
Dita berkali-kali menghela nafas. Dia duduk sambil menatap mereka semua dengan wajah khawatir.
" Katakan padaku siapa yang melakukan itu padanya!?" sekali lagi Dita bertanya. Dia terlihat panik, entah apa alasannya, tetapi gadis itu menunjukkan bahwa dia tidak suka dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Dita kenapa kau terlihat khawatir sekali, apa kau tidak rela dia dihajar begitu!? bukankah dia pantas mendapatkan nya!?" tanya Asher.
Huhffdth!!
Dita menghela nafas sambil menatap Asher," aku tidak peduli dengan keparat bajingan itu, mau dia mati, stroke, mati rasa, mati suri atau mati betulan juga bukan urusanku!!" tukas Dita.
" Lalu masalahnya apa?" tanya Jack.
" Yang kutakutkan, kalian semua terlibat dalam masalah ini, aku takut gara gara masalahku, kalian malah terluka dan terseret dengan kasus ini!!" ungkap Dita.
Dia tidak mau membebani orang lain apalagi teman temannya memiliki posisi penting, jika sampai salah satu dari mereka yang melakukan hal keji itu pada Benny, maka mereka pasti akan terkena masalah.
"Astaga, ku pikir ada apa, kau ternyata hanya mengatakan omong kosong," ucap Ryan sambil bersandar lega pada sofa.
"Dita, tak satupun dari kami yang melakukan itu, jika kami yang melakukannya, maka itu mungkin adalah Lucifer!" ucap Samuel sambil menunjuk dirinya.
" Tapi yang jelas, bukan salah atau dari kami maupun Lucifer yang ada dalam diriku yang melakukan hal itu, Benny dihajar karena perbuatannya sendiri dan dia pantas mendapatkan itu!!" jelas Samuel.
"Benar Dita, bagaimana itu menjadi masalahmu? orang-orang seperti Benny memang dikirimi secara khusus malaikat pencabut nyawa untuk selalu siap sedia memberikan malapetaka pada pria itu!" jelas Asher.
Dita menghela nafas sambil menatap mereka satu-persatu, dia tak akan bisa tidur tenang kalau mereka terkena masalah karena membantu dirinya," syukurlah kalian tidak terlibat," ucap Dita.
"Aku sangat mengenal bajingan itu, dia akan melakukan apa pun untuk menemukan pelakunya aku takut jika kalian terlibat masalah dengan orang sinting itu!" terang Dita.
"kami paham kekhawatiran mu Dita, tapi pria seperti Benny memang pantas mendapatkan penyiksaan seperti itu, dia akan hidup menderita seumur hidupnya, bahkan teman mu yang angkuh itu tak akan hidup dengan tenang!" ucap Jack menyinggung Caca, istri Benny yang sedang hamil saat ini.
"Ah... Caca... bagaimana keadaannya ya? dia pasti syok," ucap Dita.
Betapa mereka terkejut dengan sifat Dita. Padahal Caca sudah berkali kali melukai hatinya, dia masih memikirkan keadaan perempuan jahat itu.
" Dita, perempuan itu tidak pantas menerima belas kasihmu, biarkan saja dia!" ucap Samuel dengan wajah kesal.
Setelah kejadian yang menimpa Aruna, Samuel sangat membenci Caca, bahkan menyinggung nama perempuan itu pun dia tak mau.
"Tapi dia adalah seorang Ibu yang sedang hamil, dia pasti terguncang, kasihan juga, tapi apa boleh buat, ini juga karena keserakahan mereka," ucap Dita.
"Kau benar, " ucap keempat pria itu serentak.
"Wahhahah... kalian terlalu kompak!" ucap Dita sambil memicingkan kedua matanya menatap mereka.
"Tapi aku penasaran!" ucap Dita. Dia menatap mereka satu persatu dengan wajah serius.
"Siapa yang menyebabkan Benny menerima begitu banyak siksaan ini!!" ucap Dita sambil melayangkan pandangannya pada televisi.
Samuel, Jack dan Ryan saling melirik. Melihat reaksi sahabatnya, Asher tahu kalau ketiga pria itu sudah mengetahui pelaku penyiksaan terhadap Benny.
" Apa kalian tahu!?" tanya Dita sambil menatap mata Jack dengan serius.
"Eh.. itu... ti... tidak tahu, aku mana tahu, aku saja baru mendengar beritanya pagi ini!" ucap Jack sambil tersenyum kikuk.
puk!
"Kalau kau tidak tahu, tak usah pasang wajah seperti orang menahan boker itu Jack, dasar gas atom sialan!" ucap Samuel sambil memukul pundak Jack dan mencengkram bahu pria itu agar tak keceplosan ketika berbicara.
"tau nih, bikin orang curiga saja," ucap Dita.
"Hahahahhaha... Dia memang begitu Dita, otaknya sedikit tidak berfungsi, selain jago bisnis, dia hanya bisa kentut dan mengoceh seperti pantat ayam!" celetuk Ryan sambil tertawa dan menepuk punggung Jack dengan keras.
"Sialan, sakit kampret!!" bisik Jack menahan sakit.
"jaga mulutmu tukang boker!!" geram Samuel dan Ryan.
Dita hanya mengangguk angguk paham saja.
Tiba-tiba...
krruuuukkkkkk...
Suara perut keroncongan terdengar begitu nyaring di dalam ruangan itu. Dua anak manusia yang sedang kelaparan saling melirik satu sama lain.
" Bahahahhaa.....
Mereka semua tertawa terbahak-bahak.
"Wahh ada yang lapar nih, ya sudah ayo kita pergi cari makan!!" ajak Ryan.
"Asher, biar ku gendong!!' ucap Samuel yang siap membungkuk dan menggendong Asher.
"Ahh tak perlu, aku bisa jalan sendiri!' tolak Asher.
" Jangan melawan, sudah sana naik, kau masih sempoyongan!" ucap Dita.
" Tak perlu!!" tolak Asher lagi.
Tapi sahabat sahabatnya terlalu keras kepala untuk ditolak.
Asher akhirnya digendong di punggung oleh Samuel. Mereka semua keluar sambil tertawa dan bercanda satu dengan yang lain.
Sementara itu, di sisi lain belahan bumi itu, tampak Tuan besar Jang duduk di singgasananya sambil mengeraskan rahangnya menatap video rekaman dari mata matanya.
Dia mengeraskan rahangnya kala melihat Asher, anak dari orang yang paling dia benci di muka bumi ini tertawa begitu bahagia di atas semua penderitaannya.
"Sialan!!' teriak pria itu.
Dia menghamburkan semua barang yang ada di mejanya, melempari dinding yang diisi penuh dengan foto keluarga besar Asher dan juga orang-orang yang berhubungan dengan pria itu.
" Arkrhhh keparat sialan, kenapa dia semakin bahagia, kenapa anak keparat itu semakin bahagia!!!" pekik tuan Jang yang menderita penyakit hati berpuluh tahun lamanya.
Tuan Jang tak tahan melihat kebahagiaan dari anak saingannya itu.
"Pa.. Paman... Emma masuk," ucap seorang gadis dengan lembut.
Tampaklah Emma, mantan kekasih Asher memasuki ruangan itu dengan tangan dan tubuh gemetaran. Di seluruh lantai berserakan foto dan benda tajam.
" Berlutut!' titah tuan Jang sambil menatap Emma, putri dari adiknya yang menikah dengan ibu kandung Dita dan Johan.
Dia yang mengatur perselingkuhan istri dari sahabat Nyonya Kiara, hanya untuk melihat mendiang suami nyonya Kiara hancur.
Emma gemetar, dia duduk berlutut di atas tumpukan dokumen itu.
" Apa kau tahu kesalahanmu Emma!?" pekik tuan Jang murka.
Emma menggigit bibirnya, dia benar benar ketakutan jika menghadapi pria itu.
" Sa.. saya...
Plak!!!
Plak!!
Plakk!!!
tiga tamparan berturut-turut mendarat di pipi perempuan yang sedang mengandung benih dari Benny, tetapi sampai saat ini dia menutupi kebenarannya dari tuan Jang dan Ibunya.
"A.. ampun paman... Emma salah.. e.. Emma salah!!' ucapnya memohon mohon di depan tuan Jang.
" Kau sudah melepaskan targetku, ku pikir kepalamu yang tolol ini ada isinya, tak tahunya kau malah hamil dengan Benny!!!!" pekik tuan Jang sambil mencengkram wajah perempuan itu begitu keras.
Mata Emma membulat sempurna, dia terkejut saat mendengar ucapan Tuan Jang.
"Ba.. bagaimana Pa.. paman tahu!!!" ucapnya dengan air mata yang merembes keluar membasahi kedua pipinya.
Sraakk...
Perempuan di dorong ke atas lantai begitu saja.
" Dasar tidak berguna, kau melepaskan Asher setelah kau ditipu, tahunya kau malah hamil anak orang lain, dasar perempuan tidak tahu diri!!" kesal tuan Jang.
Emma menangis sesenggukan, dia mengusap perutnya, perempuan itu masih memiliki rasa kemanusiaan di hatinya.
Meski dia diperlakukan seperti ini, dia menyayangi janinnya, dan akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan bayinya.
" Pa.. paman...maa..maafkan aku, aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan Asher kembali, anak ini... hiks hiks... anak ini adalah anaknya Asher mulai hari ini!!!" ucap Emma sambil memohon mohon di depan tuan Jang.
Mendengar ucapan Emma, sontak pria itu berbalik dengan senyuman licik di wajahnya.
" Anaknya Asher ya!?" ucapnya sambil berjongkok dan langsung merangkul perempuan itu dengan lembut.
" Hiks hiks hiks... be.. benar, mulai hari ini, bayi dalam kandunganku adalah anak ya Asher!!"ucap Emma sambil menangis sesenggukan.
Tuan Jang tersenyum, dia mengusap kepala wanita itu, dapat lagi satu rencana sempurna untuk benar benar menghancurkan kehidupan seluruh keluarga Asher.
" Hahaha... Roth sialan, kau lihat ini, aku akan menghancurkan semua yang kau miliki, aku akan mendapatkan Kiara kembali, aku akan mendapatkan semua yang seharusnya menjadi milikku sejak awal!!!" ucap pria itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Emma terdiam dengan tubuh gemetaran," Nak...Mama akan lakukan apapun untuk bebas dari orang ini, kita akan pergi menuju Asher, dia sanggup, dia mampu menjaga kita, Mama punya rencana nak, orang ini akan berakhir, dan kita berdua akan hidup nak, Mama janji sayang,Mama janji!!' tekad Emma bulat, dia akan menemui Asher dan menggunakan kehamilannya untuk mengelabui tuan Jang.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗