Loco

Loco
71 Loco



Dita terbangun dari tidurnya. Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, dan langit tampak sangat cerah setelah hujan deras mengguyur bumi tempat mereka berpijak.


Dia menatap ke subjek di depannya, Asher masih terlelap dan wajahnya masih pucat. Terlelap sambil memeluknya dengan nyaman.


Dita menatap wajah pria itu, kesalahannya semalam membuat Asher hampir saja dalam bahaya, tapi nyawa Dita juga terancam semalam, jika tak melawan. Dia mungkin saja sudah berakhir di tangan Pria yang tak dia ketahui itu.


Tangan lembut gadis itu mengusap wajah Asher. Dia benar benar menyesal telah menyebabkan Asher semakin drop.


"Maafkan aku," ucapnya pelan sambil memeluk pria itu dengan erat.


"Tubuhnya masih hangat, dia harus istirahat dengan baik," batin gadis itu.


Dita mencoba bangkit dari kasur, tapi ternyata Asher sudah bangun.


"Selamat pagi" ucap pria itu dengan suara serak sehabis bangun.


Dia menarik Dita dan memeluk gadis itu dengan erat.


"Kau sudah bangun? tidurlah lagi, tubuhmu masih hangat, biar kusiapkan sarapan," ucap Dita.


Asher membuka matanya, dia menatap gadis itu. Matanya langsung tertuju pada luka luka di wajah gadis itu, tangan dan kaki Dita juga dibalut dengan perban karena perkelahian semalam.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Asher.


"Aku baik baik saja, jangan khawatir pada ku, fokuslah pada kesehatan mu," ucap Dita.


Asher menggelengkan kepalanya,"bagaimana bisa aku fokus pada diriku saat kekasihku juga sakit seperti ini hmm?" tanya Asher sambil mengusap lembut wajah Dita.


"Sejak kapan aku jadi kekasihmu? aku tidak pernah setuju," ucap Dita.


Asher tersenyum, dia menarik tengkuk gadis itu dan...


Cup!


"Kau kekasihku," ucapnya setelah mengecup kening Dita dengan lembut.


Dita tersenyum bahagia, " maafkan aku," ucap Dita dengan penuh penyesalan.


"Ada apa? apa kekasihku melakukan kesalahan?" tanya Asher.


Dita mengangguk," Karena aku, kau jatuh sakit begini, dan traumamu... maafkan aku..." ucap Dita.


"Di mana letak kesalahannya hmm? kenapa aku yang sedang sakit malah jadi salahmu?" tanya Asher.


Dita terdiam sejenak, jujur saja dia cukup malu karena hal ini..


"Se.. sebenarnya, Benny mengirim foto dirimu dan Bianca masuk ke hotel ini, karena aku berprasangka buruk pada dirimu dan Bianca, aku datang ke tempat ini dan malah bertemu preman, maafkan aku.." ucap Dita.


Asher cukup terkejut, apalagi mendengar bahwa Benny yang memberitahu posisinya di hotel itu kepada Dita. Jika demikian artinya Benny sedang mengawasi mereka.


"Benny!?" tanya Asher dengan wajah tak senang.


"Bu.. bukan seperti yang kau pikirkan, dia mendapatkan nomorku dan menghubungi tadi malam, dia mengirim foto itu," jelas Dita.


"Tapi sepertinya dia sengaja mengawasi dirimu, dan memancingku datang ke sini, aku tidak tahu apa tujuannya, tapi sepertinya dia berhasil dan aku malah membuatmu dalam bahaya," jelas Dita.


Asher menatap kekasihnya, dia sadar kalau dirinya salah. Seharusnya dia mengubungi Dita tentang janji mereka kemarin. Janji bahwa mereka akan menemui Regard.


Tapi Asher malah lupa dan membuat Dita khawatir.


Di sini lain, Asher menyadari bahwa Benny belum berhenti mengejar Dita. Itu Artinya, Dita dalam bahaya, belum pasti siapa yang memukul Dita semalam, tetapi Asher sudah curiga dengan pria yang tergila-gila pada Dita itu.


"Jadi kekasihku cemburu ya?" goda Asher sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Dita.


Sontak rona merah muda memenuhi pipi gadis itu, "Ma.. maaf, tapi aku sedikit cemburu," ucap Dita.


"Hahahha..... ciee yang cemburu," goda Asher sambil menarik Dita ke dalam pelukannya.


Gadis itu tersenyum kikuk sambil membalas pelukan Asher. Jantung nya benar benar dibuat berdegup kencang.


"Maaf tidak menjelaskan padamu," ucap Asher.


"Semalam ada masalah di kantor, peluncuran aplikasi terganggu, salah satu karyawanku berkhianat dengan menjual file aplikasi ke grup Jang," jelas Asher.


"Itu sebabnya aku lembut di kantor bersama semua tim kreatif pengembang aplikasi belanja, tapi setelah selesai aku malah pingsan," jelas Asher.


Dengan cepat Dita menggelengkan kepalanya," bukan salahmu, lain kali aku akan lebih sabar, seharusnya aku percaya padamu, tapi rasa cemburuku sedikit mengalahkan otakku,' jelas Dita sambil menatap kekasihnya.


Asher tersenyum bahagia. Meski tersenyum, dia menyembunyikan amarah yang siap untuk meledak ledak saat ini. Dia tahu, ini pasti ulah seseorang yang berusaha menghancurkan dia dan orang orang di sekitarnya.


"Kau berbaringlah dulu biar ku ambilkan obat dan makananmu, Bianca dan yang lainnya juga ada di hotel ini," ucap Dita sambil bangkit berdiri.


Asher mengangguk paham, tubuhnya masih lemah. Dia duduk bersandar pada kepala kasur sambil menatap Dita yang berjalan tertatih tatih keluar dari tempat itu.


Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi Samuel.


"Sam, apa kau sudah sadar!?" tanya Pria itu.


"Tepat setelah membawa Aruna ke rumah, aku sadar kembali, kebetulan kau menghubungi ku, aku menemukan sesuatu tentang kejadian semalam!" ucap Samuel.


"Ada apa?" tanya Asher.


"Orang yang mengganggu Dita menaiki salah satu mobil dari grup Jang, apa menurutmu ini ada hubungannya dengan mereka!?" ucap Samuel.


Asher terdiam sejenak, "grup Jang? " pikirnya.


Jika sampai hal ini berkaitan dengan grup Jang, maka orang-orang itu benar benar mencari masalah terhadap Asher.


"Cari tahu lebih banyak lagi, sepertinya ada yang aneh, dan periksa bajingan itu. Si Benny Wicaksono, sepertinya ini berhubungan dengan keparat itu!" tutur Asher.


"Baiklah,"


"Ngomong-ngomong bagaimana keadaan Aruna? " tanya Asher.


"Dia baik, aku cukup terkejut karena dia bisa membedakan kami," ucap Samuel tentang dirinya dan Alter egonya yang hidup bersama dengan Aruna.


"Pastikan Aruna aman, dia sahabat kekasihku, jika sampai dia terluka, kau yang akan ku hajar !" ancam Asher.


"Baik baik, kau seperti kakak ipar yang tidak rela adiknya dibawa pergi, dasar posesif!" ejek Samuel.


"terserah, kau hanya harus ingat ucapan ku!!' Tukas Asher.


"Sudahlah ku tutup!" ucapnya.


Asher menghela nafas, dia menatap jam dinding, sebentar lagi jadwal peluncuran aplikasi baru dari grup mereka, dia hanya berharap tak ada masalah kali ini.


Seluruh Tim sudah bekerja keras, peluncuran akan dimulai dengan rumor tentang aplikasi.yang dimunculkan oleh grup Jang.


"Aku harus kembali ke kantor, sebentar lagi waktunya," ucap pria itu sambil bangkit dari kasur dan memakai pakaiannya.


"Loh kenapa bangun, kondisimu belum baik, kembalilah berbaring," ucap Dita yang baru masuk bersama Bianca dan Jack.


Dokter Ryan sudah kembali ke rumah sakit sedangkan Samuel sudah pulang sejak semalam.


"Aku harus ke kantor, ada yang harus dikerjakan, hari ini adalah peluncuran aplikasi, anak anak pasti sedang gugup!" ucap Asher.


"Kalau begitu sarapanlah dulu, aku sudah siapkan," ucap Dita.


"Tidak, nanti saja, aku terburu-buru," ucap Asher.


"Tapi..


Dita terdiam, "baiklah," ucapnya pelan sambil meletakkan bubur itu di atas meja dengan wajah sendu. Dia ingin merawat Asher, tapi tampaknya kali ini dia salah langkah lagi.


"Asher!!" bisik Bianca dan Jack sambil melirik Dita yang sibuk membereskan barang Asher.


"Astaga, apa yang ku lakukan barusan!? dia khawatir padaku tapi aku lagi-lagi membuatnya sedih," batin Asher.


"Makanlah dulu, dia sudah membuatnya untukmu, sepertinya karena masalah semalam dia jadi lebih diam dan tidak ikut campur, semalaman dia merawat mu dan terus merutuki dirinya, dia menyalahkan dirinya," bisik Bianca.


Asher mendekati Dita dan menarik tangan gadis itu hingga Dita tertarik ke dalam pelukannya," Suapi aku!"


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗