Loco

Loco
95 Loco



"Mommy!!!" suara teriakan melengking si kecil Regard berhasil membangunkan seisi rumah keluarga muda Roth.


" Waduh, kita terlambat bangun yang!!" seru Dita yang terbangun dari tidurnya yang nyenyak setelah mendengar suara teriakan putra kecilnya.


Bam!! Bam! Bam!!


Suara pukulan di pintu kamar mereka terdengar begitu keras, bahkan sampai membuat pintu itu bergetar.


Sudah begitu ribut, pria tampan yang tidur tanpa kaoa di samping Dita masih saja terlelap, dan tidak terusik sama sekali dengan suara ribut di luar.


"Sayang bangun!!" teriak Dita sambil menepuk nepuk pipi suaminya, membangunkan beruang besarnya yang masih menikmati dunia mimpi.


" Emm.... sebentar lagi!!" Asher meringkuk dan memeluk bantal dengan erat. Enggan untuk bangun dari tidurnya.


Dita mengusap kedua wajahnya, mereka benar benar terlambat bangun.


" Mommy, Daddy Wake Up!!!" teriak Regard lagi dan...


Bam!! Bam!!. Bam!!


Suara gedoran pintu terdengar begitu keras. Regard sudah mengamuk di depan ruangan mereka. Anak itu sudah sehat, dirawat dua hari di rumah sakit telah memulihkan kondisinya dengan baik.


Dan hari ini dia akan masuk sekolah, tapi ayah dan Ibunya masih tidur di kamar.


"Ma... Paaaa ini udah jam kerja. kenapa kalian masih tidur!? cepat bangun!!!" teriak Regard lagi.


Dita menarik nafas dalam-dalam lalu menatap suaminya yang masih tidur.


" Sayang bangun cepat!!" teriak Dita sambil menarik selimut dan menghempaskan benar itu ke sembarang arah.


" Kalau gak bangun, malam ini tidur di luar!!" ancam Dita.


srak!!!


selimut Asher terbang begitu saja, bahkan banyaknya juga ikut melayang.


Hap!!


Asher langsung bangun dari kasur tanpa bilang apa-apa, lalu berjalan seperti robot, menarik handuk mandi dan dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengatakan apa pun pada Dita.


"Hahah.... dasar genderuwo!" Dita tertawa cekikikan. Wanita itu langsung bergegas ke arah pintu dan membuka pintu kamar mereka.


Tampaklah Regard berdiri sambil berkancah pinggang menatap ibunya yang baru bangun.


Padahal anak itu sudah selesai sarapan, selesai berpakaian sekolah dan siap untuk berangkat bersama Jack.


"Ma, kalian orang dewasa memang sangat mengkhawatirkan, bagaimana kalau Regard tak di sini, kalian tidak kunjung bangun, ckckckckc..... sudah besar tapi masih dibangunin!" Celetuk Regard sambil geleng-geleng kepala menatap Ibunya yang masih acak-acakan.


"Hahaha.... maaf sayang, Mama dan Papa sedikit kelelahan semalam," ucap Dita sambil tersenyum kikuk.


Rasanya dia seperti seorang anak yang diomeli oleh ayahnya.


"Kelelahan apanya,kalian pulang kerja jam 7 malam, tak ada jadwal apa apa setelahnya, lalu setelah makan malam kalian berdua bilang akan tidur tepat pukul 9 malam, rata-rata orang dewasa tidur yang cukup itu 6 sampai 7 Jam, tapi kalian sudah tidur selama sebelas jam jika di hitung dari jam kalian masuk kamar, apakah sebelas jam tidur masih membuat kalian lelah!?" Tutur Regard panjang lebar sampai membuat Dita terdiam sendiri di depan putranya.


Wanita itu tersenyum kikuk, jelas saja mereka kelelahan dan terlambat bangun, pertempuran semalam rasanya tak pernah cukup.


"Jelaskan Mama," ucap Regard lagi sambil memijit kepalanya, dia sudah seperti pengasuh bayi nakal yang susah diatur.


Dita tertawa," Maklum sayang, urusan orang dewasa!" celetuk Dita sambil mengedipkan sebelah matanya.


Regard menunjukkan kepalanya dengan wajah pasrah," kehidupan orang dewasa benar benar tidak teratur. Kalian membuatku pusing, tolong atur jadwal kalian Tuan Papa dan nyonya Mama," ucap anak itu sambil geleng-geleng kepala.


Dita terkekeh, dia duduk berjongkok di hadapan putranya sambil tersenyum dan menggenggam tangan anak itu dengan erat," Terimakasih atas wejangan paginya, selamat pagi pangeranku sayang," ucap Dita.


Regard menghela nafas," Haihh... baiklah, selamat pagi juga nyonya Mama, Regard hanya bisa pasrah melihat kalian berdua," ucap anak itu sambil memeluk ibunya .


Cup!


Satu kecupan selamat pagi mendarat di pipi Dita. Regard tersenyum sambil memeluk erat ibunya.


Regard adalah anak yang sangat teratur. Seluruh jadwalnya sudah tercatat dan direkam di dalam otaknya yang jenius.


Kecerdasan Asher dan Dita memang telah ditransferkan pada anak laki laki yang hebat itu.


"Baiklah sayang, sana pamit pada Papamu dulu," ucap Dita sambil membukakan pintu membiarkan putranya masuk ke kamar mereka.


Regard berjalan mendekati pintu kamar mandi yang tak tertutup dengan rapat.


" Tuan Papa!" Regard melambaikan tangannya dari balik pintu kaca kamar mandi itu.


" Regard berangkat sekolah ya!" seru anak itu tanpa mengintip ke dalam kamar mandi.


TOS!!


Asher menepuk telapak tangan putranya," Selamat belajar pangeran tampan, ingat jadwal kita nanti!" seru Asher yang sedang mandi.


Jari jempol anak itu naik ke atas," Sampai jumpa nanti siang tuan Asher Roth!' seru Regard dengan penuh semangat.


" Hahaha... baiklah tuan muda Regard Roth!" balas Asher.


Anak menggemaskan itu berpamitan dan berangkat ke sekolah bersama Jack yang sudah menunggu di ruang depan.


Dita tertawa cekikikan sambil menutup pintu kamarnya. Putranya memang selalu menjadi alarm pengingat mereka. Sering sekali keduanya terlambat bangun dan Regard yang menggedor-gedor pintu mereka.


"Babe, apa sudah selesai? aku sudah terlambat!' ucap Dita sambil mempersiapkan pakaiannya dan pakaian suaminya.


" Bentar lagi yang, gabung aja sini, biar cepat!!" teriak Asher dari kamar mandi.


" Halaahh modus kau banyak kali Bapaknya Regard. bukannya cepat malah makin lama kita nanti!!" celetuk Dita dengan logat khas Batak Nyang kental.


" Hahahah... nggak deh, janji, biar gak telat!" balas Asher sambil mengeluarkan kepalanya dari balik pintu, rambut masih berbusa sampo.


"Haihh, aku sudah sangat terlambat, baiklah mandi bareng tapi gak ada yang aneh-aneh!" ucap Dita sambil berjalan menuju kamar mandi.


" Janji babe," balas Asher dengan senyuman liciknya.


" Biar aku gosok punggungmu!" ucap Asher.


" Dasar mesum, jangan aneh aneh kamu, kalau gak nanti tidur di luar!" ancam Dita.


" Janji! udah sini cepat, kita terlambat!" balas Asher.


Kedua nya mandi bersama tanpa ada tambahan kegiatan lain. Tentu saja Asher harus menahan hasrat menggebu-gebu dari dalam dirinya.


Keduanya bersiap dengan cepat untuk segera berangkat ke tempat kerja mereka masing-masing.


Saling membantu dan saling memperhatikan satu sama lain sehingga semuanya beres dalam waktu cepat.


"Yang aku naik motor ya!" ucap Dita sambil menyambar helm.


" Oke babe, nanti siang ku jemput!!" seru Asher dengan sandwich yang menggantung di mulut, buru-buru masuk ke dalam mobil dengan semua dokumen di tangannya.


Pagi ini ada rapat dengan grup tuan Smith dan dia sudah terlambat setengah jam!


"Yang aku berangkat!" seru Dita sambil melambaikan tangannya yang dibalas dengan suara klakson mobil Asher.


Dita juga ada rapat dengan tim dari Shanghai dan sudah terlambat 15 menit.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗