
Brukk!!
Tubuh si tua Jang itu dihempaskan ke atas lantai yang sudah pecah. Tepat di mana Samuel dan tuan Roth disiksa belasan tahun yang lalu.
Ruangan yang sama, gedung dan lokasi yang sama dengan suasana yang sama.
Lucifer sudah mempersiapkan semua ini selama bertahun-tahun lamanya. Merebut gedung itu dan menyimpannya bertahun-tahun dengan kondisi yang sama.
Masih jelas dalam ingatannya bagaimana kekejaman tuan Jang ketika mengeksekusi tuan Roth, dan kedua orangtuanya.
Semua memori itu masih terekam jelas diingatan Lucifer tetapi Samuel pemilik tubuh yang sebenarnya tam ingat satu pun momen mengerikan itu.
Lucifer menjadi saluran pelampiasan kemarahan dan menyimpan dendam yang terlalu berat bagi jiwanya yang terguncang.
"Kau masih ingat tempat ini!?" ucap Lucifer sambil tersenyum menyeringai dengan gigi taringnya yang terlihat begitu menyeramkan di bawah cahaya remang-remang ruangan itu.
Tuan Jang yang wajahnya babak belur dibuat ketakutan bukan main saat melihat penampilan Lucifer yang menyeramkan.
" Si.. sialan,kurang ajar!! bajingan, harusnya ku bunuh kau hari itu!!!' pekik tuan Jang sambil berjalan mundur dengan tubuh gemetaran.
Untuk pertama kalinya seumur hidupnya ada seseorang yang membuatnya sangat ketakutan seperti saat ini.
Lucifer menyeringai," Apa kau ingat aku dengan jelas hmmm...." ucap Lucifer sambil mengangkat sebuah tongkat besi, tongkat Yang sama persis dengan yang digunakan oleh tuan Jang untuk memukuli mereka di ruangan itu.
Kriieetttt......
Menyeramkan dan menegangkan. suara benda besi itu begitu melengking ketika menggores lantai pecah di ruangan itu.
" Apa kabar, kau pasti ingat aku, Lucifer, " ucap nya.
"lu..Lucifer!?' tuan Jang terhenyak, bagaimana mungkin dia melupakan tatapan penuh dendam dan tatapan tajam menusuk belasan tahun lalu ketika dia hampir membunuh Samuel dengan tangannya sendiri?
"Ahh... aku ingat!" ucap pria itu.
Grep!!!
pelan namun pasti, Lucifer mencekik leher pria itu sambil menatapnya dengan senyuman licik.
"Aku akan memastikan kau mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatanmu!" ucap Lucifer sambil menarik kepala pria itu begitu saja.
" uhuk... arkrhhgkkk le...phasskaannn... arrkhh... arkrhhh... arkhh!!
tuan Jang hampir mati sesak karena cemilan tangan Lucifer yang begitu kuat di lehernya.
Lucifer menyertai tubuh pria itu,jika belasan tahun aku dia hanya seorang pria lemah dengan tekad balas dendam yang begitu kuat, namun saat ini dia adalah pria yang berbeda.
Pria menyeramkan yang siap menghancurkan hidup tuan Jang dengan tangannya sendiri.
Dia mengikat tuan Jang di atas kursi, lalu tampaklah layar lebar di hadapan mereka.
" Kau perhatikan baik baik, bagaimana keluarga yang kau cintai, kau sembunyikan sudah hancur di tanganku hahaha...." ucap Lucifer sambil menunjukkan video kehancuran anaknya yang ditangkap karena kasus korupsi dan pengedaran barang ilegal, istri tuan Jang yang dia sembunyikan di negeri yang jauh ditangkap karena ditemukan bermalam di hotel dengan pria lain.
Tuan Jang dibalut terkejut setengah mati. Selama ini dia menyembunyikan identitas istri dan putranya agar tak seorang pun mengusik mereka. Dia memang gila, mencintai dua wanita dalam waktu bersamaan.
Terobsesi pada nyoya Kiara tetapi jatuh hati pada istrinya.
Nyatanya keluarganya telah hancur, dan semua itu karena perbuatannya yang tak terpuji.
Hari ini, Asher telah mengakuisisi grup Jang dan seluruh grup itu telah berpindah tangan menjadi milik Asher, anak dari pria yang dia bunuh.
Semua kerja keras tuan Jang hancur berantakan di tangan mereka.
Dalam sekejap seluruh hidupnya bagikan dijungkirbalikkan oleh kenyataan.
" Tidak... tidak itu kerja kerasku, tidaakk.. apa yang kau lakukan sialan!!" pekik tuan Jang menangis histeris.
Semua hal yang dia bangun, keluarga, tahta, usaha dan segala kepunyaannya dalam sekejap hancur di depan matanya.
Dia telah dijebak berkali kali oleh Asher, nama nama investor yang membeli saham di perusahaan nya rupanya adalah nama gaib milik Asher untuk mengelabui tuan Jang.
Bertahun-tahun dia merencanakan hal itu, dan seluruh kehidupan tuan Jang benar benar hancur.
" Tidaaakkk...tidak...arrkhhh... aku yang membangun itu semua,kenapa kalian merebutnya dariku, anakku, istriku apa yang kalian lakukan bajingan!!!" pekik tuan Jang.
Tiba tiba saja
Cesshhhhh....
Suara daging yang melepuh dan harum.arkmabdagjng panggang tercium diiringi dengan teriakan memekik kesakitan dari tuan Jang.
Paha pria itu diberi cap besi panas yang Barus dibakar oleh Lucifer.
" Hahaha... sakit? aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah keparat sialan!!" ucap Lucifer.
Tubuh tuan Jang dibubuhi cap dari besi panas, pria itu tak bisa menahan rasa sakitnya, dia berteriak sampai peluh memenuhi tubuhnya.
Setelah dirasa cukup, Lucifer keluar dari gedung itu,mengunci tuan Jang di sana tanpa menyediakan makanan dan minuman.
Tempat itu dijaga ketat anak buahnya, dan diberi perlindungan khusus untuk mencegah orang itu mati lebih cepat.
Lucifer kembali ketika malam sudah berkuasa.
Sementara itu, Dita telah pulih dengan baik. Johan tak meninggalkan adiknya barang sedetik pun.
Mereka masih di rumah sakit, bersama dengan Aruna yang juga masih menemani Dita di sana.
" Mommy!!" Suara Asher yang menirukan anak kecil terdengar.
Tampaklah Asher masuk bersama si kecil Regard dalam pangkuannya.
" Regard sayang!!" seru Dita dengan wajah sumringah.
Setelah berpisah berhari-hari, akhirnya Dita bisa melihat putranya lagi.
" Bababababba... Bababababba... arhrhrhhahahaha...bababbaba..." Tampaknya si kecil Regard juga begitu bahagia melihat ibunya ada di sana.
Bayi tampan itu merentangkan kedua tangannya dan tertawa bahagia menatap Dita di sana.
Segera Asher memberikan Regard pada Dita.
" Wahh anak Mama, hiks hiks hiks... maafkan Mama sayang, maafkan Mama jauh jauh dari kamu," Dita menangis haru.
Dia benar-benar merindukan pil kehidupannya.
Dia memeluk Regard begitu erat. Melihat Dita kembali tersenyum, mereka semua ikut bahagia.
" Dita, Johan ," tuan Luther masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah bersalah.
" Bapak!!' ucap mereka berdua sambil menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca.
Segara tuan Luther menemui mereka dan memeluk keduanya dengan perasaan haru.
" Ahh maafkan bapak anak anakku sayang, maafkan Bapak tidak bisa menjaga kalian d egan baik," ucapnya.
" Bapak jangan begitu, Dita minta maaf bikin bapak khawatir, lain kali tak akan begitu," ucap Dita sambil memeluk ayahnya dengan erat.
Mereka semua bahagia, pelaku utama di balik kekacauan ini sudah ditangkap, meskipun mereka tak tahu ke mana Lucifer membawa Tuan Jang.
" Akhirnya, semua selesai, Mama bersyukur pria bajingan itu tidak akan bisa mengganggu kita lagi," ucap Nyonya Kiara sambil menggandeng tangan putranya.
Asher balas dengan pelukan dan sebuah kecupan di kepala nyonya Kiara," Ma, semua akan baik-baik saja,Asher akan jaga mama," ucap pria itu.
Semuanya tersenyum bahagia.Tetapi ada satu orang yang tampak murung di ruangan itu.
Aruna, menunduk sedih karena Lucifer telah menggenapi misinya dan dia pasti akan menghilang.
" Aruna... ada apa sayang?" tanya Nyonya Kiara sambil menghampiri wanita itu.
Aruna hanya tersenyum getir sambil menggeleng kepalanya.
Dia tidak sanggup jika harus kehilangan Samuel atau Lucifer, entah bagaimana dia harus menyimpan salah satu dari jiwa itu dalam hatinya.
" Aku hanya khawatir dengan Lucifer," ucapnya pelan. Air matanya menetes, dia menangis sedih.
Nyonya Kiara mengusap lembut rambut wanita itu," Jangan khawatir sayang, semua akan baik-baik saja, salah satu dari mereka mungkin akan lenyap, tetapi ingatan itu akan selalu ada, mereka orang yang sama," jelas nyonya Kiara menguatkan Aruna.
Aruna hanya bisa mengangguk sambil menangis.
Tiba-tiba...
"Aruna, sayang aku pulang!!" Suara Samuel terdengar. Aruna segera menoleh, dia hapal suara itu.
" Lu.. Lucifer!?" Ucapnya dengan air mata berjatuhan. Kehamilan membuatnya menjadi lebih sensitif.
Lucifer tersenyum di sana sambil merentangkan kedua tangannya.
" Ahhh.. Lucifer!!" Aruna berlari pelan menghampiri pria itu dan menghamburkan pelukannya pada Lucifer.
" Ku pikir kau sudah pergi!!' ucap Aruna sambil menangis sesenggukan.
Lucifer tersenyum," aku tidak akan kemana-mana, aku akan selalu di sini dengan identitas yang sama,karena kami adalah satu," ucapnya sambil memeluk Aruna dengan erat.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗