Loco

Loco
39 Loco: Salah kamar



Tuan Luther datang ke apartemen Dita sesuai alamat yang diberikan Johan padanya. Gadis itu tak tinggal di rumah yang disediakan oleh tuan Luther, dia memang sangat pemberontak.


Dia dengan senang hati ingin bertemu putrinya yang sedang patah hati dan sedih, tapi tak tahunya di malam yang penuh bintang ini malah disuguhkan dengan pertengkaran dua laki laki dewasa karena kejahilan nona manis paling absurd sedunia.


Asher, Dita dan Johan berbaris di depan pintu apartemen sambil menundukkan kepala memasang wajah menyesal dengan kedua tangan mereka naik ke atas dan berdiri dengan satu kaki.


Mereka bertiga dihukum oleh sang juragan tanah yang sedang mengamuk.


Asher dan Johan melirik Dita yang berdiri diantara mereka berdua dengan tatapan kesal bukan main. Bagaimana tak kesal, mereka yang sudah penuh bonyok dan luka lebam malah dihukum begini karena ulah Dita yang berbohong dan jahil.


" Ini semua salahmu Mak lampir!!" kesal Asher.


" Dasar Butet kurang asam, beraninya kau tidak mengakui kakakmu, kan jadi di hukum Bapak!!" geram Johan.


Asher dan Johan saling menatap sejenak, mereka masih marah satu sama lain," apa kau lihat lihat, !!" ketus Johan.


" Mike kriting diam kau, dasar penguntit!!" ketus Asher.


Keduanya berdecak kesal lalu memalingkan perhatian mereka masing-masing ke sembarang arah.


Dita melirik kedua pria itu sambil mengulum bibirnya, tak dia sangka kalau masalah sepele itu akan menimbulkan kekacauan besar seperti ini.


Ketiganya dihukum seperti anak SD yang lupa mengerjakan PR. Hanya berdiri di depan apartemen dengan satu kaki diangkat dan kedua tangan di atas.


Tuan Luther menatap mereka dengan tatapan dingin, duduk tenang di pinggir tembok pembatas sambil memainkan ponselnya. Stylenya yang trendi dengan kalung rantai emas dan cincin hitam yang tersemat d jarinya membuatnya seperti hot Daddy di novel novel populer. Kacamata nya yang bertengger di hidungnya yang mancung, kulitnya putih dengan bercak bercak tanda penuaan dan juga kerutan halus membuatnya sangat berkharisma.


"Dit.. itu bapak kamu Daddy Swag ya!!' bisik Asher seraya menyenggol lengan Dita.


Dita menatap sang ayah sambil terkekeh," iya, dandanannya sudah seperti anak anak muda, ini mah konsep Daddy swag paling keren!!" balas Dita menatap bangga sang ayah.


" Daddy swag apanya, yang ada Daddy Sewot, jangan tertipu sama penampilannya, dia sama bobroknya dengan kami!!!" balas Johan dengan suara pelan melirik bapak yang asik menatap ponsel sambil main game ular ularan yang gak ada endingnya kecuali makan diri sendiri.


"Hihihihi... bener ucapan kak Johan, Bapak itu orangnya gesrek!!" ucap Dita sambil tertawa.


Asher mengangguk," kelihatan sih, dari cetakannya aja udah ketebak gimana bapaknya," ucap Asher melirik Johan dan Dita bergantian.


"Ya emang gitu!!' ucap Keduanya serentak .


Asher tertawa kecil.


" Ekhmm!!!" Suara dehaman Anjing hutan membuat mereka terdiam menutup mulut sambil berdiri tegap dengan kedua tangan di atas dan kaki di angkat. Anehnya, Asher yang baru bertemu tuan Luther setelah bertahun-tahun malah menurut pada pria tua itu.


"Emmm... Maaf, atas pukulan tadi, aku tahu kau lemah, tapi tak kusangka kau benar benar kakak ya Dita, gadis ini .emang perusuh!" ucap Ashe pada Johan.


' Le..lemah?! aku kau bilang lemah!? yang benar saja, pukulanmu tadi malah tak ada apa apanya, rasanya hanya seperti dilempar dengan tahu, lembek sekali, dasar lemah!!" ejek Johan .


Padahal wajahnya sudah bonyok dan bengkak masih saja bilang kalau rasanya seperti di lempar tahu.


" Cihh dasar sok kuat, bilang saja lemah, begitu saja langsung bonyok!!" ejek Asher .


"Kau gak pakai mata hah!? muka kau itu lebih banyak bonyoknya, matamu sudah bengkak itu!!!' celetuk Johan.


" Kau yang gak sadar, dasar bodoh, wajah kau udah kayak virus korona, berbendol bendol!!!" balas Asher.


Perdebatan antar dua kubu semakin sengit, baik Asher maupun Johan sama sama mempertahankan argumen mereka, bertahan sebagai yang terbaik.


" Kau yang lemah!! dasar otot tahu, tciihhh memukul saja tak benar!!!" ejek Johan.


" Kau yang lemah, tahu apanya, ini otot paling kuat, kau saja ambruk dibuatnya!!!" ketus Asher.


"Kau!!"


"Kau yang lemah!!"


"Kau!!"


" Kalian bisa diam tidak!!" teriak Dita yang telinganya semakin panas karena berdiri di antara dua tiang listrik yang sedang adu kekuatan listrik satu sama lain.


"Haisshhh sial!!" umpat keduanya sambil memalingkan wajah dengan angkuh.


Pletak! Pletak!! Pletak!!


"Dasar berisik, masuk ke rumah!!" taun Luther memukul kepala mereka satu persatu, persis seperti bocah yang dihukum orangtuanya.


Ketiganya mengulum senyum, diingatkan akan masa lalu membuat ketiganya saling melirik. Situasi yang sama dan mirip satu sama lain membuat mereka teringat dengan masa lalu.


Kejadian yang sama rupanya pernah terjadi di masa kecil mereka, dihukum oleh tuan Luther karena merusak Taman bunga dan memecahkan vas bunga tembikar milik nenek Johan dan Dita.


Mereka bertiga dan seorang gadis kecil yang tak lagi bersama mereka dihukum oleh tuan Luther dengan hukuman yang sama.


Mereka masuk ke dalam apartemen Dita, sambil menunduk tak berani melawan tuan Luther.


dia harus menghukum anak anak yang bertengkar sama seperti masa lalu.


" Hah!! kalian bertiga sama sekali tidak berubah ya!" ucap tuan Luther seraya menggelengkan kepalanya.


Asher, Dita dan Johan yang sudah saling mengetahui satu sama lain sejak awal hanya menunduk sambil mengulum bibir, rasanya lucu mereka dihadapkan dengan situasi seperti ini.


" Heheheh.... maaf Bapak..." ucap Dita sambil tersenyum memelas.


"Salah Dita yang berbohong soal Abang, mereka jadi bertengkar," ucap Dita .


"Iya ini salah nya Pak!"ucap Johan menunjuk adiknya


" Benar, ini salah Dita Om. dia yang mulai duluan!!' tambah Asher sambil mengangkat tangan gadis itu.


Dita menatap mereka berdua dengan bibir mengerucut," Dasar kalian berdua pengkhianat!!" geram Dita .


"Wleekk!!" Ejek Johan.


" Salahmu sendiri, Mak lampir!!" ejek Asher.


Tuan Luther memicingkan matanya dan menatap mereka bertiga. Perlahan lahan pria itu mendekat dan membuat ketiganya menenggak saliva karena takut dengan sosok tuan Luther .


"Kalian...." Tuan Luther semakin dekat.


" Hahahahahahhaah...,.." Pria itu tertawa dan...


Grep!!!


Dia menarik mereka bertiga, bocah bocah berandal yang dia rindukan, ditariknya mereka ke dalam pelukannya dan mendekap mereka bertiga dengan erat dalam sekali peluk.


"Akhirnya kita bertemu lagi setelah bertahun-tahun!!!" ucap Tuan Luther sambil tertawa bahagia.


" Tu.. tuan..." Asher tampak terkejut.


" Asher. jangan malu malu, kalian bertiga teman masa kecil, masa kau tak ingat!?" ucap tuan Luther sambil melepaskan mereka.


Asher tertawa," Saya baru ingat setelah melihat anda tuan dan saat bertengkar dengan Bang Johan tadi, jujur saja, ini sudah sangat lama sejak terakhir kita bertemu, sangat senang bisa melihat anda sehat seperti ini!" ucap Asher dengan senyuman haru di wajahnya.


Dia menyadari semua nya hari ini, kalau Dita, Johan dan tuan Luther salah satu sosok terpenting yang membuat masa kecilnya setidaknya merasa bahagia.


"Kau... jadi kau sudah tahu!??" tanya Dita sambil menatap Asher.


" Tentu saja, setelah kau jelaskan siapa ayahmu!" ucap Asher sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Ahhh... aku sih sudah tahu sejak awal hahahhaha... kasihan dikibulin!" ejek Dita sambil tertawa.


" Uhhhh dasar gadis tengik, kenapa kau tak bilang!!!" ketus Asher.


" Suka suka Dita hahahahha...." balas gadis itu sambil tertawa.


Tiba-tiba...


" Dita, Asher, Anak kalian menangis!!!!" teriak Jack menerobos masuk ke dalam rumah itu dengan wajah panik sambil menggendong Regard yang menangis sesenggukan dalam pangkuan nya .


" ANAK!??" Tuan Luther dan Johan terbelalak sempurna.


"Jadi benar ucapanmu soal anak!!??" Johan tak menyangka.


"Tentu saja!" ucap Asher sambil terkekeh.


Asher dan Dita, mereka langsung panik dan mengambil Regard dari pangkuan Jack .


" Dasar paman Jack jahat, kau membuat anakku menangis!!!" kesal Dita.


" Kau apakan putraku, ku suruh pegang sebentar tapi dia malah menangis begini, kau bisa kerja tidak hah!!!" ketus Asher dengan wajah masam.


Glek!!


" Sialan, salah kamar aku!!!" batin Jack.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗