
Asher berjalan dengan langkah kaki bergegas memasuki aula besar pernikahan Benny dan Caca.
Pria tampan berkharisma dengan jas hitam menempel di tubuhnya, tinggi menjulang ke atas, kulitnya putih bersih seperti susu, pria yang sangat tampan dan mempesona itu masuk ke dalam aula acara di mana Dita berada saat ini.
Pria itu berjalan dengan cepat mencari di mana gerangan gadis cantik merah merona yang tadi pagi membuatnya kesal.
" Butet kau di mana!? dasar gadis serampangan ini, dia sampai melupakan ponselnya!!" gerutu Asher sambil berjalan dengan cepat.
Tak ada yang mengenalinya, hanya beberapa petinggi yang tahu wajah dari grup Carat Land. Itu pun tak ada yang berani mendekati pria itu.
Dia berjalan dengan matanya mencari cari di mana lokasi si Butet.
Hingga kedua netranya memerangkap si Butet bergaun merah sedang berjalan melenggak lenggok dengan begitu indah ke arah pasangan pengantin malam ini.
Caca menatap Dita dengan tatapan penuh kebencian sedangkan Benny menatap gadis itu dengan tatapan penuh obsesi.Gaun merah merona yang sangat kontras di kulit putih sang Dita membuat gejolak besar di dalam diri pria sinting yang terobsesi pada gadis cantik itu.
" Sial!! dia sangat cantik!! arrkhhh aku tidak tahan, Dita... aku akan pastikan kau jadi milikku, kau hanya boleh jadi milikku!!" Batin Benny yang terus menatap gadis itu dengan tatapan lapas.
Tatapan yang sangat tidak nyaman bagi kaum wanita. Otak kotor pria itu mulai memikirkan hal hal aneh sampai tak mendengar ucapan istrinya yang sudah kesal bukan main dengan kedatangan Dita di sana.
Padahal jelas dalam kartu undangan, peraturan utama bagi para tamu adalah tidak boleh mengenakan pakaian cerah karena akan menyaingi sang pengantin perempuan. Tetapi Dita datang membawa mimpi buruk bagi Caca yang mengenakan gaun putih dengan taburan mutiara.
Penampilan gadis itu jelas sebagai bentuk tidak menghargai pemilik pesta dan juga menunjukkan perlawanan pada sang pengantin wanita.
"Sialan, kenapa dia datang dengan gaun merah, ini jelas menyalahi aturan!!" kesal Caca sambil menepuk lengan Benny.
"Tapi dia cantik!" ucap Benny yang terbaik dengan penampilan Dita yang sangat mempesona.
"A.. apa!?? Be..Benny!? apa yang kau bilang!!!!!"ucap Caca dengan geram.
Benny tersentak, dia mendapatkan kembali kewarasannya," Maksudku, kau lebih cantik sayang," ucap Benny yang langsung menatap istrinya yang sudah mengamuk.
Dita berjalan ke arah mereka, rambutnya yang panjang dan hitam tergerai, dia sangat harum dan tentu sangat cantik. Sembari berjalan dengan membawa mawar hitam dia mendekati pasangan pengantin itu.
Bibir Dita tersenyum, melihat Benny dan Caca berdiri di depannya. Gadis itu berjalan dengan begitu elegan sampai semua mata tertuju padanya.
Siapa sangka gadis yang selalu berpakaian seperti pria, bar-bar dan gila itu adalah seorang perempuan elegan yang sangat memikat hati.
Semua yang ada di ruangan itu berdecak kagum tapi tak sedikit yang mencibir gadis itu karena rumor yang menerpa dirinya sebelumnya.
Meski sudah ada klarifikasi tentang bayi itu di berita, mereka masih saja mencibir Dita yang disebut sebagai perempuan tidak benar.
" Wah.. wah.. wahh.. kepada siapa lagi kau jual tubuhmu Dita!" ucap Caca dengan lantang begitu Dita muncul di hadapannya.
" perempuan kampungan seperti dirimu syok dengan uang langsung tidak tahu tata Krama ya!? hah... dasar pel4cur!!" ucap Caca dengan wajah menghina.
Dia sengaja membesarkan suaranya agar semua orang melihat mereka.
" Lihat pakaianmu, sungguh tak ada malu, sudah jelas diberi syarat, kau malah berpakaian seperti ini, aku malu Dita, aku sangat malu!!' ucap Caca merendahkan Dita di depan semua orang.
"Ku rasa semua orang yang ada di sini pasti kenal dengan perempuan yang terkena skandal ini kan? apa kau datang untuk menggoda suamiku!?" ucap Caca sambil menatap gadis itu dengan tatapan jijik..
Sontak semua orang berbisik-bisik, melirik Dita sebelah mata, menghina gadis itu tanpa tahu kebenarannya.
Dita tertawa," Hahah.. Bull **!*!!" ucap gadis itu sambil menatap Caca dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan merendahkan.
"Pria kaya mana ya? apa kau pikir aku semisikin itu!?" ucap Dita sambil mendekat ke arah Caca.
Dia menarik tangan Caca dan memaksa wanita itu memegang bunga mawar hitamnya.
" by the way selamat ya mantan sahabatku sudah dapat pria bekas dan pernikahanmu sangat mewah, " ucap Dita sambil tersenyum lalu menatap semua orang seraya merangkul bahu Caca.
" Semuanya hahaha... hubungan kami sangat baik, sahabatku ini menikahi mantan pacarku, aku bersyukur mereka bertemu dan saling mencintai, mari kita doakan kebahagiaan mereka, beri tepuk tangan semuanya!!!" teriak Dita .
Wohooo!!!!
prok prok! prok!
Suara tepuk tangan meriah dan teriakan terdengar menggelegar di dalam ruangan itu.
Dita melirik wajah kesal Caca dan wajah bodoh Benny yang sejak tadi terus menatapnya.
" Bagaimana Caca, apa kau bisa melawanku? ahh hadiah pernikahan sebentar lagi akan tiba!" ucap Dita sambil tersenyum sinis.
Caca tersenyum kesal, tetapi hati liciknya tak habis akal. Dia tersenyum dengan wajah penuh tipu muslihat.
"Kita lihat setelah hari ini, apa kau masih bisa tersenyum Dita, lihat saja semua yang ada di dekatmu akan ku buat menangis sampai kau mati tersiksa!!" batin Caca dengan segala rencana jahatnya.
"Ahh... selamat untuk pernikahanmu Benny, bagaimana rasanya menikmati dua atau lebih wanita sekaligus!?" ucap Dita dengan nada menyindir.
Mendengar itu tentu saja langsung membuat kepala Caca overthinking lagi, dia sangat benci dengan fakta bahwa ada perempuan lain di hidup suaminya.
Emma mungkin bisa dia terima karena Benny berhubungan dengan perempuan itu sebelum mereka menikah, tetapi jika ada yang lain setelah pernikahannya, Caca akan mengamuk!
"Di..Dita aku tidak seperti itu, hahah... ka...kau ini bagaimana sih, bukan kah kita teman baik!?" ucap Benny sambil menarik tangan Dita dan menggenggamnya dengan erat.
Tatapan matanya jelas menunjukkan hal yang lain. Bahwa dia memiliki hasrat tersembunyi pada gadis cantik itu.
"Lepaskan aku bajingan, pengkhianat, kau mengkhianati aku dan berselingkuh dengan jal4ng ini!! di mana otakmu Benny!!!" hardik Dita, tak peduli jika dia jadi bulan bulanan para tamu undangan karena sikap kasarnya.
"Jangan berani mengatai istriku, dia sedang hamil, dia bisa terguncang karena mu Dita!!" balas Benny tak segan membentak gadis itu dan mencengkram tangan Dita dengan sangat erat sampai membuat Dita mengeraskan rahangnya.
" Lepaskan aku!!" kesal Dita.
" Usir dia sayang, usir dia dari pesta kita!!' ucap Caca sambil menata sinis ke ara Dita.
" Tunggu giliran kalian berdua, aku pasti akan membuat kalian menyesal, Caca Benny!!" tukas gadis itu dengan tatapan penuh dendam.
"Sialan, dia sangat cantik bahkan ketika marah, arhh tunggu sebentar lagi sayang, aku pasti akan mendapatkan mu kembali!!" batin Benny dengan senyuman licinya. Jari nya mengusap usap tangan Dita dengan sensual sampai membuat Dita terkejut.
Tiba-tiba.
Grep!! kretakk!!
Seseorang menarik tangan Benny dari pergelangan tangan Dita," Jangan berani menyentuhnya dengan tangan kotormu bangsat!!" Ucap pria tampan berkharisma itu sambil meretakkan tangan Benny dengan wajah kesal.
.
.
.
Like vote dan komen 🤗