
Johan duduk di samping brankar Dita, di mana adiknya berbaring setelah terlelap karena meminum obat penenang.
Johan tidak sekalipun meninggalkan adiknya, dia duduk di samping Dita sambil menggenggam tangan gadis itu.
Asher dan yang lainnya juga khawatir saat mendengar kejadian mengejutkan itu, mereka semua terkejut karena kedatangan tiba-tiba dari perempuan yang mengaku sebagai Ibu dari dua bersaudara itu.
Ibu, sosok yang sangat penting dalam pertumbuhan mental anak malah menjadi sumber trauma yang paling menyakitkan bagi kedua bersaudara itu.
Tuan Luther hanya bisa menatap kedua anaknya dengan rasa bersalah mendalam. Dia menyalahkan dirinya karena tidak becus menjaga rumah tangganya sampai membuat kedua anaknya hidup menderita dalam trauma selama puluhan tahun.
"Nak.. maafkan bapak," ucap Tuan Luther.
Johan sama sekali tidak mendengarkan, dia hanya menatap Dita dengan tatapan khawatir. Sejak kecil keduanya sudah hidup dalam penderitaan, berjuang bersama-sama hanya untuk keluar dari trauma.
Tapi hari ini, kedatangan mantan istri ayah mereka membuat trauma berat itu kembali menghantam hati dan jiwa mereka.
"Bapak... tolong biarkan Johan dan Dita sendiri, kalian juga, tolong keluarlah dulu, " ucap Johan tanpa menoleh pada mereka sama sekali.
Hati tuan Luther terluka, kedua anaknya harus menghadapi semua rasa sakit mengerikan itu.
Dulu, tuan Luther sibuk mencari uang untuk melunasi utang istrinya, utang Keluarganya dan memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Saat masih muda, menjadi dokter adalah jalan yang sulit karena tantangan yang dia hadapi sangat besar.
Tuan Luther sibuk bekerja banting tulang pagi, siang dan malam. Dia mempercayakan anak anaknya pada sang istri. Tapi tanpa dia ketahui, kedua anaknya malah disiksa oleh istrinya yang sangat benci dengan pernikahan itu.
Alasan Nyonya Vera mau menikahi tuan Luther adalah Karena perjodohan dan janji akan membantunya melunasi utang.
Akhirnya, nyonya Vera hanya hidup bagaikan benalu di pundak tuan Luther. Dia berselingkuh terang-terangan di depan keluarganya. Membawa teman selingkuhan nya bahkan sampai melahirkan anak dengan selingkuhan nya yang menjadi suaminya saat ini.
Asher merangkul tuan Luther," Om kita keluar dulu, biarkan mereka istirahat, ini berat bagi mereka," ucap Asher.
Mau tak mau tuan Luther menurut, dia berjalan keluar dengan wajah sendu menatap putra putrinya yang malang.
Asher menatap kekasihnya yang terbaring lemah di atas brankar. Berharap Dita akan baik-baik saja meskipun itu hal yang mustahil.
"Apa rencana mereka? kenapa Ibu Dita tiba-tiba muncul!? apa yang sedang kau pikirkan tuan Jang!? apa kau hendak menggunakan anak dari iparmu untuk mempermainkan aku!?" batin Asher menaruh curiga pada tuan Jang, kakak ipar nyonya Vera.
"Apa dia akan menggunakan perempuan sialan itu? murahan! tak kan kubiarkan kau menyentuh kakak beradik itu!" geram Asher.
Asher tahu segalanya, dia mendekati Dita juga dengan tujuan melindungi Dita namun berakhir jatuh cinta pada gadis itu.
Mereka keluar dari ruangan private itu. Membiarkan Johan menenangkan diri dengan Dita bersamanya.
" Asher, maaf mau harus melihat ini, semua ini salah om," ucap pria itu.
"Tenanglah om, ini bukan salah om, ini salah mereka yang punya hati dan pikiran serakah!" ucap Asher.
"Apa Om kenal dengan tuan Jang!?" Asher menatap pria itu.
Mendengar nama tuan Jang, sontak tuan Luther sedikit terkejut.
"Bagaimana kau mengenal nya!?"tuan Luther tampak sangat terkejut saat Asher membahas pria itu.
Wajah serius Asher mengatakan segalanya. Dia membawa tuan Luther untuk berbicara dengannya
Sementara itu , Johan masih duduk termenung di samping brankar adiknya.
Dia menggenggam tangan Dita dengan erat. Padahal Dita baru memulai sebagai pribadi yang baru, baru menata hidupnya lagi dan melakukan perubahan, tak disangka guncangan sebesar ini malah datang di awal perubahan gadis itu.
"Maafkan kakak, maafkan kakak sayang, kakak gak bisa jaga kamu dengan baik, maafkan kakak, kakak tidak berguna!!" Johan menangis, dia menggenggam erat tangan adiknya.
Johan menemani adiknya, di masa lalu pun begitu, mereka berjuang bersama menghadapi rasa takut yang membuat seluruh hidup mereka berantakan.
Johan menangis, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga adiknya dengan baik..
"kak..." suara lembut Dita terdengar.
Gadis itu bangun, dia mengusap wajah kakaknya yang sedang menangis.
Matanya berkaca-kaca, " kenapa menangis hmm?" ucap Dita sambil menatap sang kakak.
Johan membalas tatapan Dita, cepat-cepat dia hapus air matanya sambil berusaha tersenyum menutupi rasa sakit di hatinya.
"Nggak apa-apa, bagaimana perasaanmu hmm? apa ada yang sakit? bagaimana keadaan adik kecil kakak?" tanya Johan sambil mengusap pucuk kepala adiknya dengan lembut.
"Selalu lebih baik jika berada di samping kakak, maaf membuatmu khawatir," ucap Dita yang jelas menahan air matanya.
Kakak beradik itu saling menatap, sontak tangisan mereka pecah.
Dita tak kuasa menahan rasa sedihnya, ia memeluk sang kakak sambil menangis tersedu-sedu.
" huaaa.. kaaakkk.... Ditaa... hiks hiks hiks... Dita taaakutttt!!!" Gadis itu gemetar memeluk kakaknya dengan erat.
Johan juga menangis, dia balas pelukan adiknya, mengusap kepala Dita dengan lembut.
"Maaf sayang, maafkan kakak... maafkan kakak Dita," ucap Johan.
Keduanya berpelukan. rasanya sangat sedih. Hati mereka tersayat-sayat. Di saat mereka berusaha melupakan trauma dan rasa sakit yang diberikan ibu mereka, justru perempuan itu datang secara tidak terduga dan memanggil mereka sebagai anaknya.
Keduanya menangis begitu pilu. Tak akan ada yang tahu rasa sakit mereka selain diri mereka sendiri. Setiap saat berusaha menghibur diri mereka untuk melupakan rasa sakit dan kecewa itu.
Keduanya berpelukan, saing menghibur untuk waktu yang lama.
Di luar pintu kamar itu, Asher berdiri sambil menatap ke arah mereka. Dia mengeraskan rahangnya, sudah sadar akan rencana tuan Jang untuk menghancurkan dia dan orang-orang yang dia sayangi.
"Jang Dong Min! apa ini caramu untuk menghancurkan kami? sama seperti caramu menghilangkan nyawa Papa dan membuat trauma bagi Samuel!?" batin Asher.
"Lihat pembalasanku keparat," Asher pergi dari tempat itu.
"Jack, siapkan rapat pemegang saham, akuisisi grup Jang sekarang juga sesuai rencana sejak awal!!" titah Asher.
"Siap tuan!" balas Jack melalui sambungan teleponnya.
Asher sudah menyiapkan semuanya, untuk membalaskan dendam kesumat yang membakar hatinya selama bertahun-tahun.
Kematian ayahnya, Penyakit psikis pada Samuel, trauma Dita dan Johan, kehancuran keluarganya dan keluarga Dita adalah perbuatan dari tuan Jang Dong Min, pria yang merupakan mantan kekasih Ibunya, pria yang tergila-gila pada nyonya Kiara saat usia mereka masih begitu muda.
Asher sudah mencari tahu semua ini dan mempersiapkan hukuman yang berat bagi Jang Dong Min.
Dia tidak akan membiarkan orang-orang yang dia sayangi disentuh oleh bajingan itu.
"Jang Dong Min, kau akan menerima persis seperti yang kau lakukan pada keluargaku dan keluarga Luther!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗