
Dita berjalan dengan langkah cepat menuju pangerannya yang sedang berdiri di lantai dua sambil menikmati minumannya menunggu kedatangan sang istri.
Dita berjalan dengan cepat sambil tersenyum menatap sang suami yang sangat tampan dan berkharisma.
Hingga kedatangan Ibu dan anak yang paling dihindari Asher terjadi. Nyonya tua pemilik pesta itu datang dan mendekati Asher bersama putrinya. Berjalan dengan langkah cepat berusaha untuk mendekati Asher.
Dita jelas mengetahui maksud mereka, dan jelas melihat suaminya tidak nyaman ketika perempuan itu seolah berusaha menyodorkan putrinya pada Asher.
" tuan Asher, anda ternyata datang, saya pikir anda tidak bisa ikut acara ini!" ucap nyonya Merlin si tua pemilik pesta sambil menarik Tiara, putri satu satunya yang sangat ingin dia jodohkan pada Asher meskipun tahu kalau pria di depan mereka itu sudah menikah.
" ahhh nyonya Merlin, selamat ulang tahun untuk anda" ucap Asher dengan ramah sambil menghindar dari wanita itu dan menunjukkan sikap tidak ramah pada kedua perempuan itu.
Nyonya Merlin hanya tersenyum," Ini Tiara, putri saya, anda pasti tahu bukan? gadis cantik yang sedang jadi incaran para pebisnis saat ini, " ucap Nyonya Merlin seolah sedang menjual putrinya pada Asher.
" Ma... jangan begitu, lihat dia sudah tidak nyaman!!" bisik Tiara seraya melirik Asher yang memang tak bisa dipungkiri menaik hatinya. Selain tampan, pria itu juga sangat berkharisma.
" Senang bertemu dengan anda tuan, maaf jika Ibu saya membuat anda tidak nyaman!" ucap Tiara dengan sopan.
" kalau sudah tau, ya tarik mamak kau!!" gumam Asher dengan tatapan sinis ke arah Tiara yang menurutnya bodoh. Bagaimana bisa ibunya terus memaksa dia jika memang dia tidak mau, itu artinya Tiara memiliki bibit sebagai perebut pria orang meskipun wajahnya lembut dan tampak sangat sopan.
" Ma..maaf tuan?" tanya Tiara yang tak jelas mendnegar suara Asher.
" Sayang!!" teriak Asher tiba tiba sambil melambaikan tangannya.
Dari ujung sana, datanglah si cantik dan menawan Dita, istri pria tampan itu. Nyonya Merlin menatap sinis ke arah Dita yang menurutnya selalu mengganggu semua rencananya.
" tcihh.. dia bahkan tak lebih cantik dari dirimu Tiara, kenapa kau mau kalah dengan perempuan seperti itu?" bisik Nyonya Merlin .
" maa.. jangan begitu, mereka tetap rekan bisnis kita, lagi pula wanita itu memang sangat cantik, aku tidak akan pernah mengalahkan dia!!" bisik Tiara.
Asher tersenyum tipis," sadar juga bocah ini, dasar bodoh!" ejek pria itu di dalam hatinya. Dia menghampiri istrinya dengan wajah sumringah, langsung menarik pinggang Dita dan menatap wajah istrinya dengan mesra," kenapa lama sekali sayang, aku merindukanmu," ucap Asher dengan tatapan menggoda.
" Dasar manja, baru ku tinggal sebentar, sudah merindukan aku hmmm?" balas Dita seraya mengusap rahang suaminya dengan lembut.
Asher tertawa, dia memeluk istrinya tak peduli si nyonya tua dan putrinya menatap mereka.
“ Ahh biar ku perkenalkan pada nenek sihir!” bisik Asher dengan wajah jahilnya.
Dia menatap nyonya Merlin sambil merangkul mesra istrinya,” nyonya, perkenalkan istri saya yang sangat saya cintai, Dita,” ucap Asher dengan wajah bangga memperkenalkan istrinya pada publik.
Dita tersenyum sambil mengulurkan tangannya dan menatap kedua mata nyonya Merlin dengan tatapan mengintimidasi seolah-seolah sedang menyerang wanita itu karena telah berani mencoba mengusik rumah tangganya.
“ Saya Dita nyonya,” ucap wanita itu dengan elegan sambil menatap nyonya Merlin.
Siapa yang tidak dibuat jantungan dan gugup dengan tatapan penuh tipu daya dan mengintimidasi dari wanita itu, Nyonya Merlin menerima jabatan tangan Dita dengan wajah terkejut,” salam kenal, panggil saja saya nyonya Merlin!” ucapnya.
“ Bagaimana dengan Anda nona?” tanya Dita seraya menatap Tiara dengan tajam.
Tiara membalas jabatan tangan Dita dengan wajah gugup,” sa.. saya Tiara nyonya, “ balasnya dengan suara gugup.
Dita tersenyum ,” sungguh pertemuan yang lucu,”ucapnya sambil tertawa kecil.
Nyonya Merlin dan Tiara telah diperangkap dalam pesona gila dari sang Dita yang sangat memikat, membuat mereka hanya menjadi penonton keromantisan pasangan menawan itu sampai tak menyadari kalau keduanya sudah pergi dari hadapan mereka tanpa mengatakan apa pun.
Dita dan Asher bergandengan tangan keluar dari gedung acara itu sambil menertawakan wajah nyonya Merlin dan Tiara yang melamun di depan mereka.
“ Sayang kau lihat wajah mak lampir itu tadi? Sangat terkejut saat kamu datang hahahhaa... aku puas melihat wajah piasnya itu hahahah..... jelek sekali!!” Asher tertawa terbahak bahak. Melihat suaminya begitu senang membuat hati Dita juga turut senang.
“ Dasar kamu jahil, terus Jack bagaimana sayang?” tanya Dita seraya menatap gedung itu di mana Jack masih berurusan dengan tamu tamu di sana.
“ biarkan saja dia, siapa tahu dapat jodoh nanti, kita jalan berdua yuk, hotel kan dekat, lumayan sekalian kencan bareng kamu,” ucap Asher seraya mencolek hidung istrinya.
“ Setuju!!” seru Dita dengan wajah bahagia.
Asher menggenggam tangan istrinya dengan erat, “ sayang aku buka sepatu dulu,” ucap Dita.
“ Ohh iya, kaki kamu, pakai sepatuku saja!” ucap Asher dengan penuh perhatian.
Dita menggelengkan kepalanya,” No, aku mau jalan tanpa alas kaki, sepertinya menyenangkan!” ucapnya sambil tersenyum lembut.
“ Baiklah nyonya, sesuai kehendakmu,” ucap Asher.
Mereka berjalan perlahan lahan, menikmati waktu mereka berdua.
“ Dita, i love you!” ucap Asher tiba tiba.
“i Love you too honey!”balas Dita dengan senyuman manisnya.
Asher segera menarik pinggang istrinya, menatap wajah wanita itu dan mengusap rahang Dita dengan lembut. Perlahan keduanya saling mengecap satu sama lain. Di pinggir jalan, di keheningan malam yang indah dan tenang. Menyalurkan cinta mereka satu sama lain tak peduli apa yang orang lain katakan tentang mereka.
“I love you so much, babe..” bisik Asher.
“ I know that baby, “ balas Dita yang semakin menikmati permainan mereka.
Tanpa mereka sadari, tuan Smith dan istrinya Lyra menatap mereka dari kejauhan di dalam mobil yang di desain langsung oleh tuan Smith. Menatap pasangan itu sambil tersenyum dengan manis satu sama lain.
“ Apa istri pria itu benar benar tidak mengenalimu tadi?” tanya Tuan Smith pada istrinya.
“ Tidak, dia bahkan tidak memintaku membuka maskerku, dia sangat sopan, tapi juga menakutkan,” ucap Lyra.
“ menakutkan?” tanya tuan Smith.
Lyra mengangguk,” saat di toilet tadi, dia mengikuti salah satu tamu, kelihatannya dia mengenal orang itu, tatapannya sangat menakutkan seolah dia ingin menghantam perempuan itu, tapi setelah melihatku dalam masalah dia tidak mengejar perempuan itu lagi!” jelas Lyra.
“ apa terjadi sesuatu?” tanya tuan Smith.
“ Entahlah sayang, aku tidak tahu, tapi dia benar benar telah menyelamatkanku tadi, bahkan memberikan jas suaminya,” jelas Lyra.
“ apa menurutmu kita jalin saja kerja sama dengan perusahaan mereka?” tanya tuan Smith.
“ kalau menurutmu mereka dapat menangani proyek ini dan dapat mendistribusikan desain mu dengan baik, tidak ada salahnya sayang, istri pria itu juga orang yang sangat baik,” jelas Lyra.
“ Benar, mereka keluarga yang harmonis, anaknya lebih muda dari putra kita, tapi sepertinya mereka bisa berteman baik, aku ingin minta saran agar bisa dekat dengan putra kita,” ucap tuan Smith seraya menggenggam tangan istrinya.
“ Lakukan sayang, aku mendukungmu!” ucap Lyra dengan wajah senang.
...##...
Di sisi lain hotel tempat acara itu berlangsung, seorang wanita yang usianya sudah melebihi kepala lima sedang duduk meringkuk di atas soda sembari menekan perutnya yang terasa sangat sakit.
“ Sialan arrkhhh!!!” pekik perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah nyonya Vera, Ibu kandung Dita, perempuan yang sudah mengubah seluruh penampilannya secara drastis.
“ Bagaimana bisa dia mengenaliku bahkan setelah aku mengubah wajahku, sialan!!” pekik wanita itu sambil memukuli sofa tempat dia berbaring.
“ Nyo.. nyonya ini obatnya,” ucap pelayan dengan wajah takut.
“ Panggilkan Nyonya Merlin ke sini, aku ingin bicara pada si tolol itu!! Cepat!!” pekik wanita itu dengan wajah kesakitan.
.
.
.
Like, vote dan komen.