
Dua hari yang lalu di acara pernikahan Caca dan Benny.
Aruna tiba di gedung itu ketika pesta belum dilaksanakan. Dia datang sambil membawa beberapa bukti perselingkuhan Caca dan Benny yang sudah lama dia simpan.
Gadis itu berjalan dengan cepat memasuki area pesta. Dia tampil kasual dengan gaun polos dan pita cantik di bagian dadanya.
Berjalan dengan cepat untuk menemui Caca yang mengambil kalung peninggalan sang nenek yang seharusnya tidak boleh jatuh ke sembarangan orang.
Kalung itu akan menjadi petunjuk bagi Aruna kelak jika dia hendak mengetahui siapa orangtua kandungnya.
Gadis itu tidak punya keluarga, dia ditemukan oleh sang nenek tergeletak di atas jalanan ketika usianya tujuh tahun. Aruna berada dalam kondisi yang sangat mengenaskan hari ini.
Gadis muda itu meringkuk di atas tanah antara hidup dan mati. Nafasnya tak lagi berjalan normal , darahnya mengalir begitu deras membasahi tanah yang diguyur hujan kala itu.
Kakinya hancur, sepertinya baru dilindas oleh kendaraan. Wajahnya penuh luka lebam dan tubuhnya tampaknya mengalami penyiksaan berat.
Gadis itu sudah hampir mati di bawah guyuran hujan dan terpaan angin yang tajam dan dingin. Namun Tuhan masih menyayanginya dan menyelamatkan nyawanya melalui ukuran tangan sang nenek yang kini telah berpulang.
Aruna anak malang yang kehilangan ingatannya setelah insiden keji ketika usianya tujuh tahun lebih. Selain kehilangan ingatan masa kecilnya dia harus kehilangan salah satu kakinya. Tak berhenti sampai di situ. dia kehilangan suaranya karena bully saat usia remajanya.
Perjalanan hidup gadis itu tak semulus yang dipikirkan oleh orang-orang, dia hancur dan diremukkan sampai berkeping-keping.
Namun dia tetap kuat ketika menerima semua penderitaan itu.
Aruna berjalan tergesa-gesa, berharap dia menemukan kalung sang nenek.
Gadis itu menghampiri Caca yang sedang merias diri di ruangan rias pengantin perempuan.
Sruk!!!
Gadis itu menyodorkan semua fot yang dia miliki sebagai tawaran untuk mendapatkan kalungnya.
"Ini semuanya, aku tidak punya duplikatnya. semuanya sudah ku berikan padamu, sekarang berikan kalungku!" tulis Aruna dalam catatan kecilnya sambil menatap Caca dengan tatapan tegas.
Caca tersenyum menyeringai. Bibirnya sangat licik dan sorot matanya seperti ular berbisa yang jahat dan penuh aura iblis.
" Kau mau kalungmu kan?" ucap Caca sambil berdiri. Dia menatap Aruna dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan merendahkan.
"Berikan!" ucap gadis itu lagi.
Caca tersenyum, jar jarinya menarik pelan helaian rambut Aruna " Gadis bisu kampungan, kau mau kalungmu ya!?" ucap Caca sambil mengambil sesuatu dari atas meja, sebuah pil obat yang tidak tahu apa gunanya.
"Aku akan memberikannya, jika kau minum ini!!" ucap Caca sambil tersenyum dan menggerakkan pil itu di tangannya.
" Tidak, ini bukan kesepakatan kita, aku tidak mau!!" tolak Aruna dengan tegas. Dia benar benar kesal dengan perangai Caca yang jahat.
" Tidak mau!?" ucap Caca sambil menaikkan sebelah alisnya. Dia tersenyum tipis, lalu memberikan kode pada para penjaga untuk menutup pintu ruangannya.
Aruna terkejut, pintu di tutup dengan rapat dan hanya dia juga Caca yang ada di sana.
Plak!!
Satu tamparan keras melayang ke wajah Aruna. Gadis itu terhuyung karena ulah Caca yang kejam dan jahat.
"Uhh sakit ya!?" ucap Caca sambil menarik kepala gadis itu dan menjambaknya begitu kuat.
Caca menatap mata Aruna, gadis malang itu meronta ronta di tangan Caca sambil menangis kesakitan karena rambutnya di Jambak.
" Arkhh... aklhhh...
" Gak bisa bicara ya? sayang sekali!!" ucap Caca sambil mengusap wajah gadis itu dan tersenyum sinis melihatnya.
Aruna menangis kesakitan, Caca bukan lawannya, perempuan itu bagaikan sosok iblis yang menjelang menjadi manusia.
"Ingat ini Aruna, Dita tidak akan pernah bisa mengalahkan ku, aku akan selalu menang dan selalu ada di jauh di atas kalian para manusia sampah rendahan!" ucap Caca sambil tersenyum licik.
" Aku akan menyiksanya, aku akan membuat gadis sialan itu hancur berkeping-keping dengan membuatmu jadi umpan!!" ucap Caca sambil tersenyum.
Caca mengangkat tangannya dan memaksa Aruna menelan pil itu. Gadis itu dipukuli, dipaksa dan dihina oleh Caca berkali kali di dalam ruangan kecil itu.
Setelah menyiksa Aruna dengan keji, dia mengusir gadis itu, menyuruh orang bayarannya membawa Aruna menuju kamar yang sudah di siapkan.
Aruna sempoyongan, tubuhnya penuh luka lebam. Caca melakukan rencananya dengan licik dan menggunakan bantuan seseorang secara misterius.
Gadis malang itu dibawa masuk oleh seorang perempuan ke dalam salah satu kamar di hotel itu.
Tak butuh waktu lama, setelah Aruna dibawa masuk, seorang pria yang sedang mabuk dihantarkan oleh pria lainnya ke kamar itu.
Di dalam ruangan itu, kepala Aruna terasa sangat sakit dan tubuhnya terasa panas. Dia menatap ke sana kemari, berusaha mencari tempat untuk melepaskan rasa panas di dadanya.
"Tolong... To.. long!!" Aruna bergumam. Dia menangis sesenggukan sambil meraba raba ke sembarang arah. Dia sangat sesak, dan rasanya seperti ada yang terbakar dalam dirinya.
Gejolak aneh muncul, pikiran kalut membungkamnya.
"To... long!!" gadis itu berbicara. Aruna yang tak pernah membuka suaranya akhirnya berbicara seutuhnya.
Pria tinggi bertubuh tegap tampak masuk ke dalam ruangan itu dengan seringai beringas bak raja hutan di wajahnya.
Dia berambut blonde, wajahnya tampan dan sangat dikenali
oleh Aruna.
"Pa.. Pak Sam!!" panggil Aruna sambil menangis.
Samuel Hattrick, pria itu adalah bos Aruna di kafetaria tempat di bekerja. Samuel berdiri sambil tersenyum menyeringai, di tampak kacau, wajahnya marah dan dia mabuk!
Samuel dijebak oleh rekan bisnisnya atas perintah Caca yang masih dendam pada Samuel karena telah menyiramnya beberapa waktu lalu ketika dia menyudutkan Aruna.
Samuel dijebak, dia meminum sesuatu yang tak seharusnya dia minum. Pria itu kambuh, alter egonya bangkit!!!
"Malam yang sempurna!!" gumam ya sambil berjalan mendekati Aruna.
Dia menatap gadis itu, tiba tiba saja terdiam karena melihat Aruna yang Pakaiannya tersibak.
efek obat itu membuatnya menggila dan kehilangan kewarasannya.
" Pak... Sam!!" panggil Aruna sambil menangis, tubuhnya sakit tapi rasanya sangat gerah dan memabukkan.
Samuel meringkuk gadis itu, menariknya ke atas kasur dan melakukan yang seharusnya tidak boleh dia lakukan!!
Malam itu, Aruna dan Samuel kehilangan sesuatu yang berharga bagi mereka. Sama sama tidak sadar sama sama dijebak, dan sama sama dalam keadaan kacau.
Aruna kehilangan mahkotanya dan Samuel melepas keperjakaan nya malam itu juga.
Gadis itu tak sadarkan diri, tubuhnya hanya mengikuti rasa panas dan gejolak yang muncul dengan liar.
Samuel tampak seperti Orang yang berbeda, melakukannya berkali kali seperti orang kesurupan.
Hingga pagi kembali. Aruna bangkit dari kasur dan mendapati dirinya tidur hampa sehelai benang dan kamar itu sangat berantakan.
Cepat-cepat dia lari dari sana. Meski kakinya terasa sakit dan tidak nyaman di bagian bawah san, dia berlari sambil menangis sesenggukan.
Berlari pulang menuju rumah, menuju sahabatnya hingga dia tiba dan mengetuk apartemen Asher dan pingsan di depan mereka.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗