
Asher dan Dita duduk berdua di bangku penumpang mobil Van besar yang dibawa oleh Jack dan Bianca juga duduk di bagian depan, memberikan ruang bagi pasangan itu.
Dita menyuapi Asher dengan tenang. Karena harus cepat tiba di kantor, akhirnya Asher membawa Dita dan buburnya untuk dia makan di dalam mobil.
"Aku harus cepat ke kantor, tidak masalah kan kalau makan di sini?" tanya Asher.
Dita tersenyum, dia mengusap bibir pria itu,"kau sudah menanyakannya puluhan kali, tidak masalah selama kau makan dengan baik dan minum obatmu," ucap Dita seraya mengusap pipi pria itu dengan penuh kasih sayang.
Asher mengganggap tangan Dita dan menatapnya," Ke depannya, mari kita saling terbuka dan membicarakan isi hati kita, aku tidak Selalu peka, aku juga tahu aku tidak sempurna, tapi akan kuusahakan untuk selalu memahamimu," ucapnya dengan penuh ketulusan.
Dita tersenyum lembut,"Aku juga akan belajar jadi perempuan yang lebih dewasa, tidak kekanakan, sepertinya aku perlu belajar banyak," ucap Dita .
"Mari kita sama sama belajar untuk saling memahami," ucap Asher yang dibalas anggukan kepala oleh Dita.
Keduanya dimabuk Asmara, sangat mesra dan cocok satu sama lain.
Keduanya sadar, salah satu inti dari awet tidaknya hubungan mereka adalah komunikasi satu sama lain.
Tanpa komunikasi yang baik, akan terjadi hal hal buruk seperti yang baru mereka alami.
Asher menghabiskan semua makanannya dengan lahap. Hal ini membuat Dita senang dan teringat dengan putranya Regard.
"Aku merindukan Regard, kapan kita bisa melihatnya?" tanya Dita dengan wajah sendu.
Tak bertemu anak itu berhari hari, rasanya sudah seperti bertahun-tahun.
Asher mengusap pucuk kepala gadis itu," kita akan menemuinya secepatnya," ucap Pria itu.
"Bagaimana pelajaranmu dengan Bianca?" tanya Asher.
"Aku berusaha yang terbaik, Bianca sebaiknya yang menjelaskan," ucap Dita.
"Nona Dita sudah berhenti belajar, dia sangat cepat beradaptasi, saya pikir sebaiknya kalian cepat menikah, pelajaran yang lebih banyak akan Dita dapatkan dari nyonya Kiara,'" jelas gadis itu dari bangku depan.
"Benarkah? itu artinya kita harus segera menikah," ucap Asher sambil tersenyum jahil.
Dita terkekeh," semua tergantung lamaranmu tuan buncis," ucap Dita.
"Baiklah, tunggu waktunya nona melonku," balas Asher sambil memeluk kekasihnya dengan erat.
Jack dan Bianca yang duduk di depan juga turut tersenyum bahagia dengan perkembangan hubungan sejoli yang sangat serasi itu.
Awal hubungan yang dipenuhi dengan perkelahian ternyata malah menumbuhkan benih benih cinta yang kini menjadi sebuah pohon besar tak tergoyahkan.
Sementara itu di Grup Wicaksono, tuan besar Jang sedang mengamuk dengan wajah memerah seperti banteng di dalam ruangan direktur eksekutif perusahaan itu, siapa lagi kalau bukan Benny Wicaksono.
" Apa yang kau lakukan Benny bajingan, kenapa kau membeli file sampah ini!!" pekik tuan Jang.
"Pa..paman... jangan begini, aku juga tidak tau apa apa soal file itu, aku hanya melakukan perintahmu, kenapa kau marah padaku!!!" teriak Benny tak kalah marahnya pada sang Paman yang pagi pagi ini datang merongrong dia ke perusahaannya sambil mengamuk besar.
Pagi ini seisi perusahaan grup Jang dibuat kelabakan dengan error function dari aplikasi yang mereka luncurkan dengan bangga semalam.
Setelah mengubah beberapa bagian dari file aplikasi tersebut, mereka meluncurkan aplikasi tanpa tahu kalau peluncuran aplikasi hanya bisa digunakan di perusahaan asalnya, dengan menggunakan kode unik yang hanya diketahui oleh sang pemilik aplikasi sesungguhnya.
Dan terjadilah error hari ini yang menyebab sebagian besar data pengunjungnya hilang bahkan bocor entah kemana-mana.
Kini grup itu menuai kecaman dan kritikan pedas dari seluruh pengguna.
Tuan Jang sangat marah karena kejadian ini, belum lagi seluruh media dengan cepat langsung memberikan tanggapan atas hal mengejutkan ini.
"Sekarang semuanya hancur, apa yang akan kau lakukan untuk memperbaiki ini keparat!!" pekik Tuan Jang .
Benny mengeraskan rahangnya, dia juga tidak tahu kalau grup Carat Land sudah mempunyai perusaan sematang itu sampai membuat dirinya terjebak.
"Apa katamu!? kau berani melawanku sialan!!" Pekik tuan Jang lagi.
Tak tahu di mana dia harus menaruh wajahnya. Rasanya sangat memalukan karena dirinya dicap sebagai pembohong dan perusahaan nya disebut melakukan penipuan besar terhadap publik yang percaya pada mereka.
"Kemari kau keparat!! arrkhhh Wicaksono sialan, aku melatihmu, aku memasukkanmu ke grup itu bukan jadi orang bodoh!! tapi jadi kaki tanganku untuk menghancurkan mereka!!" teriak Tuan Jang.
"Tapi yang kau lakukan malah menghancurkan aku bangsat!!" pekik tuan Jang.
Hancur sudah perusahaan nya karena masalah ini.
Di saat yang sama asistennya berlari masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah pucat.
"Tuan gawat, lihat ini!!" ucap pria itu sambil menyalakan televisi.
Benny dan tuan Jang menatap ke arah televisi.
Berita utama hari ini adalah peluncuran perdana aplikasi belanja Carat Land yang sangat menarik perhatian para investor dengan seluruh fungsi aplikasi yang berjalan dengan begitu baik, nyaman, ramah pengguna dan dapat di akses baik secara online maupun offline.
Seluruh mata kembali tertuju pada Carat Land, perusahaan raksasa yang sebelumnya tertimpa masalah rumor buruk karyawan. Tetapi kini bangkit bak burung Phoenix di tengah persaingan ketat antar perusahaan start up.
Asher memimpin pancuran hari ini. Aplikasi tersebut mendapat sambutan hangat di mata ora pengguna dan juga para pelanggan setia grup Carat.
Kini seluruh urusan yang melibatkan grup Carat akan dengan mudah diakses melalui aplikasi tersebut.
"Sialan, tidak mungkin!!" pekik tuan Jang.
Hancur sudah citra grup Jang Karena kesalahan sepele yang membuat namanya tercoreng.
Sementara itu. grup Carat Land kini dipenuhi oleh para wartawan hyang penasaran dengan aplikasi yang begitu mirip dengan milik grup Jang.
"Tuan bisa jelaskan kenapa aplikasi yang dikeluarkan sangat mirip dengan grup Jang!?".
" Benar, itu sama persis!!"
Para wartawan melontarkan berbagai pertanyaan pada Jack yang berdiri di depan podium mewakili sang Presdir yang masih belum sehat sepenuhnya.
"Baiklah, kami akan memperjelas semuanya!!" ucap Jack.
"Lihat baik-baik tayangan pada seluruh slide yang akan muncul di layar, maka kalian akan paham akan apa yang sedang terjadi!" ucap Jack.
Video diputar, tampaklah Benny sedang melakukan transaksi dengan Vino, direktur kreatif grup Carat.
Jelas sekali Vino dan Benny membicarakan kehancuran grup Carat dengan lantang. Vino menjual file itu pada Benny bersama seorang perwakilan grup Jang sebagai saksi transaksi. Lalu video berikutnya adalah Benny dan beberapa karyawan yang membelot berencana menjatuhkan grup itu bersama-sama.
Kelakuan anak dari Wicaksono diungkap ke publik dan membuat semua orang geger Semua masalah yang terjadi selama ini ternyata hasil rekayasa Putra satu satunya grup Wicaksono.
Seluruh media dibuat geger dengan kejadian ini. Di saat yang sama Efek yang dapat langsung dirasakan grup Wicaksono dan grup Jang adalah kehilangan sebagian besar investor mereka.
Kejadian ini menyebabkan gagalnya kerja sama bahkan beberapa perusahaan yang sudah menjalin kerja sama melayangkan tuntutan terutama kepada grup Wicaksono.
Dari balik ruangan lainnya, Asher menatap konferensi itu dengan senyuman menyeramkan," Satu per satu akan ku basmi kalian!!" batin pria itu dengan segala rencana yang sudah disusun dengan matang.
.
.
.
Like, vote dan komen