Loco

Loco
64 Loco: Beli satu Gratis satu



Aruna sudah beberes, dia akan segera pulang ke kediaman Dita. Gadis itu tampak cantik dengan rambut panjang terurai, gaun berwarna toska dia pakai, terlihat sangat cocok untuknya.


"Dita ke mana ya? kok belum datang juga," gumam Aruna sambil merapikan semua barangnya.


Dia benar benar telah pulih, luka lukanya juga sudah berangsur sembuh. Hanya luka di bagian punggung dan lutut yang memang cukup dalam belum sembuh sepenuhnya masih tersisa.


Pintu ruangannya di buka. Dia menoleh sambil tersenyum ke arah pintu itu, sangat cantik dan manis.


" Pak Sam?" ucap gadis itu dengan ramah sambil menatap Samuel.


Pria itu menatapnya dengan tatapan dingin dan datar. Melangkah dengan lebar dan mendekat pada Aruna.


Tatapan matanya yang dingin berhasil membuat gadis itu sedikit gugup. Namun senyumannya tak lepas dari wajahnya.


" Sudah selesai?" tanya Lucifer, alter ego yang mencari keberadaan Aruna, gadis yang malam itu tidur dengannya. Aruna balas dengan anggukan kepala.


Aruna tidak sadar kalau pria itu adalah karakter lain dalam diri Samuel. Dia dan pria itu akan mendaftarkan pernikahan mereka hari ini.


Aruna ternyata sudah lama menaruh hati pada Samuel, tak disangka tanpa alasan yang tidak diberitahukan padanya, Samuel memutuskan untuk menikahi Aruna.


"Sudah Pak Sam," ucap nya dengan lembut sambil tersenyum ceria seperti bunga matahari yang bersinar indah di tengah tengah ladang.


" Samuel bodoh, betapa malang gadis ini bertemu pria seperti dirimu!" batin Lucifer sambil tersenyum sinis menatap Aruna.


Pria itu tau semuanya, tahu segala aktivitas Samuel, tahu teman teman Samuel dan kenal dengan semua yang terlibat dengan Samuel.


"Angkat barang barang nyonya kalian, hari ini dia akan pindah ke rumah utama!" ucap Pria itu pada dua pengawal yang ikut dengannya.


" tunggu dulu, ini maksudnya apa ya pak?" tanya Aruna heran.


Lucifer menatap gadis itu," Pernikahan hari ini akan dilaksanakan, " ucapnya singkat.


"Jadi aku akan pindah ke tempat Pak Sam?" tanya Aruna.


Lucifer mengangguk sambil melirik gadis berwatak lembut itu.


" Benar, pindah ke rumah utama!" ucapnya tegas sambil memberi kode pada para pengawal untuk segera mengambil semua barang milik Aruna.


"Kita tunggu Dita dulu ya pak," ucap Aruna.


"hmmm.. duduklah, " ucap Lucifer yang juga langsung mengambil posisi duduk di salah satu kursi dalam ruangan itu.


Dia menatap ponselnya, sedangkan Aruna duduk manis di sana sambil curi curi pandang pada pria yang sejak lama sudah sangat dia sukai.


Lucifer menerima beberapa pesan dari anak buahnya. Tentu dia menggunakan ponsel yang biasa dia pakai, bukan milik Samuel.


Duduk tenang sambil memeriksa semua laporan terkait bisnis yang dijalankan oleh Samuel.


Pria itu sangat serius dengan ponsel di tangannya. Semuanya dia ketahui sedangkan Samuel yang sebenarnya tidak tahu apa apa tentang dirinya.


Aruna melirik pria itu. Dia menggigit ujung jarinya. Sedikit gugup karena sejak tadi Lucifer hanya diam saja.


"Apa Pak Sam sudah makan siang?" tanya Aruna pelan seperti anak kecil. Dia penasaran dengan pria itu, sikapnya berubah-ubah .


Mendengar suara gadis itu, berhasil membuat Lucifer menoleh ke arah Aruna.


"Jangan panggil aku Samuel, bukankah aku sudah pernah bilang!?" ucapnya sambil menaikkan sebelah alisnya menatap Aruna dengan tegas.


Aruna terdiam sejenak, dia mengedipkan kedua matanya dengan polos," apa kau baru bangun!?" celetuk gadis itu sambil berdiri dan mendekat ke arah Lucifer dengan wajah terkejut.


Lucifer memicingkan kedua matanya, "kau ingat?" tanya Pria itu.


Aruna mengamati wajah itu. memang wajahnya milik Samuel tetapi cara bicara, cara melihat dan cara dia duduk bukan seperti Samuel.


"Kau yang menolongku saat itu, tentu saja aku ingat!" ucap Aruna sambil tersenyum.


Setahun yang lalu, Aruna sudah bertemu dengan alter ego Samuel. Ketika dia hampir celaka karena sebuah motor yang melawan arus lalu lintas, Aruna hampir kehilangan nyawanya.


Saat itu, Lucifer tengah menguasai tubuh Samuel, dia menarik tangan Aruna dan menyelamatkan gadis itu dari maut.


Lucifer menatap Aruna sambil tersenyum tipis," kau pintar juga," ucapnya sambil menatap gadis itu.


Aruna tersenyum sumringah, dia menatap Lucifer, gadis itu percaya, di dalam tubuh itu memang ada dua kepribadian tetapi menurutnya mereka tetaplah satu.


" Wahh.... hahahha... akhirnya kita bertemu lagi!!!" seru Aruna yang spontan menghamburkan pelukannya pada Lucifer.


" Hei gadis kecil kau!!"


Bukannya takut, gadis itu malah dengan senang hati bahkan berseru bahagia memeluk pria itu.


" Aku tak menyangka kita bertemu lagi Lucifer, wahahaha... ini luar biasa!!" seru Aruna sambil tertawa bahagia.


Belum pernah Lucifer lihat seseorang begitu bahagia bertemu dirinya.Bahkan Samuel dan teman-temannya saja selalu menganggap kehadiran Lucifer sebagai bencana.


Tetapi gadis itu aneh dan berbeda, dia menyambut Lucifer seolah Lucifer memang benar benar nyata di dunia ini.


"Bisa lepaskan aku!?" Lucifer mendorong gadis itu.


Aruna tersenyum, dia benar benar ingin berterimakasih dengan cara yang benar pada penyelamat nya.


" Aku hanya bahagia bertemu denganmu lagi," ucap Aruna sambil terus menatap Lucifer.


"Kau tahu aku hanya bagian lain dari diri Samuel, dia saja sangat membenciku, kenapa kau malah menyambutku tanpa rasa takut?" tanya Lucifer heran.


Aruna terkekeh," Bagiku kau adalah sesuatu yang sangat unik, aku menyukai Samuel tetapi di sisi lain kau memiliki tempat khusus di hatiku karena hanya aku yang menerimamu, iya kan!?" celetuk Aruna dengan senyuman jahil.


Lucifer terlalu tercengang untuk berbicara, gadis di depannya jelas berbeda dengan yang selama ini dia kenal.


"Apa kau tidak ingat apa yang terjadi pada kita sebelumnya!?" tanya Lucifer.


Aruna menatap pria itu," memangnya ada sesuatu yang terjadi!?" tanya Aruna.


Lucifer heran, "kau melupakan malam itu? kita terjebak dalam pengaruh obat!" ucap Lucifer.


Aruna memiringkan kepalanya, berusaha untuk mengingat.


" Ck... aku tidak ingat apa pun, menurut dokter aku mengalami amnesia, memangnya apa yang terjadi!?" tanya Aruna penasaran.


"Kau tahu tidak apa alasan kita harus menikah!?" tanya Lucifer.


Aruna berpikir keras sambil menatap pria itu," hmmm... mungkin karena Tuhan mendengar doa doa ku selama ini, aku menyukai kepribadian dalam tubuh ini hingga Tuhan memberikannya padaku, beli satu gratis satu hahaha..." celetuk Aruna.


Lucifer terbelalak, gadis itu memang sangat aneh.


" Kau benar benar membuatku tak bisa berkata kata!" ucapnya sambil geleng-geleng kepala.


" Apa seharusnya ada alasan lain?" tanya Aruna.


Lucifer menatapnya, "jika mereka tidak memberitahukan kebenarannya pada Aruna, maka itu berarti ada yang harus mereka persiapkan, ahh..sebaiknya ku rahasiakan dulu, kondisinya juga baru saja membaik!" batin Lucifer..


"Entahlah, kau coba untuk mengingat!" ucap Lucifer sambil bangkit berdiri dan mengetuk kening gadis itu.


Aruna hanya mengerucutkan bibirnya. Di saat yang sama,Dita tiba di ruangan inapnya bersama dokter Ryan dan Johan kakaknya.


" Aruna saatnya pulang!!' seru gadis itu dengan suara ceria.


"Aruna aku bawa tahu, kau mau makan!?" celetuk Ryan sambil mengangkat sekantong tahu putih.


" Yakk... kau pikir dia baru keluar dari penjara!? kasih rumput laut lah!!" ucap Johan.


"ini rumput laut Aruna, supaya kau sehat!!" ucap Johan dengan bangga.


Dita tertawa melihat tingkah mereka demikian juga Aruna.


" Kalian ada ada saja, Aruna bukan baru keluar dari penjara dan juga tidak habis operasi melahirkan, jadi tahu dan rumput lautnya kita simpan dulu ya!!" ucap Dita.


" Tidak apa apa, berikan padaku, akan ku makan semuanya!" ucap Aruna sambil tersenyum.


Dokter Ryan menyerahkan tahunya demikian Johan dengan rumput lautnya.


Tetapi Ryan terdiam saat menyadari tatapan mata yang membuatnya sadar akan kehadiran sosok yang tidak diinginkan.


" Lu... Lucifer!!!" ucapnya terkejut.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗