
" Bapaaaakkk... gimana ini!??" Dita menatap Tuan Luther dengan wajah cemberut. Tuan Luther yang sejak lama mengawasi Asher sangat setuju dengan rencana ini, tapi dia akan membiarkan putrinya memilih sendiri.
" Ya Mana Bapak Tahu nak! Kau uruslah sendiri, kan kau bilang itu anak mu juga, ya nikahlah sama si Asher, Bapak nggak punya hak ikut campur!!" celetuk tuan Luther.
" Bapaaaakkk...Dita gak mau!!!" ucap gadis itu merengek.
" Apa kau masih mencintai bajingan itu!? jangan pikir abangmu ini tidak tau Dita, apa kau masih mengharapkan kambing bandot itu hah!?" ketus Johan dengan wajahnya yang datar dan dingin.
"Ka..kakak... pliss... Dita... Dita belum siap!" ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca.
" Kalau begitu terima resiko kau berpisah dari bayi kecil itu, Bapak nggak bisa bantu nak, dia yang punya hak asuh Regard!" tukas tuan Luther sambil bangkit berdiri bersama Johan.
"Karena kamu baik baik saja, Bapak dan abangmu kembali dulu nak, ada pekerjaan di kantor cabang, jika kau sudah memutuskan hubungi Bapak!" ucap Tuan Luther sambil menepuk pucuk kepala anak gadisnya.
" Bapak hanya percaya pada Asher nak. jika ada yang mau menikahinya, maka Bapak hanya akan setuju jika orang itu adalah Asher, kau akan tau seperti apa dia, dan juga masa lalunya," ucap Tuan Luther sebelum dia dan Johan benar benar pergi.
"Bapak... aku.... ahhh.... bagaimana ini!!"
...****************...
Seminggu berlalu sejak Asher menawarkan kesepakatan antara dirinya dengan Dita. Sebuah pernikahan yang saling menguntungkan bagi mereka. Tak tahu apa motif Asher, tetapi pria itu bersikukuh ingin menikah dengan Dita.
" Luther, apa Dita belum membuat keputusan!?" tanya Nyonya Kiara yang sedang duduk tenang di depan meja kerjanya. Wajahnya yang cantik dengan make up tipis membuat dia sangat menawan meski sudah menginjak usia kepala lima lebih.
"Hahhh... entahlah, dia terus diam dan melamun di kamarnya, setiap ku tanya dia selalu menjawab dengan jawaban seperti orang kena tipes!" ucap Tuan Luther seraya menyeruput minuman organiknya. Duduk di sofa lebar di depan meja kerja nyonya Kiara.
Wanita itu, bekerja di rumah sakit milik tuan Luther dan menjadi salah satu Direktur eksekutif di rumah sakit ternama itu.
Dia menatap tuan Luther yang sedang asik menyeruput minuman kesehatan nya sambil senyum senyum sendiri seperti kelebihan gula.
"Lalu apa kau tidak membujuknya?" tanya Nyonya Kiara sambil menatap pria itu.
Tuan Luther menggelengkan kepalanya, tapi matanya masih fokus pada minumannya," Buat apa, dia sudah besar sudah tahu mana yang harus dia pilih!" celetuk tuan Luther dengan entengnya.
"Apa sejak Asher menawarkan pernikahan itu kau tidak bicara pada Dita?"tanya nyonya Kiara.
Tuan Luther menggelengkan kepalanya lagi," Buat apa Kiara, itu pernikahan dia dan Asher, ngapain aku ikut campur selama dia menikah dengan putramu! Dengar ya, jika dia menikah dengan pria asing aku pasti akan ribut dan gila, tapi dia akan menikah dengan putramu, buat apa lagi aku khawatir!?" ujar tuan Luther sambil menggoyang goyangkan gelas miliknya yang sudah kosong.
“ Minuman ini sangat enak apa kau punya lagi Kiara?” celetuk Tuan Luther dengan wajah konyolnya yang malah menanyakan masalah minuman dan tak menanggapi ucapan Nyonya kiara dengan serius.
Syuuttt.. pletak!!
Sebuah kotak tisu berubah menjadi tisu terbang dan mendarat tepat sasaran di kening tuan Luther. Wanita itu mendengus kesal mendengar jawaban nyeleneh dari tuan Luther yang tak pernah serius jika diajak diskusi.
“ Dasar tua tua keladi bau tanah, kau bisa serius sedikit tidak hah? Ini masalah mental putrimu!!” kesal nyonya kiara.
Tuan Luther tersenyum sambil meletakkan kotak tisu itu ke tempat semula. Dia menatap gelasnya yang kosong,” apa yang bisa ku perbuat Kiara, mental Dita hancur karena aku yang tak bisa mempertahankan rumah tanggaku dnegan baik, aku sebagai seseorang yang gagal mana bisa memberi nasihat pada Dita, itu keputusan putriku,” tutur tuan Luther yang selalu menyalahkan dirinya atas apa yang dialami oleh kedua anaknya selama ini.
Setiap pertumbuhan Dita dan Johan dipantau dengan serius oleh tuan Luther. Dia mengawasi mereka tetapi tak pernah ikut campur scara langsung dan membiarkan anak anaknya membuat pilihan sendiri karena hidup mereka adalah milik mereka.
“ Jangan menyalahkan dirimu Luther, yang terjadi pada keluarga kecilmu bukan kesalahanmu, jika ada yang harus disalahkan di sini, maka dia adalah mantan istrimu yang biadab dan tak tahu malu itu!” tukas nyonya Kiara.
Tuan Luther menunduk , kehidupan anak anaknya hancur karena perceraiannya dengan sang mantan istri, dia tak bisa melakukan apa pun, bertahan dengan mantan istrinya sudah dia coba, tetapi yang dilakukan oleh mantan istrinya sangat keji dan mengerikan.
“Hah... iya iya.. akan ku coba bicara dengannya,” ucap tuan Luther.
Sebenarnya tanpa sadar tuan Luther melepas tanggung jawab terhadap putrinya dengan menyetujui pernikahan dengan Asher. Karena dia tahu, Asher lebih dari mampu untuk melindungi dan membahagiakan Dita, memberikan apa yang selama ini tak Dita dapatkan.
"Kau harus bicara dengannya!!" tegas nyonya Kiara.
Sementara itu di kantor Asher,
Asher duduk tenang sambil menatap si kecil Regard sembari menyuapi anak itu makan siang. Dia sangat menikmati waktunya bersama si kecil Regard, memiliki Regard membuat hidupnya sangat berarti.
Dia benar benar melarang Dita untuk menemui putranya. Jika Dita ingin menemui Regard maka syarat utamanya adalah harus mau menerima tawaran Asher. Gadis itu diberi waktu sampai seminggu dan selama semingu ini, Dita pulang balik apartemen Asher mencoba menemui Regard tapi Asher sangat bersikukuh dengan keputusannya.
“ Aaa... anak Papa hebat..” ucap Asher menyuapi anak itu perlahan lahan.
Bayi itu memakan semuanya dengan lahap, terbiasa tidur dengan Dita membuat Regard sering menangis setiap malam. Tentu Asher tak tega, tetapi demi rencananya dan demi masa depan Regard Asher berusaha untuk menahan diri tak mengijinkan Regard bertemu ibunya.
“ Apa kau benar benar sudah membulatkan keputusanmu Asher? Tidakkah itu berlebihan?” tanay Samuel.
“ Apa kau tahu siapa pria itu? Kakaknya Dita itu sangat menyeramkan, bahkan lebih mengerikan dari aku!!” ucap Samuel menatap risau pada sahabatnya.
Dia kenal beberapa psikopat yang punya kepribadian ganda, dan mereka semua sangat berbahaya, itu sebabnya ketika dia mendengar keputusan Asher untuk menikahi Dita, dia tak setuju karena jelas sekali Johan adalah pria berbahaya.
Samuel melihat semua yang dilakukan Johan pada Benny di basemen seminggu lalu.
Pria yang menghajar Benny habis habisan waktu itu adalah Johan, kakak laki laki Dita yang dari luar kelihatan sangat kocak tapi aslinya adalah seorang psikopat seperti Samuel.
“Dia menyerang Benny?” tanya Asher heran.
Samuel mengangguk lalu duduk di dekat asher,” benar, dia menghajar bajingan itu sampai babak belur, seandainya kau melihat apa yang dai lakukan, kau pasti akan dibuat merinding ketakutan,” tutur Samuel.
“ Dia salah satu pria yang sangat menyeramkan, kalau kau jadi adik iparnya aku khawatir akan terjadi sesuatu padamu!” ucap Samuel.
Jelas dia tahu seperti apa para psikopat seperti dirinya jika sudah beraksi. Johan malam itu sangat berbeda dengan Johan yang ditemui oleh Dita, ,Asher dan yang lainnya.
Johan menghajar Benny dengan tangannya sendiri, bajingan yang membuat adiknya jatuh hati tetapi begitu saja melemparkan cinta sang adik seperti membuang sampah . Mendengar adiknya disakiti membuat Johan tak terima dan memilih menjadi penjahat untuk membalas perbuatan Benny pada Dita.
Perempuan yang sangat disayangi Johan, sangat dijaga dan harta terbesar Johan, jika seseorang menyentuhnya maka dia akan menghancurkan orang itu tanpa pikir panjang. Hanya dia yang boleh membuat adiknya menangis, jika orang lain melakukannya, maka jangan salahkan Johan jika nyawa orang itu terancam.
“Tenanglah sam, aku, Dita dan Johan sudah saling mengenal sejak lama,”tutur Asher.
Samuel sedikit kaget, ia tak tahu kalau mereka bertiga punya hubungan yang dekat di masa lalu.
“ Johan memang seperti itu, dia sangat menjaga Dita,”
“ tapi kita tidak tahu apa yang terjadi pada merkea bertahun tahun lalu, sebab kalian baru bertemu lagi belakangan ini!” ucap Samuel.
“ Baik Dita maupun Samuel mempunya masalah yang mereka sembunyikan, aku tahu itu Asher, karena kau dan aku juga seperti itu!” ucap samuel.
“ Jangan hanya untuk rencana balas dendammu kau tak menghiraukan keselamatanmu, pikirkan baik baik!” tegas Samuel.
.
.
.
Like, vote dan komen