Loco

Loco
61 Loco : Konferensi pers



Asher tampak berjalan mondar mandir di perusahaannya. Dia mempersiapkan dirinya untuk demonstrasi yang katanya akan terjadi beberapa saat lagi.


Tapi sejak berjam jam lalu tiba di perusahaan itu, tak ada kabar sama sekali tentang demonstrasi yang akan terjadi.


Dia menatap ke luar gedung melalui jendela perusahaan nya, memang terlihat mantan karyawan nya berkumpul memenuhi kafe Samuel di depan perusahaan nya, tetapi sampai detik ini tak ada yang berani maju menyuarakan pendapat mereka.


" Jack, ada apa sebenarnya!?" tanya Asher heran.


" Saya juga bingung tuan, dari informasi yang saya dengar mereka akan keluar hari ini, demonstrasi besar akan terjadi, tapi sejak pagi tadi tak ada yang bergerak, bahkan Benny pun tak menampakkan batang hidungnya!" jelas Jack.


Asher mengangguk," Kau benar, ini sangat aneh, mereka sama sekali tak bergerak," ucap Asher.


Dia berdecak kesal, padahal dirinya sudah sangat siap untuk menghadapi semua orang itu.


Asher berpikir keras, dia memainkan jari jarinya di atas meja. Berpikir untuk melakukan rencana apa lagi demi membuat seorang Benny hancur tanpa dia main tangan.


Segurat senyum tipis tergambar di wajah pria itu.


" Jack, adakan konferensi pers dalam waktu setengah jam, kita bergerak lebih dulu!!' ucap Asher sambil berdiri.


" Tuan, apa anda..


"Hmm... aku akan menunjukkan diriku pada mereka semua !!" ucap Asher dengan senyuman licik di wajahnya.


"Tapi bukankah ini..


"Jack? apa kau berani mempertanyakan rencanaku!?" Asher menatap pria itu sambil menaikkan sebelah alisnya.


" Tidak tuan, kalau begitu saya siapkan!" ucap Jack dengan hormat.


Asher tersenyum, pakaian kasual yang dia pakai segera digantinya menggunakan stelan kerja terbaiknya. Pria yang awalnya dikenal sebagai satpam itu berubah menjadi pria tampan, dengan kharisma yang kuat.


" Rencana ini akan memiliki resiko besar, ku harap Mama berhasil membuat si Dita bar bar itu berubah, jika tidak dia hanya akan menjadi beban!!" batin Asher.


Asher mengganti pakaiannya dengan cepat, konferensi pers akan diadakan dan Asher akan mengumumkan jati dirinya ke hadapan publik sebagai awal dalam rencana balas dendam nya.


Asik merapikan penampilan, pria tampan itu menerima panggilan telepon dari Dokter Ryan.


" Ada apa mas bro!?" tanya Asher.


" Sher gawat sher, si Mak lampir, ehh Si Dita emaknya Regard disidang habis habisan sama om Luther!!" ucap Ryan dengan suara panik.


" Di sidang!?' tanya Asher seraya menyerngitkan keningnya.


" Benar, dia dibawa ke ruangan direktur dan dimarahi oleh tuan Luther, sebaiknya kau cepat datang, ini sangat seru hahaha .. baru kali ini aku melihat perempuan bar bar itu dimarahi seseorang, ini sangat seru hahaha!" Ryan tertawa terbahak bahak di sana.


Asher hanya tersenyum tipis," Kau perhatikanlah, jangan lupa nyalakan televisi, aku akan muncul di sana!" ucap Asher.


" Siap bos!" seru Ryan.


Asher melanjutkan pekerjaannya," jadi sudah dimulai ya, " gumam pria itu sambil tersenyum.


Pagi tadi, Dita berdebat lagi dengan ayahnya. Dia diminta segera kembali ke pekerjaan utamanya yakni sebagai dokter di rumah sakit terkenal milik mereka.


Bahkan ayah Dita memarahinya tentang penampilan dan cara dia bicara yang benar benar tidak sopan dan tingkahnya yang terlalu berlebihan.


Tapi Dita yang keras kepala selalu membangkang dan membuat marah ayahnya.


Setelah berdebat, Asher menghubungi tuan Luther dan membicarakan rencana untuk membuat gadis bar bar itu berubah. Entah bagaimana nasib Dita di tangan tuan Luther saat ini. Yang jelas Asher sudah memulai rencananya dengan baik.


Konferensi pers yang sudah dipersiapkan pun di mulai.


Berbagai media berkumpul di depan gedung grup Carat Land. Nama Grup itu menjadi topik pencarian paling trend di negara itu.


Carat Land menjadi sorotan karena akan mengumumkan secara resmi, sosok sesungguhnya di balik kerajaan bisnis grup Carat yang sangat sukses.


Asher masih belum menampakkan dirinya. Konferensi dibuka oleh asisten Presdir yang sudah sangat dikenal oleh berbagai media karena wajahnya yang wara wiri di berbagai tempat sebagai asisten alias wakil Presdir grup Carat.


"Dengan bangga kami memperkenalkan pada seluruh publik, Presiden Direktur, pemilik kerajaan grup Carat Land, tuan Asher Roth, putra pendiri grup Carat Land!" ucap Jack memanggil Asher .


Tap.. tap.. tap...


Langkah kaki Asher terdengar ringan, suara jepretan kamera tak ada hentinya. Mata semua orang tertuju pada pria itu. Begitu terpukau dengan penampilan rapi, tampan dan mempesona dari Presdir muda grup Carat yang tampan paripurna.


Dia berjalan dengan cepat sampai membuat semua orang melongo.


" Tampan sekali, dia Presdir kita!" puji para karyawan.


"Ahhhh aku jatuh cinta padamu pak Presdir!!".


"Tunggu dulu, bukannya dia satpam... apa selama ini!!"


" tiidaaakk!!!"


Para karyawan di grup itu dibuat kaget, dan sadar kalau satpam yang wara wiri di grup pusat Carat Land adalah Presdir mereka sendiri.


Betapa malunya para karyawan yang pernah mengejek, merendahkan bahkan mencibir pria itu karena pekerjaannya tidak sesuai dengan wajah tampannya.


Asher berdiri di depan podium, hanya menatap datar dan dingin tanpa ekspresi. Perkenalannya hari ini menjadi awal pertempuran besar dengan pembunuh ayahnya yang sebenarnya!


Dia menatap kamera dengan fokus, seolah mengatakan bahwa dia akan menangkap siapa pun itu, sosok yang menghancurkan kehidupan keluarganya!


"Saya Asher Roth, Presdir grup Carat Land, senang bertemu dengan kalian semua, Perkenalan yang sedikit lambat, mohon pengertiannya." ucap Asher.


Asher memperkenalkan dirinya di hadapan banyak orang. Semua yang pernah berbicara dengannya otomatis syok dengan pengakuan Asher yang menyamar sebagai satpam. Belum lagi penyamarannya yang masih dia simpan sendiri.


Seluruh negeri dibuat heboh dengan berita itu. Tak terkecuali Benny Wicaksono, pria yang sedang mengusap usapkan kepalanya ke atas lantai semen sampai pipinya terluka dan bersimbah darah.


" Lihat dan buka telingamu pada berita itu keparat!!' Lucifer, alter ego Samuel masih berkuasa atas diri pria itu.


Dia menekan kepala Benny dengan kakinya, menyiksa pria itu dengan siksaan yang mengerikan.


" Le.. lepaskan aku, kumohon!!" ucap Benny dengan nafas tersengal-sengal.


Lucifer menutupi identitasnya dengan memakai cadar hitam menutupi wajahnya. Dia tahu pelaku di balik kejadian yang menjebak Samuel dengan Aruna adalah Benny dan istrinya.


" Katakan siapa yang memerintahkan, sebut namanya!" ucap Lucifer yang semakin memakan kepala Benny ke lantai.


Sementara Lucifer asik menatap televisi berisi berita Asher yang menampakkan diri ke publik.


Benny juga syok melihat Asher pria yang merupakan orang dekat Dita adalah Presdir grup Carat.


Benny terus menatap Asher, tak kunjung mendengar pertanyaan Lucifer.


Melihat reaksi Benny terhadap Asher membuat seringai licik tergambar di wajah pria itu.


" Apa ada hubungannya dengan pria di sana?" tanya Lucifer dengan suara berbisik tepat di telinga Benny.


Benny Terbelalak, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat, tak sanggup berkata-kata. Dia dihajar habis habisan oleh Lucifer di apartemennya sendiri. Apartemen yang tak ditinggali oleh Caca.


Lucifer terkekeh, "hmm..."


Pria itu melepaskan Benny, lalu berdiri dan mencuci tangannya di dalam bakul air dingin yang dipegang anak buahnya.


Byuurrr


Air itu dia siram ke luka di sekujur tubuh Benny.


" Arrkhhhh....... arrkhhh....."


"Teruskan, ku tunggu aksimu!!" ucap Lucifer yang tiba tiba aneh. Dia menatap wajah Asher di layar televisi lalu pergi begitu saja dari tempat itu.


" Si.. sialan... si.. sialan!! arrkhh.. Ki.. kubu.. ku bunuh kau... arrkhh!!!!" Benny meronta kesakitan. Kaki kanannya patah tulang, lengannya hampir lepas, giginya rontok dan sekujur tubuhnya digores pisau oleh orang gila itu.


"sialan, jadi si Asher Bajingan itu target paman!? lihat saja, akan ku buat kau menyesal, Dita tunggu aku!!! dan pria tadi, arrkhhh... lihat saja ku habisi kalian!!!" Benny hanya bisa berteriak histeris sambil menyeret tubuhnya yang sakitnya tak tertahankan.


" Paman harus tahu ini!!" batin Benny.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗