LOVE FOR AMOR

LOVE FOR AMOR
MENUNGGU DI RUMAHMU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Anto udah nggak bisa ngomong kalau masalah tentang penindasan karena dia tahu banget waktu istrinya tersiksa oleh dominasi dari mamanya Harry.



Dan Dini memang paling tidak suka kebohongan dia terapkan itu pada Harry dan memang bohong sekali besoknya dia akan menutupi kebohongan-kebohongan itu sampai akhirnya terkuak semuanya kalau selama ini Harry banyak bohong pada Dini.



Trauma itu tidak bisa kita kesamping kan. Jadi Dini memang tidak mau kalau Amora di buat keset oleh Dava.



"Tadi Moya udah bilang dia akan tinggal di rumah kami dulu sementara karena dia nggak ingin diteror Dava di rumah kalian," kata Sari.



"Aku sih nggak problem kok ada adik-adiknya di sana. Tapi kalau di rumah aku menurut aku ya percuma , bukan aku nolak tapi pasti Dava juga bisa tahu dong."



"Enaknya gimana nih karena aku yakin lagi panas seperti ini Amora juga percuma bertemu dengan Dava."



"Iya bener percuma dia nginep di rumahmu karena Dava pasti akan nyari ke rumah Leo dan ke rumahmu." Keluh Dini.



"Taruh dia di rumahnya Mbak Rina. Kan ada rumahnya di sini. Rumah mbak Rina kan belum ada yang tahu."



"Kamu sudah tahu Ri?"



"Sudah tahu. Aku sudah pernah datang dan menginap di sana," jawab Sari.



"Ya udah. Taruh dia di sana, Dava belum tahu," kata Dini.



Mbak Rina kakak kandung Anto memang tiga minggu lagi akan kembali  ke Jogja karena suaminya sudah pensiun dan di Tegal sudah selesai tugasnya tinggal serah terima jabatan saja.



"Ya udah untuk sementara seperti itu nanti aku ngomong sama mbak Rina,"  kata Anto lalu sekarang kita tinggal hadapi Dava dan keluarganya.



"Aku maunya semua cooling down. Kita jangan ambil keputusan apa pun. Biarkan mereka yang selesaikan, kita support aja apa pun yang terbaik," kata Anto dengan bijaksana dia tahu pasti ini ada kesalahpahaman.


\*\*\*



Kita lihat dari sisi Dava yuk.



"Adik mu telepon nih," Dava mendengar nada dering milik Amora. Ponsel masih di sakunya dan dia sedang menyetir.



"Kok tahu Bang?" tanya Aldo.



"Kan ringtone-nya beda," jawab Dava.



"Oh ya udah angkat aja,"  jawab Aldo sambil mematikan musik di mobil.



"Iya kenapa Yank?" Tanya Dava. Dia kaget mendapat telepon siang-siang dari Amora. Suatu hal yang tidak pernah tunangannya lakukan sebelum ini.



"Lagi di mana Bang?" Dava mendengar jelas pertanyaan Amora.



"Di kantor Yank," jawab Dava menyembunyikan posisi dia yang sebenarnya.



"Oke Bang kita putus sekarang juga. Tidak akan ada pernikahan!" Dava langsung injak rem. Untung mobil belakang tidak menabraknya karena jarak mereka cukup jauh.




"Maksud kamu apa Yank?" Dava cemas mendengar kata-kata tunangannya itu.



"Aku tahu Abang lagi di depan mobil aku sama Kak Aldo. Aku enggak terima kebohongan. Selamat tinggal dan tak perlu lagi cari aku. Aku orang yang tak pernah terima kebohongan dalam bentuk apa pun!"



"Hallo, Yank. Enggak gitu Yank, nggak gitu! \*\*\*\*!" Dava tak bisa bicara lagi karena sambungan telepon sudah diputus Amora. 



Dava langsung membalik arah menuju ke rumah Anto. tapi telepon sudah ditutup oleh Amora dan ketika dihubungi lagi ponselnya mati.



"Kenapa Bang?" kata Aldo cemas melihat Dava kalap. Dava melihat ke belakang melalui spion tengah nggak ada mobil Amora. 



"Amor lihat kita barusan.  Dia bilang ada di belakang mobil kita dan dia bilang pernikahan kami  batal Karena aku bohong sama dia," keluh Dava.



" Ya ampun," kata Aldo.



"Iya barusan dia bilang gitu." Dava putus asa mengingat kemarahan Amora.



Aldo langsung menghubungi orang yang akan dia temui dengan Dava.



"Sorry tunggu dulu, pertemuan kali ini kayaknya kita pending karena Dava ada masalah," kata Aldo.



"Oke Bro, nggak apa apa," jawab orang itu.



Dava langsung melarikan mobil ke rumah Amora tapi menunggu lama Amora belum tiba juga.



Dava akhirnya menghubungi Anto. Anto bilang masih di kantor dan Amora belum menghubungi.



"Bagaimana nih Do?"



"Jangan hubungi bunda Dini. Takutnya dia lagi ngajar." Aldo melarang Dava menghubungi Dini.



Dava menghubungi Steve tapi sibuk terus.



"Wah papa Steve sibuk terus," keluh Dava.



"Aduh kalau papa Steve jangan ditelepon deh susahnya setengah mati."



"Namanya juga orang marketing," kata Dava.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED ya.



![](contribute/fiction/6577040/markdown/10636434/1680094225577.jpg)