Loco

Loco
89 Loco



Asher membawa Tuan Smith ke tempat yang lebih tenang. Mereka berdiri di lantai dua sambil menatap ke arah aula pesta yang sibuk dan dipenuhi dengan orang-orang yang sedang melakukan urusan mereka masing-masing.


"Tuan Smith, saya tidak ingin basa-basi," ucap Asher sembari menatap pria itu dengan tatapan tajamnya.


Dia sudah mempelajari sifat tuan Smith. Pria itu bukan sosok yang suka basa basi, itu sebabnya Asher langsung mengatakan tujuannya dengan berani pada tuan Smith.


"Apa yang anda tawarkan?" tanya tuan Smith dengan gamblang.


"Saya sudah mengirim file kontrak pada sekretaris anda, jelas saya menawarkan keuntungan, suara butuh persetujuan anda dalam waktu cepat!" ucap Asher.


"Seperti yang anda sendiri tahu, bahwa mobil keluarga yang anda ciptakan sangat diminati oleh semua orang, oleh karena itu kerja sama ini akan berjalan dengan baik karena Carat Land grup juga dilirik oleh banyak orang, " jelas Asher.


"Benarkah? anda ternyata sangat narsis," ucap tuan Smith dengan senyuman yang tak bisa dibaca itu.


Mereka menatap ke bawah, masing-masing adalah pebisnis yang gila dan berjiwa keras, juga memiliki karakter yang sama, sangat mencintai pasangannya masing-masing.


"Saya akan pikirkan lagi, banyak yang tertarik dengan desain mobil ini, semuanya juga menawarkan keuntungan, anda tunggu beberapa hari lagi, saya akan lihat perkembangan nya" ucap tuan Smith.


Asher tersenyum lalu menatap pria itu ," senang bekerja sama dengan anda tuan!" ucap Asher sambil tersenyum.


Tuan Smith mengangkat botol mineralnya serta menganggukkan kepalanya," of course!" ucap pria itu.


Keduanya meminum air mineral masing-masing, bukan hal yang sulit untuk berbicara dengan tuan Smith, tapi untuk mencapai kesepakatan dengan pria itu sangat tidak mudah. Jalan pikiran pria itu tidak bisa ditebak.


Ponsel Asher berdering, dia mengeluarkan benda pipih itu dari kantongnya," Saya angkat telepon sebentar tuan," ucap Asher.


"Silahkan," balas tuan Roth seraya menatap ponsel Asher. Tampak jelas foto si kecil Regard yang dikecup pipinya di masing-masing sisi oleh orang tuanya di layar ponsel Asher.


Mata Tuan Smith mengamati Asher.


"Halo anak Daddy!!!" seru Asher seraya melambaikan tangannya pada putra kecilnya yang sedang menatapnya di seberang sana.


"Papa, Bagaimana pestanya!!!?" teriak si kecil Regard sambil berkedip-kedip dengan wajah penasaran.


" Wahh jagoan Papa, sebentar biar kamu lihat!" ucap Asher sambil mengganti kamera nya menjadi kamera belakang, menunjukkan suasana pesta pada Pangeran kecilnya.


" Woaaahhhhh it's a huge party Daddy!!" seru Regard dengan penuh semangat.


" Mama di mana? kok gak keliatan? kalian sudah makan malam? ingat Pa jangan terlambat makan atau lambung papa akan sakit lagi!! jangan nakal kalau dinasehati Mama!!" celetuk bocah itu tanpa henti.


Sekalinya mulai berbicara, Regard akan berperilaku seperti robot yang tak henti hentinya berbicara.


"Hahahah... iya sayang, Mama lagi ke toilet sebentar, kami sudah makan tadi sebelum ke acara ini, kamu cerewetnya sudah sangat mirip dengan nenek!"balas Asher sambil tersenyum penuh kehangatan menatap anaknya.


Regard terkekeh,"tentu saja, kalian berdua tidak di sekitar Regard, siapa yang tahu kalian tidak mengurus diri dengan baik, kalian para orang dewasa memang sangat aneh!!" ucap Regard seperti orang dewasa yang sedang menasehati rekannya.


Asher dan Regard terus berbicara. Jelas sekali tatapan lembut dan penuh kasih sayang dari Asher pada putranya terpancar melalu tatapan matanya.


Asher sangat berbeda ketika dia berbicara dengan anaknya. Jelas kalau dia adalah pernah yang hangat dan penuh kasih sayang.


Hal ini menarik perhatian tuan Smith. Pria itu tersenyum melihat interaksi Asher dengan putranya, membuatnya teringat dengan anaknya yang dia tinggal di hotel.


"Sayang nanti kita bicara lagi ya, ingat kerjakan tugas kamu, ujian juga sedang berlangsung, jangan terlalu banyak makan cokelat, ingat pesan Mama padamu!" ucap pria itu.


" Siap Tuan Papa, kalau sudah selesai hubungi Regard ya. Regard mau belajar dulu!!' ucap anak itu dengan semangat.


" bye bye!!" Regard melambaikan tangannya dan mengakhiri panggilan itu.


"Anak anda sangat ceria tuan Roth," puji tuan Smith.


Asher tersenyum," dia memang anak yang sangat ceria, selalu membuat orangtuanya tertawa," balas Asher sambil menatap layar ponselnya yang berisi foto keluarga mereka.


"Sepertinya anda diberkahi dua anak yang luar biasa," ucap Tuan Smith.


"Ah hahah... anda benar, mereka anak yang luar biasa," balas Asher tanpa mengatakan fakta tentang putrinya.


Tuan Smith melemparkan pandangannya ke arah lantai satu," Sepertinya saya perlu belajar menjadi ayah yang baik, anak saya tidak sedekat itu dengan saya, lebih tepatnya dia membenci saya," ucap tuan Smith dengan senyuman kecut.


Hubungannya dengan putranya tidak terlalu baik. Sering ditinggal kerja membuat putranya menjadi anak yang kasar dan pembangkang.


" Ahh tuan, jika anda mau, kerjasama selanjutnya dapat kita bicarakan sambil saya ajari bagaimana mendekati anak sendiri," ucap Asher.


Tuan Smith tertawa," Hahahahhaha anda benar benar orang yang menarik tuan Roth, anda luar biasa!!" ucap tuan Smith yang berhasil dibuat tertarik dengan kepribadian Asher.


" Tentu saja," balas Asher dengan percaya diri.


Keduanya tampak menjadi dekat satu sama lain.


Tiba-tiba Dita datang ke tempat mereka.


Dia menatap Asher membuat suaminya langsung berbalik dan terkejut melihat Dita yang tampak khawatir.


"Ada apa? apa kau terluka? " tanya Asher dengan penuh perhatian.


Dita menggelengkan kepalanya, dia menarik tangan suaminya menjauh dari orang di sekitar.


" Kau bawa pembalut tidak?" bisik Dita.


"Aku bawa, apa sudah datang?" tanya Asher yang langsung membuka jasnya hendak menutupi tubuh istrinya seraya memeriksa wanita itu.


" Bukan, tapi kau bawa kan?" tanya Dita.


Asher mengangguk," ada di dalam kantong jasku," ucap Asher.


" Ahh baiklah, jasnya ku pinjam dulu, aku ke bawah ya," ucap Dita terburu-buru.


"Sayang ada apa?" tanya Asher heran.


" Nanti ku jelaskan!" balas Dita.


Asher hanya menatap heran istrinya," ada apa dengannya?" pikir pria itu.


Tuan Smith menghampiri Asher," Apa ada masalah tuan?" tanya Pria itu.


"Ahh saya juga bingung, tapi sepertinya istri saya sedang dalam keadaan darurat!" ucap Asher.


Sementara itu. Dita berjalan dengan cepat menuju toilet wanita, dia tampak tergesa-gesa menghampiri salah satu bilik kamar mandi.


Dia mengetuk pintu kamar mandi itu.


" Nona saya di sini, ini anda pakailah, kebetulan ada di kantong suami saya!" ucap Dita sambil mengeluarkan pembalut itu dan memberikannya pada perempuan di dalam bilik itu.


" Ahhh... terimakasih banyak, aku benar benar dalam kesulitan!" ucap perempuan bermasker itu, tampaknya dia enggan menampakkan wajahnya pada publik.


" Tenanglah, setelah ini anda harus segera kembali dan beristirahat, perut anda mungkin akan kram untuk waktu yang lama karena ini pertama setelah beberapa bulan!" jelas Dita.


Perempuan di balik pintu itu tak tahunya mengalami datang bulan setelah berbulan-bulan tak mengalaminya. Siapa sangka di acara seperti ini dia malah diberi kejutan oleh si jago merah


Perempuan itu keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah pucat," terimakasih banyak, aku akan mengikuti saranmu," ucapnya sambil tersenyum.


Dita menutupi tubuh perempuan itu dengan jas suaminya," anda pakailah, biar saya bawa anda keluar," ucap Dita.


" Ahh tak apa, saya akan meminta suami saya menjemput saya," ucapnya.


"Saya kembalikan jas anda ," ucap wanita itu.


"Tak apa pakailah, kalau begitu saya permisi nyonya," ucap Dita dengan lembut.


Dita pergi dari sana setelah menyelamatkan hari seorang perempuan tak dikenal.


Perempuan itu menatap Dita sambil tersenyum," Ternyata masih ada manusia sebaik itu di dunia ini," gumam perempuan itu.


Dia mengubungi suaminya," Sayang, jemput aku di lantai satu, di dekat toilet wanita, aku dalam keadaan darurat!' ucapnya.


Tak butuh waktu lama, seorang pria tiba di tempat yang dimaksud. Tuan Smith datang dengan wajah panik, menatap istrinya dengan tatapan terkejut.


" Lira ada apa?"tanya tuan Smith.


" Hahh... aku kacau sayang, bantu aku, perutku sangat sakit, aku sedang datang bulan," ucap perempuan itu sembari membuka maskernya,.


"Apa sekacau itu? lalu bagaimana sekarang?" tanya Smith.


"Beruntung ada perempuan yang membantuku, dia tidak kenal denganku tapi dengan baik hati membantuku, bahkan memberikan jas suaminya untuk ku pakai, " jelasnya .


Tuan Smith menatap jas itu, jas yang seingatnya milik Asher.


"Ya sudah, ayo kita pulang!!"


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗