
Cahaya lembut dari sang mentari menggelitik permukaan kulit Dita yang sedang terlelap begitu nyenyak sambil memeluk sang pangeran tampan.
Asher tersenyum bahagia melihat kelakuan Dita. Dia mengusap kening gadis itu, mengusap pipinya dengan lembut dan menatap nya dengan penuh perhatian.
" Kalau tidur begini, dia terlihat seperti ana kucing yang sangat menggemaskan, tapi lain cerita kalau sudah bangun, dia seperti nenek lampir!" batin Asher .
tatapan matanya mengatakan segalanya, bahwa pria tampan itu sudah terkena pelet cinta dari si nona manis yang sedang ada dalam pelukan.
Dita akhirnya terbangun, gadis itu mengedipkan kedua matanya sambil meraba-raba dada bidang Asher yang sedang dia peluk dengan erat.
" ummm.... apa ini?" gumam Dita.
Kepalanya masih sakit, pengaruh alkohol membuatnya tak konsentrasi.
"Selamat pagi," sapa Asher sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Dita.
Mendengar suara Asher membuat gadis itu terkejut hingga dia teringat dengan apa yang terjadi semalam.
degh!
"Ka.. kau!!!" teriak Dita yang sontak bangun dari tempat berbaringnya dan menatap Asher dengan wajah panik.
Asher tersenyum sambil menarik tangan gadis itu dan menggenggamnya," selamat pagi Babe," bisik pria itu sambil beranjak dari atas kasur.
Dia tersenyum begitu manis, menepuk pucuk kepala Dita dan merapikan rambut Dita dengan lembut.
dugdugdug...
jantung Dita berdegup kenang, rasanya aliran darahnya bergerak terlalu cepat sampai membuat wajahnya panas dan memerah.
"Ka... kau... se... semalam!?" Dita menatap pria itu tak percaya.
Bayangan ciuman panjang dan hangat yang terjadi semalam kembali terlihat di ingatannya.
Asher tersenyum lalu sedikit membungkuk dan menatap Dita dengan senyuman manis di wajahnya.
Cup!
Sebuah kecupan lembut mendarat di kening gadis itu, membuat pemilik kening itu terdiam membeku seperti terkena hipnotis dari sang pangeran tampan pujaan hati.
"Selamat pagi, kau pasti sakit kepala, bersih bersih sana, biar aku yang masak," ucap Asher sambil beranjak ke dapur.
Dita terdiam membeku sambil mengusap kening dan bibirnya bergantian.
"Semalam bukan mimpi kan!?" ucapnya pelan.
Tiba-tiba Asher datang lagi dan...
Cup!!
satu kecupan mendarat di pipi gadis itu," tentu saja bukan mimpi," ucap Asher dengan wajah jahil.
Dita terdiam lagi, jantungnya berdegup kencang, rasanya sangat mengejutkan saat dia ingat dirinya menyatakan perasaannya pada Asher.
Gadis itu menatap ke arah dapur," Arkhh... apa yang ku lakukan semalam ,itu memalukan!!" gumam Dita sambil menarik selimut dan memukuli kepalanya di sana.
" Wahahahahhaha... yang kulakukan semalam sangat di luar akal!!" celetuk Dita tak percaya.
Ini pertama kali dirinya seperti itu, bahkan begitu dekat dengan seorang pria sampai menghabiskan satu malam sambil berpelukan dan berciuman seperti itu.
Dita menepuk pipi nya tak percaya, dia mengusap bibirnya lagi. Gadis itu malu!
"Arrhkkk apa yang kulakukan!!" gumam Dita yang sangat malu dengan kelakuannya semalam.
Segurat senyum tipis tergambar di wajah Asher yang sedang memasak di dapur.
Sama halnya dengan Dita yang senyum senyum sendiri setelah mengingat apa yang terjadi semalam.
"Aku... dan Asher... hahaha... aku sudah gila!" gumamnya sambil berjingkrak-jingkrak seperti katak melompat di atas kasurnya.
Rasanya sangat bahagia sekaligus malu.
"Aku berjanji akan membuatmu bahagia,"
Dita tersenyum lagi mengingat kalimat itu. Rasanya berbunga-bunga, tak pernah dia sebahagia ini, dan sekali lagi dia bersyukur karena Ashar menyelamatkan hidupnya.
Dita menepuk kepalanya," hampir aku mati semalam!" gumam gadis itu sambil berjalan ke kamar mandi.
Dita membersihkan tubuhnya, karena pengaruh alkohol perutnya berasa tidak nyaman dan kepalanya masih sedikit pusing.
Selesai membersihkan diri dia keluar dari kamar sambil meregangkan tubuhnya.
" Kau sudah selesai?" Asher menghampiri gadis itu dan membawanya duduk di meja makan.
Mata Dita membulat sempurna saat melihat hidangan yang sangat harum tertata di atas meja makannya.
" Wahhh... apa kau memasak semua ini?" tanya Dita dengan penuh semangat.
" Tentu saja," ucap Asher sambil tersenyum.
Pria itu menghidangkan sup hangat pereda mabuk dan beberapa masakan lain di atas meja.
"Makanlah," ucap Asher sambil meletakkan lauk di atas piring Dita.
Tetapi mata gadis itu menangkap luka di jari Asher.
Pria itu hanya tersenyum," tidak masalah, hanya luka kecil," ucap Asher.
"Tapi...
"Sudah tenanglah," ucap Asher yang langsung bergerak ke kotak P3K dan mengurus lukanya dengan cepat agar Dita tak perlu khawatir.
"Lihat sudah baik-baik saja," ucap Asher sambil tersenyum.
Dita menatap pria itu dengan. penuh haru, dia bangkit berdiri dan menghamburkan pelukannya tanpa ragu, berlari tanpa ragu ke pelukan Asher.
"Terimakasih..." ucap Dita sambil menangis.
Asher tersenyum lembut, dia membalas pelukan Dita dan memeluknya lebih erat," Semua akan baik-baik saja, jangan takut, ada aku di sini," ucap Asher.
Dita menangis, dia menatap Asher dengan mata berkaca-kaca," Maaf... aku.. aku hanya sedang kalut," ucap Dita.
Asher mengusap pucuk kepala gadis itu dan menatapnya dengan penuh kehangatan," Semua akan baik-baik saja ," ucapnya sambil mengusap pipi Dita dengan lembut.
Dita mengangguk sambil tersenyum lembut.
"Nah, kau cantik kalau tersenyum, ayo kita makan, aku sudah sangat lapar!" ucap Asher.
"Baiklah," balas gadis itu sambil memeluk lengan Asher.
Keduanya menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang di dalam kediaman Dita.
Asher sangat memperhatikan makanan Dita. Dia mempersiapkan semuanya dengan baik agar gadis itu merasa nyaman.
"Ada jadwal apa hari ini?" tanya Asher sambil mengusap sisa makanan di bibir Dita.
"Emm... hari ini ada pelajaran etika bersama Bianca, ku rasa sebentar lagi dia akan tiba," ucap Dita.
Asher mengangguk," belajar yang benar, kita harus balas dendam bukan?" ucap Asher sambil tersenyum.
Dita menatap pria itu, dia benar-benar terpuruk karena pertemuan dengan ibunya yang jahat.
"Terimakasih sudah menyelamatkan ku semalam, terimakasih banyak," ucap Dita sambil menunduk, lagi lagi dia menahan air matanya.
Asher mengusap wajah gadis itu dan mengarahkannya untuk menatap dirinya.
" Sudah tugasku melindungi mu, aku sudah berjanji!' ucap Asher.
"Aku tidak akan meninggalkan mu," ucapnya lagi.
Dita menatap pria itu, ingin dia mencari kebohongan di mata Asher, tetapi yang dia temukan adalah sebuah ketulusan yang sangat berharga.
"Kenapa kau mau menemani seseorang seperti diriku? aku punya banyak kekurangan, kau hanya akan dirugikan," ucap Dita.
"Aku bisa minta ganti ruginya dengan ini...
Asher mendekati Dita dan..
Cup!
dia mengecup bibir Dita sambil tersenyum dengan manis.
"Ka.. kau!! sejak kapan kau suka melakukan itu!" ucap Dita terkejut sambil menutup mulutnya dan menatap Asher.
"Sejak jatuh cinta pada mu," ucap Asher dengan senyuman bahagia. Dita tak bisa berkata-kata, rasanya dia sangat terkejut dengan apa yang Asher lakukan.
"Jangan memikirkannya sendirian Dita, ada aku... aku akan membantumu, jangan takut sendiri, aku di sini, kau bisa datang dan berlari padaku kapan saja," ucap Asher sambil menatap kedua netra Dita dengan lembut.
Air mata gadis itu tidak bis Adia bendung, dia menangis di depan Asher sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah pria itu.
" Terimakasih!" ucapnya sambil terus menatap Asher.
Keduanya saling bertatapan, semakin dekat, semakin dekat hingga jarak mereka terkikis.
"Ekhmm!!!"
"Astaga!" Dita dan Asher tersentak kaget saat mendengar suara dehaman seseorang.
"Nyosor terus sampai bibirmu kayak bebek, nikah atuh nikaaahhh..." celetuk Johan yang datang bersama Bianca dan Jack.
"pfthh hahah... ketahuan !!" ucap Jack.
"wahh kalian benar benar tidak boleh disatukan!" imbuh Bianca.
Asher menatap mereka bertiga,"Tcih dasar lalat pengganggu, tutup mata kalian!!" ucap Asher yang malah menyambar bibir Dita di depan mereka.
"Asher!!"
"Bahahahhahaha...
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗🤗