggak akan rewel. Aku akan menjaga kesehatan."



"Aku akan jaga kesehatan. Itu tadi kepengen banget."



"Iya sekarang udah kan?" 




"Kamu kuat kan?"



"Aku kuat sampai kita balik ke kamar hotel kok," kata Moya.



Alhamdulillah sampai acara selesai Moya dan Dava berhasil menyelesaikan dengan baik.



\*\*\*



"Alhamdulillah selesai semuanya. Terima kasih ya sayang kalian hebat kuat dari awal sampai akhir," kata Dava sambil mencium kening istrinya dan mengusap perut Moya.



Dava dan Moya memang belum periksa kehamilan. Tapi hari ini sudah tiga hari Moya terlambat menstruasi.



Dava dan Moya juga belum memeriksa dengan testpack karena mereka tak ingin kecewa dan akan berakibat bad mood pada acara resepsi.



Baru besok pagi mereka akan memeriksakan utine Moya dengan menggunakan test pack.



Sejak kemarin Dava sudah membeli cuma belum digunakan. Mereka sudah berencana akan mencoba setelah resepsi.



"Kok kalian Bang? Maksudnya apa?"  tanya Moya.



"Ya kalian lah. Mama dan baby. Berarti kalian kan?" Dava menjelaskan apa yang dia maksud.



"Aku pikir baby-nya dua atau tiga," Moya berharap dia memiliki bayi kembar.



"Ih maunya," goda Dava



"Ya iyalah Bang. biar sekalian satu kali hamil langsung punya banyak."



"Semoga enggak Yank. Kamu masih belajar lalu langsung dapat dua tentu akan repot. Tapi kalau kita diberi kepercayaan seperti bunda dulu, ya Alhamdulillah." Dava tentu tak menolak bila diberi anak kembar.



"Yang penting berapa pun yang nanti ada, kalian semua sehat hingga waktu melahirkan tiba ya Yank."



"Aamiiiin.  Aku juga berharap begitu Pa." Ucap Moya. Dia menyebut Dava dengan PA kependekan dari PAPA karena tadi Dava bilang bayi dan mama harus sehat.



"I like it," Dava mengecup kening istrinya mendengar panggilan yang berbeda dari Moya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ