
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Mommy menyesalkan kejadian ini. Tapi semua sudah terjadi." Dini menarik napas yang terasa sangat berat.
"Amora itu tidak waskat kamu 24 jam penuh. Kalau kamu sudah di Jogja secara legal, dalam artian Moya tahu, kamu bisa koq pergi kemana pun. Siang, pagi, bahkan malam Moya enggak ngawasin kamu koq. Kenapa pakai bohong bilang masih di Jakarta? Seakan selama ini kamu terbebani dengan pengawasan yang dia lakukan?"
Dava mengerti kesalahannya. Benar kalau siang kan dia bebas ke mana aja mengaa dia pakai bohong bilang belum sampai Jogja.
"Saya mengerti Mom, Dadd,. semua kesalahan saya. Saya akan menunggu Amor sampai cooling down .Saya menunggu dia mau bicara dengan saya. Semoga aja kami masih berjodoh. Sekarang saya pamit dulu." Ujar Dava dengan lirih.
Anto sebenarnya pengen nahan karena mau beduk magrib tapi dia nggak enak.
" Ya silakan," kata Anto dan Dini .
"Bunda, Om aku ikut Abang karena tas aku dan semuanya ada di rumah Abang." Aldo pun pamit.
"Ya, hati-hati," jawab Dini.
\*\*\*
"Abang aku minta maaf ya, Karena mau kenalin sama orang itu jadi malah bermasalah."
"Enggak kamu nggak salah lah. Yang kepengen ketemu dia kan Abang. Yang ngajakin kamu datang kan Abang, justru Abang harusnya minta maaf karena Abang kamu jadi ketempuan salah dari Amor dan Bundamu."
"Enggàk apa apa kalau bunda nanti pasti bisa kembali cuma kalau Moya yang susah. Dia kalau sudah marah udah nggak ada maaf. Benar-benar beda banget dengan bunda Dini."
"Bunda Dini itu Om Harry nyakitin dia berkali-kali aja sampai sekarang bisa maafin tapi Moya itu ambil sifat dasar Om Harry."
"Om Harry cuma lemah sama mamanya karena ada doktrin surga dibawah telapak kaki ibu, jadi itu aja yang dia pegang apa pun omongan ibu selalu dia iyain akhirnya dia nyungsep sendiri."
"Bayangin aja udah ada Amora tapi dia disuruh sama oma kumpul kebo lagi sama bekas pacarnya yang entah berapa puluh kali ngegugurin sama orang. Mamanya Om Harry enggak suka ke bunda Dini karena dengan bunda Dini, Om Harry kan suka ngebantah"
"Padahal ngebantahnya sih ngebantah baik misalnya kan Oma nyuruh bawa Moya ke rumahnya. Tante Dini bilang nggak karena hujan atau udah malam itu yang bikin oma marah sama Tante Dini makanya nggak suka."
"Padahal gara-gara Tante Dini Om Harry lepas dari narkoba dan dari main perempuan brengsek. Tapi Mamanya kan nggak tahu semua itu. Yang tahu om Leo."
"Aku nggak tahu sampai berapa lama dia mau nerima aku atau paling gak bicara sama aku. Aku berharap kami masih berjodoh kalau aku yakin kami berjodoh," kata Dava.
"Besok kita terusin aja rencana kita yang tertunda hari ini."
"Pada saatnya tiba maharnya Udah ready, kalau pun batal Aku akan buat itu menjadi suatu bentuk tanda cintaku buat Amor."
Dava membenarkan apa yang Dini katakan. Bahwa untuk satu surprise ini dia sudah banyak berbohong. Dia minta pada bundanya agar jangan bilang kalau dia sudah berangkat ke Jogja. Begitu pun Aldo.
Memang dia telah membuat satu langkah yang dia tak sadari kalau itu adalah kesalahan. Dava pasrah. Tapi dia akan berupaya membuat Moya percaya kalau dia serius akan membina rumah tangga yang jujur dengan Amor
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
