
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sehabis salat Subuh dan Dava, Anto dan Steve meluncur ke kantor polisi. Leo mengantar Sari dan Risye pulang dulu karena mereka punya balita yang tidak dibawa.
"Ini nomor mobil yang digunakan penculik tapi sudah dilacak nomor itu palsu. Lalu ini nomor mobil berikutnya. Dan ini nomor telepon mahasiswa pengguna mobil itu."
"Sampai saat ini nomor itu tidak bisa kami hubungi Pak," kata Dava.
Steve sejak semalam memang langsung menghubungi teman-teman polisinya untuk membantu mencari Amora. Bahkan beberapa temannya tadi juga sudah menghubungi Kapolres tempat mereka lapor kali ini.
Umumnya polisi tak akan menerima laporan orang hilang bila belum lebih dari 1 x 24 jam.
Tapi karena melihat rekaman CCTV saat Amora diculik maka polisi menerima laporan dari Dava.
"Bapak sebagai apanya?" tanya polisi yang bertugas mencatat laporan kasus kali ini.
"Pelapor adalah calon suami anak saya. Dan saya orang tuanya," tanpa ragu Anto mengatakan siapa Dava buat Amora.
Jati diri Dava dan Anto dicatat oleh Polisim
"Kira-kira dari Bapak berdua siapa yang orang yang dicurigai? Apa Bapak berdua punya musuh?" tanya polisi.
"Saya hanya seorang pegawai jadi nggak punya musuh," jawab Anto cepat.
"Saya pengusaha tapi saya nggak punya musuh. Selama ini nggak ada apa-apa," Dava tak berpikir dia punya musuh.
"Coba Bapak selidiki mobil berikutnya. Pemiliknya ini mengejar cinta keponakan saya. Cuma tidak ditanggapi," Steve mencoba menerka apa peran Bayu yang memgikuti mobil penculik.
"Oke sementara kita fokuskan pada mobil penguntit dulu karena nomor mobil van putih belum.bisa kita lacak," jawab polisi.
"Saya akan mencari data Bayu ke kampus. Saya akan cari data atas nama Bayu, data orang tuanya juga teman-temannya," kata Dava.
"Info lengkapnya kami tunggu di laporan berikutnya Pak Dava. Kami juga akan terus mencari keberadaan Nona Amora," polisi senang Dava akan melengkapi data tentang Bayu.
Anto, Steve dan Dava segera pulang setelah selesai melaporkan tentang Amora secara resmi ke polisi.
Seperti waktu mobilnya hilang dulu, sekarang Steve juga meminta teman-temannya mencari keberadaan keponakannya. Dia mengirim foto terkini Amora teman-temannya.
"Berhenti deh Pa," pinta Dava.
"Itu kita beli nasi gudeg dulu Pa. Ibu-ibu di rumah pasti juga nggak kepikiran bakal masak dan makan."
"Walau si mbok bikin makanan pasti nggak akan bikin mereka makan." Dava meminta Steve beli sarapan.
"Iya kita beli aja buat dibungkus," Anto setuju. Dia yakin Dini tak mau masuk makanan apa pun.
Mereka terus terang semua lemas dan mengantuk karena belum tidur sejak kemarin pagi.
Setelah sarapan Dava memanggil seorang pegawai yang biasa jadi sopirnya untuk menyupiri dirinya.
"Bunda mau pulang atau di sini aja?" tanya Dava dia tak enak bila bundanya nggak kekerasan di rumah ini.
"Enggak Bunda di sini aja nggak apa apa kok," kata Hermiena.
"Tapi Bunda harus istirahat. Mommy juga istirahat Mom, jangan sampai Mommy sakit. Kasihan Amor, kalau Mommy sakit."
"Bener Dava. Mommy dan bu Hermien tidur aja gih." Ucap Anto.
"Kamu juga hati-hati jangan bawa mobil," ucap Dini pada Dava.
"Enggak kok aku manggil Arman suruh bawain mobil buat aku keluar hari ini. Aku pakai mobil Amor aja," Dava memutuskan menggunakan mobil Amora saja.
"Daddy istirahat dulu Dadd," saran Dava.
"Pagi ini Daddy ada meeting, jadi harus kerja hari ini." Anto tak bisa menunda meeting penting pagi ini.
"Kalau begitu Daddy juga pakai sopir," kata Dini.
"Oke," jawab Anto. Dia akan minta sopir anak-anak untuk antar jemput dirinya karena ngantuk bawa kendaraan itu nggak baik.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.
