Loco

Loco
59 Loco : Orang misterius



Kediaman Wicaksono,


" Sayang, aku berhasil melakukannya, gadis itu pasti sangat menderita saat ini!!" Seru Caca dengan wajah sumringah.


Bibirnya melengkung sempurna ke atas menampakkan giginya yang tersusun rapi. Pipinya dipoles perona merah muda dengan lipstik lembut di bibirnya. Berjalan dengan anggun memasuki ruang kerja suaminya setelah menerima laporan dari orang bayarannya kalau dia sudah berhasil menjebak Aruna.


"Kau memang hebat sayang," Puji Benny dengan suara enggan. Jelas dia terlihat malas melihat kehadiran perempuan yang tengah mengandung anaknya itu.


" Huh... kamu kenapa lagi!? aku sudah bantu menjebak Aruna, bukannya ini keinginanmu!? kau ingin membuat Dita menderita kan!? aku juga begitu, tapi kenapa wajahmu cemberut sayang!?' Caca menghampiri pria itu dan duduk di pangkuan Benny begitu saja.


Dia sangat kesal karena suaminya sering mengacuhkannya. Sudah dikurung dalam sangkar emas mewah nan mahal itu, dia bahkan dicueki oleh sang suami.


Jelas ini bukan kehidupan yang diinginkan oleh Caca.


" Caca kau bisa diam tidak!!' teriak Benny sambil menggebrak meja kerjanya dengan wajah masam.


Sejak bangun pagi dan melihat komputernya, perasaan pria itu sudah kacau. Dia sangat kesal dengan beberapa foto yang dikirim oleh anak buahnya yang memata-matai Dita.


Ditambah suara rengekan manja Caca membuat perasaannya langsung kacau dalam waktu sekejap.


Caca terkejut bukan main, dia menarik tangannya dari lengan Benny, menutup mulutnya dengan rapat saat melihat amarah suaminya tampak sangat sulit diredakan.


Wanita itu melirik komputer berharap bisa mengetahui apa yang membuat suaminya pagi pagi begini sudah mengamuk.


" Lihat apa kau!? lebih baik pergi ke kamarmu dan jangan banyak bergerak, kau sedang hamil!" ketus Benny sambil melemparkan tatapan tidak suka pada perempuan itu.


Caca terdiam, ini bukan Benny yang dia kenal. Mau tidak mau, dia harus menurut daripada mengambil resiko membuat Benny semakin marah.


" Aku akan melihatnya nanti, apa yang membuat Benny mengamuk seperti ini? " batin wanita itu sambil berjalan perlahan dari sana meninggalkan tempat itu dengan wajah penasaran.


Benny menatap komputernya sambil mengeraskan rahang. Sebuah pesan dari mata mata yang dia kirim untuk mengawasi gerak gerik Dita mengirimkan foto yang paling dia benci.


"Sialan, Dita beraninya kau bermain di belakang ku, beraninya kau berbuat mesra dengan pria lain!? dasar jal4ng Sialan!!" geram pria itu.


Dia sangat marah, dia berjalan mondar mandir di depan kerjanya sambil menatap foto Dita yang sedang berpegangan mesra dengan seorang pria tampan berkharisma yakni Asher Roth!


"Sialan!!! kau hanya milikku Dita, semua sudah ku persiapan, semua sudah ku perhitungkan tapi apa yang kau lakukan!? aarrrhhhkkk sialan!!! apa pun yang terjadi kau harus jadi milikku!!" geram Benny.


Di saat yang sama dia menerima panggilan masuk dari seseorang.


Entah angin apa, sontak wajahnya berubah dari marah menjadi pucat pasi. Dengan cepat dia mengambil ponselnya, tangannya bergetar, dan dia menenggak salivanya dengan kasar saat melihat nama di ponsel itu.


Dia menarik nafas dalam dalam dan menenangkan dirinya. Pria itu menatap ponselnya sekali lagi dan berusaha untuk menjawab dengan tenang.


" Sial, kenapa harus menelepon di saat aku kesal begini!!" gerutu pria itu sambil menerima panggilan maut di ponselnya itu.


" Halo selamat pagi Bos!" sapa pria itu dengan penuh semangat.


" Bagaimana keadaan bos, sudah cukup lama kita tidak bicara!!" ucap Benny berusaha mencari hati lawan bicaranya.


"Cukup basa basinya, apa kau sudah mulai bergerak!?" tanya pria di balik ponsel itu.


" Ah.. bergerak... bergerak untuk..


" WICAKSONO SIALAN!!" pekik orang itu dari seberang sana.


" Kenapa kau bahkan tak lebih berguna dari ayahmu!! dasar keparat sialan!!" pekik orang itu dari seberang sana.


" Haha... hahaha... ma..maafkan aku paman Lukas, bukan maksudku membuatmu marah, baiklah baiklah, hari ini seluruh persiapan telah matang, kami akan melakukan demo besar besaran untuk membawa keluar pimpinan grup Carat Land!" jelas Benny sambil tersenyum.


" Selama kerjamu bagus, laksanakan tanpa kesalahan apa pun!!" tukas orang itu dengan tegas.


"Siap paman!!" seru Benny dengan senyuman gembira. Jika tak bisa mendapatkan Dita dengan tangannya sendiri, maka dia akan meminta ukuran tangan para penguasa untuk membantunya menjerat Dita meskipun dia sudah memiliki istri sendiri.


" Hahaha... lihatlah Dita, kekasih satpammu yang sok jagoan itu akan habis hari ini!" ucap Benny yang masih belum tahu jelas kalau Asher adalah pimpinan yang ingin dia tarik untuk memunculkan diri di publik dan mempermalukan pria itu.


"Tunggu saja bajingan, aku akan mengambil Dita darimu!!' kesal Benny.


Sementara itu...


Huaaaachoohhh!!! Huaaacchhoohh!!!


"Astaga, dasar pembawa virus, ada apa denganmu!? kenapa kau bersin bersin begitu, jauh sana virus virus!!" teriak Dita sambil menutup hidungnya dan berlari menjauh dari Asher.


" Jangan jangan kau masih kena virus Corona, sana kau menjauh!!" teriak Ryan yang ikut panik, dia sampai menarik tangan Dita dan Jack dari dekat pria itu saking kesalnya mendengar bersin Asher yang kuat.


" Jangan mengada-ada, dasar bodoh, hanya bersin karena abu saja kau besar besarkan!!" ketus Asher seraya mengusap hidungnya.


"Apa lagi yang mau kalian lakukan!? cepatlah ini sudah jam kerja!" kesal Asher sambil menatap Dita dan Ryan.


Setelah membicarakan rencana kerjasama antara Dita dan Asher, keduanya setuju melaksanakan rencana mereka mulai sekarang. Bersama sama memecahkan masalah yang ada di depan mereka degan bantuan teman-teman mereka.


Dita dan Ryan saling melirik sambil tersenyum. Ryan dan Jack sudah tahu tentang rencana Dita untuk membuat Benny benar benar hancur. Benny yang tergila gila padanya akan dia buat kepanasan dan tak bisa tidur dengan sengaja berpose mesra dengan Asher.


" Sudah cukup, sepertinya mata mata bodoh itu sudah melapor pada tuannya yang juga bodoh, kalian sudah boleh kembali bekerja!" ucap Dita sambil tersenyum licik melirik ke arah semak semak di samping kantor grup Carat di mana mereka berkumpul untuk melakukan misi pertama.


" Apa itu cukup? dia akan marah hanya melihatmu dan Asher berpegangan tangan?" tanya Jack heran.


" Sudah cukup, aku kenal baik tempramen bajingan itu!" tukas Dita sambil tersenyum licik.


"Kalau sudah selesai aku masuk dulu, sepertinya akan ada acara besar hari ini, Jack persiapkan semuanya!' ucap Asher dengan wajah masam.


Dita menatap Jack dan Asher," Ada apa!?' tanya Dita pada Ryan yang berdiri di sampingnya.


" Hari ini Benny memimpin demo pemecatan massal cabang B, gosipnya, mereka akan memaksa Presdir untuk menunjukkan diri ke hadapan publik!" bisik Ryan sambil menatap Asher yang sudah pergi.


" Memangnya kenapa tidak menunjukkan diri saja?' tanya Dita.


Ryan menggelengkan kepalanya," itu akan jadi masalah besar, Asher memiliki masalah dengan pikirannya, dia bisa pingsan jika berdiri di depan terlalu banyak orang, " jelas Ryan.


" Kenapa bisa begitu?? bukannya hanya menatap karyawannya saja!?" tanya Dita.


Ryan menghela nafas," Sejak kematian ayahnya, dia menjadi pria penyendiri dan anti sosial, Samuel tahu semua tentang dia, seandainya Sam di sini, dia pasti akan sedikit lebih kuat!" jelas Ryan.


Dita menatap ke arah gedung besar itu. Memiliki trauma berat akan kejadian mengerikan di masa lalu, tetapi Asher memaksa dirinya menghadapi trauma itu. Sedangkan Dita memilih melarikan diri dari keluarganya dan dari kehidupan normalnya karena rasa takut akan ditinggalkan.


" Dia pasti kesulitan selama ini!" ucap Dita.


" Benar, dia sangat kesulitan, tapi bersyukur dia selalu membawa obatnya agar tidak kambuh," jelas Ryan.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗