Loco

Loco
50 Loco: Kurap Gatal vs Panu Onta



Dita duduk di samping brankar di mana Aruna berbaring. Dengan jarum infus yang tertancap ke tubuhnya, gadis itu terlelap sudah Berjam jam sejak dia tiba ke rumah dengan keadaan mengejutkan.


Segera setelah Aruna terjatuh, mereka membawa gadis itu ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaan nya? apa dia belum juga bangun?" Asher masuk ke dalam ruangan dengan si kecil Regard dalam pangkuannya.


Gadis itu berdiri sambil mengusap wajahnya yang khawatir, dia menatap wajah Asher yang tampak cukup lelah.


Dengan pelan dia mengambil Regard dari pangkuan pria itu," Biar dia istirahat dulu, dia pasti terguncang," ucap Dita.


" Kau juga istirahatlah, wajahmu tampak sangat lelah, jangan sampai kau sakit juga," ucap Dita sambil meletakkan putranya di atas karpet dengan beberapa mainan di sana.


"Aku baik baik saja, tidak masalah, " ucap Asher sambil menatap Aruna.


Ketika dia melihat Arna terjatuh pagi tadi, entah apa yang membuatnya panik, dia menjadi yang pertama membawa gadis itu berlari menuju mobil .


Mereka langsung berangkat ke rumah sakit apalagi saat melihat tubuh gadis itu mengalami luka lebam di beberapa bagian.


Dita langsung memeriksa kondisi sahabatnya dan ternyata Aruna tak baik baik saja. Tubuhnya dingin dan detak jantungnya lemah.


Kakinya mengalami inflamasi dan lengannya tampak lebam. Entah apa yang terjadi pada gadis malang itu. Tetapi melihat keadaannya sontak membuat semua yang ada d rumah hari itu panik.


"Kami sedang mencari tahu apa yang terjadi padanya, tunggulah, pasti akan ada kabar," ucap Asher sambil menarik kursi dan duduk di dekat brankar Aruna. Dia terus menatap gadis itu dengan rasa kasihan di hati nya.


Aruna yang mengalami keterbatasan fisik malah mendapat begitu banyak cobaan. buka kah hidup ini terlalu tidak adil bagi seorang gadis malang seperti dia?


Dita menata Asher, wajah pria itu pucat, bibirnya kering dan matanya memerah.


Tiba tiba Dita mendekat dan menempelkan tangannya ke kening Asher.


Mata gadis itu membulat sempurna saat merasakan tubuh Asher yang sangat panas alias demam tinggi!


Pleetakk!!


"Dasar bebal!!' ketus Dita tiba-tiba dengan tatapan khawatir.


"Ka..kau kenapa lagi Mak lampir!? kesurupan hah!???" tanya Asher sambil menatap Dita dengan memiringkan kepalanya.


" Kau yang kesurupan, dasar bodoh, bagaimana bisa kau demam tinggi begini, sudah ku bilang tadi malam pakai kaos kalau tidur, mana kau mandi sama Regard lagi!!!" Omel Dita.


" Kan sekarang demam!! kalau begini siapa yang rugi, dasar bodoh, kenapa kau tak dengar nasihat orang lain sih!!!" gerutu Dita sambil berkancah pinggang menatap pria itu.


Semalam setelah pulang dari pesta yang melelahkan itu, kedua manusia laknat itu berbelanja untuk perlengkapan mandi mandi di rumah untuk membuang bau kemunafikan dan bau bau manusia dengki dari pesta yang sudah amburadul itu.


Asher membawa si kecil mandi bersamanya, dan Dita mandi di apartemennya.


Dita mandi selama satu jam sambil menghubungi Aruna yang tak kunjung memberinya kabar. Sampai dia selesai dan berpakaian rapi, gadis itu langsung masuk ke apartemen Asher mencari si kecil Regard yang dia pikir sudah tampan memakai pakaian dan harum bayi.


Tapi betapa terkejutnya dia mendapati Asher malah tiduran d atas lantai tanpa memakai kaos dengan Regard yang bermain sabun di dalam bak mandi bayi.


Asher terlelap dengan tubuhnya di atas lantai dingin membiarkan si kecil bermain sepuasnya di dalam air.


Setelah dibangunkan pria itu malah menyeret tubuhnya ke atas kasur dan tidur begitu saja tanpa mengganti pakaiannya.


Dita sudah mengomel tapi mereka malah berdebat.


"Kemar kau!!" kesal Dita sambil menarik tangan Asher. Hanya memegang tangannya saja sudah bisa Dita rasakan panas tubuh Asher yang cukup tinggi.


"Berbaringlah, kalau sakit itu bilang, jangan didiamkan, kau kena tipes mati kau lah kau nanti!!!" oceh gadis itu sambil mengutak atik meja obat yang tersedia di dalam ruangan itu.


Di sana sudah disediakan obat-obatan dasar dan juga injeksi untuk keperluan mereka.


Asher berbaring di atas ranjang sambil menata ke arah Dita yang sibuk mengambil perlengkapan medisnya.


Dengan lembut Dita memeriksa Asher. Untuk pertama kalinya, Asher menyaksikan bagaimana jika Dita melakukan pekerjaannya sebagai seorang dokter.


Gadis itu memeriksa tekanan darah. denyut jantung pria itu. suhu tubuhnya dan semua yang dia butuhkan untuk mendapatkan diagnosa dan memberikan obat yang tepat pada Asher.


"Suhu tubuhmu 39 derajat Celcius, sepertinya kita sudah bisa memasak telur rebus di ketiakmu, panas sekali!" celetuk Dita sambil menatap Asher yang tiba tiba jatuh sakit.


"Apa kepalamu sakit? " tanya gadis itu.


" Cukup sakit sampai aku tak bisa berpikir jernih," ujar Asher.


Dita mengangguk paham, dia mengambil beberapa pil, "ayo duduk," Gadis itu membantu Asher untuk duduk.


" Cukup makan obat dan istirahat, jangan bekerja dulu hari ini, kecuali kau mau langsung masuk kuburan,tak perlu repot-repot makan obat!!' ketus gadis itu.


" Buka mulutmu!" ucap Dita.


"Biar aku yang melaku.." Asher terdiam saat Dita memotong ucapannya.


" Menurutlah, apa makan obat saja menurunkan harga dirimu yang setinggi langit itu!? dasar bebal!" ucap Dita sambil menatap Asher.


Mau tak mau, Buncis kecil mungil yang sedang sakit itu harus menyerah pada kuntilanak melon gagal panen yang suka mengomel.


Dita memasukkan obat ke mulut Asher dan memberinya minum. Tangan gadis itu menepuk nepuk punggung Asher dan memperhatikan pria itu menghabiskan air minumnya sampai tak bersisa.


" Jadi kau benar-benar seorang dokter!? ketus sekali, apa aku akan mati setelah minum obatmu ini melon gagal panen!?" celetuk Asher seraya melirik dada Dita yang salah satu kancing bajunya terbuka dan tampaklah melon cantik mengintip dari sana.


Mata Dita membulat, dia melihat ke arah dadanya dan Jreng!!


Tampaklah melon cantiknya menantang dari balik kaosnya yang tersingkap.


" Dasar mesum!!!" geram Dita sambil berbalik dan dengan cepat menutup pakaiannya dengan benar.


" Pfthh... hahaha... melon gagal panen mau dipamerkan ke mana neng!?" ejek Asher sambil tertawa cekikikan melihat wajah Dita yang memerah karena malu.


Dita berbalik dengan pipi merona.


Pletak!!


Satu sentilan mendarat di kening pria itu," Dasar mesum, kenapa gak bilang dari tadi!!" kesal Dita.


Asher terkekeh," Kecil kok, jadi gak lihat," celetuk Asher.


Dita membuatkan matanya," dasar menyebalkan, urus itu buncis kecilmu, nanti gak laku!!" ejek Dita.


Asher tertawa, dia berbaring dan kembali tidur. Sembari menatap Dita yang membereskan peralatan medisnya.


Asher menatap Dita, perhatian Dita menghangatkan hatinya, debaran jantungnya malah semakin cepat," Aku sudah gila!" batin Asher mulai mengantuk.


" Terimakasih Mak!" ucap Asher tepat sebelum dia terlelap.


Dita terkejut, pria gila itu berterimakasih padanya!?" Wahh yang benar saja, apa dunia akan kiamat!?' batin Dita .


" Coba bilang apa tadi!? gak dengar tuh!!!" ucap Dita sambil menatap Asher.


Tapi Asher tak lagi menjawab, pria itu sudah terlelap.


Dita mendekat, dia tersenyum dan memperbaiki selimut Asher. Menyentuh kening pria itu memastikan panas tubuh Asher.


"Dasar menyebalkan, kalau sakit ya bilang, kau memaksakan dirimu menjaga Regard," gumam Dita sambil mengambil kompres dingin dan mulai mengompres Asher.


Tanpa dia sadari, duo kakek nenek gaul nan gesrek mengintip dari balik pintu sambil tertawa cekikikan.


" Hahahah... mereka cucok.sekali, sebentar lagi kita akan punya cucu baru ka kurap gatal!!" celetuk tuan Luther sambil tertawa cekikikan.


Bugh!!


"Cucu baru apanya dasar panunya Onta , menikah saja belum!!" celetuk nyonya Kiara sambil menyikut perut tuan Luther.


" Kan punya anak gak harus nikah, dasar kurap gatal!!' ejek Tuan Luther.


" Diam kau, kalau itu aku tahu!! aku sudah alami!!" celetuk nyonya Kiara.


" Nah itu, tahu, jadi gimana!? gak ada rencana bikin cucu!?" celetuk tuan Luther sambil menaikturunkan alisnya.


" Dasar Oppung Oppung ( kakek kakek) mesum!! Gila kau !!! awas sana, kau aja sana bikin anak lagi sama mantan kau itu!!' kesal Nyonya Kiara.


" Idihhh itu aja baper, dasar kurap gatal kaku, gak bisa diajak bercanda!!"


" Bercandamu jelek panunya onta!!"


"Diam kau, ku bilang anakmu tau rasa kau!!


" Ku bilang anakmu kau juga tau rasa!!"


"Dasar!!"


"Dasar dasar!!"


" Bahahahhaa....


" Emm... tuan, nyonya boleh saya lewat!? " Seketika keduanya kembali ke mode serius.


Jack datang dengan wajah penuh peluh membawa sesuatu di tangannya.


" Ekhm... silahkan!" ucap mereka berdua.


"Mereka ini sama sama gila ya, anak anaknya juga begitu!? gen itu tak bisa bohong!" batin Jack.


"Ahh sial, jika Asher melihat rekaman ini, dia mungkin akan mengamuk!" batin Jack mulai panik.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗