Loco

Loco
52 Loco: awan kolumbus



Aruna terbangun dari tidurnya. Gadis itu memijit kepalanya yang terasa sakit. Ini kali pertama dia bangun setalah tidur hampir dua puluh empat jam.


"Di.. mana aku!?" dia bergumam. Suaranya keluar!


Gadis yang selama ini menyembunyikan suaranya akhirnya berbicara setelah kejadian misterius yang dia alami.


"Apa aku sudah mati!?" gumam gadis itu sambil duduk di ata brankar, menatap ruangan serba putih berbau Bunga Lili kesukaannya.


Wajahnya tak sepucat sejak dia dibawa ke rumah sakit.


Aruna menatap seisi ruangan itu, dia mengenakan jubah pasien, tangannya terhubung dengan selang infus.


Dia menatap ke sana kemari dan mendapati dua manusia berada di ruangan yang sama dengan Dia.


Asher Roth. berbaring di ranjang di sebelahnya dan seorang bayi mungil dalam box bayi juga sedang terlelap. Regard kecil ditinggal di dalam sana agar tak terganggu tidur siangnya sementara sang Ibu sedang berada di luar menyelesaikan urusannya.


" Tuan Asher? Regard?" pikir Aruna.


" Apa mereka juga ikut mati!?" gumam gadis itu.


Puk!


Dia memukul bibirnya," Apa apaan aku ini, tak mungkin mereka ikut mati yang benar saja, aku pasti dibawa ke sini oleh Dita, tapi di mana dia?" pikir Aruna .


Gadis itu sangat tenang, tak terlihat seperti seorang perempuan yang baru saja mengalami Kemalangan.


"Shhh.... kenapa aku bisa dirawat di sini?" pikir Aruna sambil memijit kepalanya yang terasa sangat pening.


Gadis itu menatap ke sana kemari. Dia jelas tidak ingat apa yang terjadi padanya. Gadis itu sama sekali tidak ingat!


Di saat yang sama, seseorang masuk ke dalam ruangan itu sambil membawa beberapa barang.


Samuel Hattrick, bos Aruna di kafe tempat dia bekerja masuk ke dalam ruangan perawatan setelah tak muncul selama berhari-hari.


Akhirnya pria itu menampakkan dirinya lagi. Keadaannya sangat berbeda dengan dirinya yang biasanya. Wajahnya tampak pucat dan sendu, rambutnya yang blonde berubah jadi hitam dan lusuh.


Samuel datang ke rumah sakit tanpa bertanya pada yang lain di mana mereka berada. Sebab dia hanya tinggal melacak mereka jika butuh lokasi mereka.


"Pak Sam?" panggil Aruna tiba-tiba.


Degh!!


Samuel terdiam saat mendengar suara gadis itu, entah apa yang merasukinya, dia tampak terhenyak saat mendengar suara Aruna untuk kali pertama.


Samuel duduk di samping brankar gadis itu, meletakkan barang bawaannya dengan pelan, dia menatap Asher dan Regard sejenak lalu beralih ke arah Aruna tapi tak menatap gadis itu.


Samuel diam sejenak, hanya menatap kosong ke sembarang arah. seperti seseorang yang baru kehilangan jiwanya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Samuel dengan suara berat dan sendu. Suasananya sangat hening, membuat aura suram dan penuh kesedihan dalam diri Samuel terpancar keluar.


Jelas sekali dia terlihat seperti pria yang berbeda. Dia tidak sama seperti Samuel yang dingin seperti biasanya. Samuel yang setidaknya memiliki sedikit semangat hidup, tidak seperti bunga kering dan layu seperti saat ini.


"Saya baik-baik saja!" tutur Aruna dengan menggunakan bahasa isyarat.


" Jangan memakai bahasa isyarat, kau bisa bicara, gunakan suaramu!" ucap Samuel dengan nada datar seolah dia tak terkejut mendengar Aruna bisa berbicara seperti orang normal.


Aruna menatap pria itu. Dia sama sekali tidak ingat dengan apa yang terjadi pada dirinya, gadis itu seperti mengalami lupa ingatan. Kondisi jiwanya tampak stabil tapi tak tahu apa yang terjadi pada dirinya.


"Ada apa dengan pak Samuel? kenapa dia begini? biasanya tidak sedingin ini, dia seperti awan kolumbus, mendung dan gelap!" batin Aruna.


"Pak Samuel Kolumbus!!" ucap Aruna tiba-tiba sambil menyentuh lengan pria itu dengan jari telunjuknya. Dia tertawa, membuat Samuel menatapnya heran.


Aruna tertawa kecil,"Anda mirip awan kolumbus, mendung dan suram, kurang petirnya saja!!" celetuk Aruna sambil tersenyum seperti anak kecil.


Jelas ini bukan Aruna yang biasanya. Jelas dia gadis yang berbeda dengan yang dikenal oleh Samuel.


Samuel menatap gadis itu, dia hanya menatapnya dengan tatapan datar dan sendu. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu, sorot mata kesedihan tergambar jelas di kedua matanya.


Tangannya naik ke atas dan dia letakkan di kening Aruna. Gadis itu cukup terkejut melihat bosa seperti ini. Dia menatap ke atas, ke arah tangan Samuel yang berada tepat di atas keningnya.


"Bagaimana keadaanmu? apa kau tidak ingat apa yang terjadi pada dirimu?" tanya Samuel lagi lagi dengan nada seperti orang mati.


" Pak Kolumbus, saya baik-baik saja, sepertinya pingsan karena kelelahan, saya juga tidak ingat apa yang terjadi, ketika bangun saya sudah di sini!" jelas Aruna dengan suara lembutnya.


Dia tampak ceria seperti biasanya, gadis yang selalu sama, selalu sederhana dan bertutur kata dengan lembut.


"Kau tidak ingat!?" tanya Samuel dengan wajah terkejut. Aneh sekali pria itu, dia bahkan terkejut ketika mendengar Aruna tak ingat dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Aruna menggelengkan kepalanya sambil terus menatap ke atas seperti anak kecil. Menatap tangan Samuel yang masih menempel di keningnya.


"Lalu apa tubuhmu sakit, emm.. seperti sesuatu yang terasa asing? atau tidak nyaman? apa kau tidak merasakan apa apa? kau tidak ingat!?" tanya Samuel yang tampaknya mengecek keadaan gadis itu.


Aruna menatap Samuel heran," Ada apa dengan pikiran bosku, dia seperti orang asing yang kesurupan? apa Pak Samuel terbentur meja? dia jadi aneh? " batin Aruna.


"Aruna, jawab aku!" ucap Samuel sambil menatap gadis itu.


" Memangnya ada sesuatu yang harus saya benar benar ingat pak? atau haruskah saya merasa kesakitan di bagian tertentu?" tanya Aruna sambil menatap Samuel seraya mengedipkan kedua matanya . Jelas dia penasaran dengan latar belakang sifat Samuel hari ini, sangat aneh dan berbeda.


Samuel hanya terdiam dan menatap Aruna. Dia mendengar suara itu, suara yang sangat jelas membuat jantungnya berdegup kencang.


"Emm.. pak Sam, mau sampai kapan menaruh tangan di keningku? tangan Anda berat!" ucap Aruna sambil menyentuh tangan Samuel pelan dan menatapnya seperti anak bayi yang memelas .


Samuel terkejut, segera dia menarik tangannya dari kening Aruna," Maaf!" ucapnya lalu kembali ke posisi duduknya yang kaku.


"Sebenarnya ada apa dengan Pak Sam? baru saja datang tapi langsung menanyakan keadaan saat, tidak seperti biasa, tumben sekali!" tanya Aruna penasaran.


Samuel hanya diam, dia tak menatap Aruna dan hanya menutup mulutnya.


Gadis itu memandangi Samuel, dia merasa Samuel cukup aneh hari ini.


" Ada apa pak?" tanya Aruna sekali lagi. Tangannya menyentuh lengan pria itu, tangan Aruna yang lecet dan lengannya yang lebam terlihat di depan mata Samuel.


Pria itu memegang tangan Aruna dan hanya memandangi tangan yang lebam itu. Dia terus saja diam dengan wajahnya yang pucat.


Hingga di saat yang sama, seseorang yang lain masuk ke ruangan itu dan...


Grep!!


Dia menarik tangan Samuel dan mendorong pria itu sampai terjatuh ke atas lantai.


" Bajingan!!!!" pekik orang itu histeris sambil menatap Samuel dengan nafas naik turun. Tangannya mengepal kuat, dia menatap Samuel dengan tatapan berapi-api.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗