Loco

Loco
60 Loco : Samuel atau Lucifer



Hari ini, Aruna akan kembali ke apartemen Dita setelah dirawat dengan intensif di rumah sakit. Dita membantu gadis itu membereskan semua perlengkapannya. Kondisinya sudah benar benar pulih setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit.


Sementara itu,


Samuel keluar dari sebuah ruangan bernuansa hitam dengan jubah besar berwarna maroon yang menggantung di tubuhnya.


Langkah kakinya terdengar berat, decitan gesekan telapak kaki dengan lantai semi kayu di ruangannya terdengar mengerikan.


Berkas berkas sinar matahari merambat masuk melalui lubang lubang pentilasi udara. Kasur besar dan luas itu dia tinggalkan begitu saja.


Wajahnya yang datar dan dingin menandakan kemarahan mengerikan.


" Tuan muda, hari ini jadwal kepulangan nona Aruna dari rumah sakit," Suara asistennya melalui radio penghubung terdengar.


Dia duduk di depan komputernya sambil menyeruput kopi hangat yang sudah tersedia di dekat meja itu bersama dengan sarapan paginya.


" Hari ini tuan Asher akan melaksanakan rencana pertama, beliau berpesan agar tuan membantu nona Dita membawa nona Aruna,"


" Jadwal berikutnya sudah saya kirimkan ke ponsel tuan muda " jelas asisten pria itu.


Hal yang selalu sama dia lakukan setiap hari. Duduk di depan komputer sambil menatap dirinya dalam semua rekaman video ketika Alter egonya keluar. Duduk dengan tatapan mata yang dingin sambil mendengarkan laporan kerja dari asistennya.


"Kau tidak akan pernah kalah, datang padaku Samuel, maka aku akan menjadikanmu orang yang lebih kuat dari siapa pun!!" Suara itu terdengar jelas. Rekaman video ketika jiwa lain dalam dirinya bangkit dan mengirim pesan menohok pada Samuel.


Ada dua kepribadian yang tinggal dalam dir pria itu. Samuel adalah kepribadian yang biasa menanggung sakit, derita, penghinaan, pengkhianatan dan alter egonya adalah saluran luapan emosi untuk membalaskan kemarahan, kesedihan dan pukulan yang diterima Samuel.


Tangan Samuel mengepal seiring video itu berhenti. Kepribadian ganda, kondisi di mana ketika seseorang mengalami gangguan psikis di mana ada beberapa kepribadian yang muncul dalam dirinya dan seolah hidup, memiliki karakter sendiri, memiliki kemampuan sendiri dan memiliki hidup sendiri.


Keadaan ini dipicu oleh trauma berat yang dialami oleh penderitanya. Entah


bagaimana Samuel akan sembuh nantinya. Yang jelas Alter ego ini bisa merebut kepribadian asli penderitanya.


Samuel menghabiskan sarapan paginya, setelahnya dia bersiap untuk berangkat ke rumah sakit, menjemput Aruna untuk mendaftar pernikahan mereka ke negara agar resmi di mata hukum.


"Balas dendam! orang-orang yang membuatku jadi begini harus mati di tanganku!" geram Samuel.


Pria itu menunduk, amarahnya sudah berada di titik paling atas toleransi. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


Hingga apa yang paling dia dan teman temannya takutkan muncul kembali setelah terkunci dalam dirinya bertahun-tahun lamanya.


Saat dia dijebak oleh seseorang yang sangat dia percaya, alter ego itu muncul kembali dan dipengaruhi oleh alkohol serta obat jahanam yang membuatnya melibatkan Aruna yang malang.


Seringai menyeramkan muncul di wajah pria itu, "Hah.... sshhhh...." Deru nafasnya yang kasar dan berat bahkan membuat suasana di ruangan itu semakin menegangkan.


Kepalanya terangkat ke atas, memutar ke kanan dan kiri dengan kedua mata yang menutup. Tersenyum sinis sambil meregangkan tubuhnya.


"Akhirnya bangun kembali, si bodoh ini masih belum bisa menyelesaikan masalahnya sendiri!" Pria itu berbicara.


Jika orang melihat, mereka mungkin akan menyebutnya kesurupan.


"Saatnya balas dendam!!" gumam pria itu sambil tersenyum sinis.


Alter ego dengan panggilan Lucifer itu menunjukkan jati dirinya. Seolah Samuel yang asli tenggelam dalam lingkupan alter egonya. Kepribadiannya terbelah dua, membuat dua kepribadian muncul dalam satu tubuh.


Dia melangkah dengan perkasa, jubah merah itu masih menggantung di tubuh kekarnya yang penuh dengan luka.


Jika dilihat sekilas, di bagian leher kirinya ada bekas luka sayatan yang memanjang. Pria itu berjalan dengan gagah.


Kedatangannya membuat seluruh pengawal terdiam, Samuel asli saja sudah menakutkan apalagi aura pembunuh alter egonya keluar membuat semua tampak semakin menegangkan.


" Selamat siang tuan, " asistennya berdiri sambil menyerahkan kunci mobil pada pria itu.


Lucifer melirik tangan asisten itu, lalu merampas kunci mobil begitu saja tanpa mengatakan apa pun.


Dia berjalan, tetapi ekor matanya melirik asisten Samuel yang masih dalam posisi membungkuk, bibirnya tersungging ke atas.


"Kau dipecat!" ucap Lucifer.


Dia tahu Samuel punya kelemahan terutama ketika mabuk dia akan terlihat seperti orang lupa diri. Melihat kesempatan untuk menjatuhkan Samuel, pria bernama Martin itu melakukan mengambil kesempatan dengan menjebak Samuel ketika mereka berkumpul di salah satu ruang bisnis hotel Wicaksono.


Martin diperintahkan oleh seseorang yang berkedudukan besar dan penting untuk menjebak pria itu dan bekerjasama dengan Caca.


Jelas sekali, Martin, Benny, Caca, Emma dan beberapa orang lainnya merupakan boneka perpanjangan tangan dari sosok penyebab kekacauan gila ini.


"Tu.. Tuan, saya sudah bekerja bertahun-tahun di organisasi, saya sangat setia pada anda tapi kenapa anda melakukan ini!? apa yang saya lakukan!? kenapa saya di pecat!?" protes Martin yang langsung menghampiri pria itu dengan wajah terkejut.


Wajar saja, seluruh rencana penggerak atas yang mengendalikan dia akan hancur begitu saja ketika Martin dipecat.


" Tuan, katakan apa kesalahan saya, sejak organisasi dibentuk saya sudah mendukung anda, hingga banyak anak buah yang ikut dengan kita, kurang apa lagi tuan!??" protes Martin tak terima.


Dia benar benar tak percaya ketika mendengar dari pria itu bahwa dirinya dipecat. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Samuel melontarkan pemecatan padanya.


Lucifer dalam tubuh Samuel, setengah dari jiwa Samuel yang terbagi melirik pria itu dengan lirikan setan seperti namanya si raja setan.


"Tuan, saya tak mau dipecat, saya tidak mau, saya menolak!" tukas Martin sambil menatap Samuel dengan wajah kesal.


Taring Lucifer terlihat, dia menatap Martin seperti sedang menatap kotoran menjijikkan.


Grap!!


Tangan kekar itu sudah berpindah ke leher Martin.


" Aku tidak butuh basa basi!!" ucap Lucifer sambil mengangkat pria itu dengan tangan kanannya. Mengangkat beban sebesar itu hanya dengan satu tangan. Jelas hanya manusia gila sejenis Dita yang mampu melakukannya.


Kaki Martin meronta-ronta, dia kesakitan. Nafasnya tercekat sampai wajahnya benar benar merah padam.


Berbicara pun dia tak sanggup karena Lucifer mencekik lehernya.


" Peraturan satu satunya dalam kekuasaanku adalah, perkataanku.. perintahku... adalah...


"MU. TLAK!" tegas pria itu sambil mengangkat tubuh Martin tinggi-tinggi dan...


syuukkk!!! Brakkhh!!!


Dilemparkannya tubuh itu seperti sedang melempar batu, remuk. hancur berkeping-keping menghantam tembok gedung besar mengerikan. Dia mengeksekusi pria itu di depan jejeran anak buahnya yang kini berhenti berlatih dan terdiam membeku di depan tuan muda mereka.


" Mengurus sampah kecil ini saja kau tak bisa Samuel, kau telah melanggar kesepakatan kita, jangan salahkan aku mengambil tindakan!!" geram pria itu.


Martin hampir mati, pria itu seperti ayam yang diremukkan begitu saja, tulang tulangnya patah, tak ada manusia yang akan selamat jika menerima benturan begitu keras.


" Bawa kemari!" ucap pria itu.


Dengan sigap anak buahnya menarik Martin.


Lucifer sendiri mengambil belati dari pinggang anak buahnya, sambil menyeringai dia menarik tangan kiri pria itu.


Krakk! krakk!!


" Arrkhhh!!!!!!!!" Martin memekik kesakitan saat jari jari tangan kirinya dipotong seperti potongan daging sapi.


Lucifer yang kejam mengambil potongan itu lalu memasukkannya ke dalam mulut Martin, memaksa pria itu mengunyah sampai darah keluar dari mulutnya.


" Selamat sarapan pagi!" ucapnya lalu membawa potongan lainnya di tangannya.


"giliranmu pria bajingan!!" gumam Lucifer sambil tersenyum sinis.


.


.


.


Like vote dan komen 🤗