
Srukk... Srukk... Srukk...
"haiguhh!! fiuhhh ini sangat berat!!"
Dita si cantik sedang menggali lubang di taman belakang kediaman Aruna dan Samuel. Tubuh gadis itu dipenuhi dengan bercak tanah.
Cangkulnya dia angkat lalu di koreknya tanah itu hingga membentuk sebuah lubang yang cukup lebar dan cocok untuk dijadikan kubangan.
" Bagaimana Segini sudah cukup Aruna!?' Celetuk Dita sambil menunjuk lubang lebar yang dia gali sejak pagi tadi.
"Ya Ampun Dita, kan sudah aku bilang gak usah, nanti aku bisa minta tolong suami, kamu jadi kotor begitu!!' omel Aruna sambil menghampiri Dita dengan membawakan handuk bersih.
" meheheheheheh... tidak sayangku, aku akan melakukan apa pun untuk keponakanku tercinta!" celetuk Dita sambil mengedipkan sebelah matanya.
Cuaca siang itu sangat terik, dia malah menggali di bawah panasnya sinar matahari. Beruntung di sana banyak pepohonan, sehingga rasanya cukup segar dan tak pengap.
Keringat gadis itu bercucuran, rasanya seperti kembali ke kehidupan yang baru.
Sudah dua bulan berlalu sejak kejadian besar itu. Tuan Jang kini sama sekali tidak kelihatan lagi batang hidungnya.
Nyonya Vera, Ibu gadis itu juga tidak pernah barang sekalipun menunjukkan batang hidungnya di hadapan Dita maupun Johan.
Mereka juga merasa aneh. karena wanita itu tiba tiba menghilang tepat setelah tuan Jang di bawa oleh Lucifer.
Sedangkan Emma, putri nyonya Vera sudah dikirim oleh Asher ke negeri yang jauh. Emma secara khusus meminta maaf pada Dita dan Johan, dan juga terhadap Asher. Dia memilih meninggalkan negara itu untuk melindungi dirinya dan janin yang sedang dia kandung.
Sedangkan kehidupan Benny dan Caca, sampai detik ini menjadi misteri bagi mereka. Setelah kejadian Benny di hajar sampai babak belur oleh Johan, pria itu maupun istrinya tidak pernah menunjukkan diri lagi ke hadapan publik.
Keluarga Wicaksono juga menjadi sangat tertutup, mereka merahasiakan semuanya dan menyembunyikan segalanya dari dunia luar.
Tetapi kehidupan Keluarga Luther dan Keluarga Roth semakin membaik. Mereka bisa hidup dengan tenang dan juga normal.
"Dita sudahlah, kau akan kelelahan nanti, " bujuk Aruna.
" Tidak, aku kan melakukannya untuk sahabatku dan juga untuk keponakanku!!' balas Dita sambil tersenyum manis.
Dia terus menggali dan menggali. Aruna mengidam ingin melihat kolam kecil di belakang rumahnya, dengan taman dan beberapa hewan kesukaannya diletakkan di sana.
Mendengar keinginan si calon Ibu muda, tentu saja Dita dengan penuh semangat di hari liburnya langsung mewujudkan keinginan sahabatnya.
Dia sudah mempersiapkan semuanya dan melakukannya dengan sepenuh hati.
" Aku tidak akan menyerah!!" seru Dita sambil mengangkat cangkulnya hingga...
plukk... plukk!!
Dua cacing kecil terjatuh ke pucuk kepala gadis itu karena dia mengangkat cangkulnya terllau tinggi.
" Di.. Dita... itu di kepala kamu!!" Aruna terkejut bukan main.
Benda kecil itu menggeliat di pucuk kepala si gadis cantik.
Seketika Dita terdiam membeku, tak bergerak sama sekali dengan kedua matanya mengamati gerakan pelan pelan dia cacing kecil gemuk itu..
"Arrunaa.... arrkhh... too... tolong aku!! ba..bagaimana ini... Arunaaaa!!!" Dita hanya bisa berteriak kencang tapi tak bisa bergerak.
Dia sangat membenci cacing tanah.
' Dia bergerak, arrkhh... siapapun tolong... tolong aku!!!" pekik Dita.
"Biar aku tolong!!' ucap Aruna.
Tiba-tiba seseorang menahan tangannya," Jangan, biar kakak yang lakukan!" ucap Asher yang langsung datang ke halaman belakang setelah mendengar teriakan Dita.
Samuel juga turut berlari dengan wajah panik berpikir kalau terjadi sesuatu pada istrinya.
" Sayang ada apa?" Tanya Samuel segera merangkul istrinya.
Wajah Aruna mengatakan segalanya, dia menunjuk Dita dan dua ekor cacing di kepalanya.
" Itu.... cacing di kepala Dita...." ucap Aruna sambil menahan tawanya karena ekspresi Dita yang sangat lucu.
"Pffth hahaha.... Ternyata si bar bar itu punya rasa takut juga," ejek Samuel menertawakan kelakukan Dita.
Asher langsung mendekati Dita, dia berdiri di depan gadis itu sambil berpangku tangan," Tuh kan, Kena masalah lagi kan!" ucap Asher sambil memandang kekasihnya yang sudah membeku sambil komat Kamit d depannya.
Asher tertawa terbahak-bahak, ini bukan pertama kali kekasihnya melakukan hal konyol demi memenuhi keinginan Aruna.
" Makanya dengar kalau orang ngomong," ucap Asher sambil mendekat dan menatap wajah Dita yang sudah memerah.
Gadis itu cemberut, dia hampir menangis karena cacing cacing itu seperti nya sedang bermain dan menggeliat di atas kepalanya..
"Ambill.. Aku takut, Asher ambil!!!" pinta Dita sambil merengek ketakutan.
Asher mencolek hidung mancung gadis itu, dia tersenyum lalu mengambil cacing-cacing itu dari atas kepala Dita dan menjatuhkannya ke dalam lubang yang digali gadis itu.
"Arrkhh.... Asher!!!! takuuuut!!!'Dita berteriak histeris dan langsung menghamburkan pelukannya pada Asher.
Dengan sigap sang pangeran tampan menangkap tubuh gadis itu dan berputar putar di bawah pohon rindang di taman belakang itu.
" Hahaha... dasar penakut, cacing saja kau takut, ya ampun.." Keduanya tertawa di bawah hangatnya sinar mentari.
Samuel dan Aruna juga tersenyum melihat pasangan itu tampak sangat bahagia.
Dita begitu bersyukur karena hidupnya yang dulu menyedihkan dan sepi kini penuh dengan rasa bahagia.
" Hahahhaha..... Huwaahhhh cuaca hari ini sangat cerah!!!" seru Dita yang masih berada dalam pangkuan Asher.
Pria itu mendongak ke atas dan menatap kekasihnya yang tersenyum begitu manis.
Pernikahan mereka akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Semua persiapan sudah sangat matang.
"Kenapa kau menggalinya dengan tanganmu sendiri Dita, kan bisa minta tolong pada kami," ucap Asher sambil menurunkan kekasihnya.
Dia menatap Dita yang sudah belepotan tanah, diambilnya handuk bersih dan diusapnya wajah gadis itu dengan lembut.
Dita terkekeh," aku ingin melakukannya dengan tanganku sendiri, untuk keponakanku tercinta," ujar Dita.
"Tapi kau kan takut cacing, dasar perempuan aneh, sudah tahu takut masih saja sok berani menggali tanah!" ejek Samuel.
" ciihhh... lebih baik mencoba daripada tidak melakukan apa apa. dasar pria batu wleekk!!" balas Dita seraya menjulurkan lidahnya.
" Hahahahhahaha.....x
Mereka semua tertawa bahagia di sana.
" Yang terlambat ke teras depan yang membersihkan rumah seharian!!" celetuk Asher tiba-tiba sambil berlari dari sana dengan wajah tertawa.
" Ehh dasar Asher Cuuuraaanaggg.... awas kau hahahha...." Dita ikut berlari mengejar Asher sambil tertawa menuju teras rumah.
Samuel dan Aruna menatap mereka dengan senyuman hangat.
"Sayang mau coba berlari?" bisik Samuel.
Dugh
Aruna menyenggol perut pria itu," aku sedang hamil tau, dasar kamu," ucap Aruna sambil menatap ke arah langit yang cerah.
Samuel terkekeh," Ku pikir kau akan sekuat si gadis bar bar itu, rupanya setelah hamil kau malah jadi lemah, maaf membuatmu jadi sakit," ucap Samuel sambil memeluk Aruna dari belakang..
Wanita itu tersenyum bahagia, dia masih belum ingat apa yang terjadi dengannya, tetapi dengan ingatan masa lalu dan hari saat ini dia memilih menjalani hidupnya dengan bahagia.
"Apa menurutmu Lucifer baik-baik saja?' tanya Aruna.
" Kenapa kau menanyakannya sayang hmm? kau bisa mengeceknya sendiri, dari ujung kepala sampai ujung kaki," ucap Samuel sambil mengangkat tubuh Aruna dan tersenyum genit pada istrinya.
" Hahah... dasar Lucifer mesum!!"
"Mesum pada istri sendiri itu berkah sayang," ucapnya lagi seraya mengecup bibir manis kesukaannya.
Cinta mereka tumbuh begitu besar, Lucifer adalah Samuel, Samuel adalah Lucifer, melebur menjadi satu, semua ingatan itu bergabung dan melahirkan pribadi Samuel yang kuat dan penuh kasih.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗