
Belasan tahun yang lalu,
Bau amis tak sedap tercium di seluruh ruangan gelap dengan sebuah lampu pijar remang-remang kekuningan.
Suara burung gagak terdengar begitu menakutkan, serangga dan hewan-hewan lainnya tampak sedang bergerak.
Suara mendesis, suara mengerat, suara menjerit terdengar begitu jelas.
krriiiuittttttr.....
Gesekan besi tajam dengan lantai gadung terbengkalai itu terdengar menusuk telinga. Langkah kaki perlahan namun pasti, terdengar begitu menyeramkan.
Dua orang pria duduk meringkuk ketakutan sambil terus menatap ke arah pintu keluar yang dikunci erat.
pentilasi udara tampaknya tak berfungsi karena bau busuk tercium di sana.
"Pa.. paman.. kapan kita keluar dari sini hiks hiks hiks... Ayah dan Ibu sudah mati... bagaimana ini... apa yang harus kita lakukan!?" tangisan Samuel remaja terdengar begitu pilu.
Anak remaja itu memeluk erat lengan tuan Roth, ayah dari Asher Roth.
Keduanya diculik dan disekap di gudang berbau busuk itu, tentu saja bau busuk karena mayat orangtua Samuel disimpan disudut ruangan itu.
Samuel hanya bisa menangis berhari-hari. Meratapi kematian orangtuanya yang tepat di depan matanya.
Tuan Roth bersikeras melindungi Samuel, dia memeluk anak itu setiap hari. Berbagi rasa takut, mencoba menguatkan Samuel bahwa dia pasti akan selamat.
"Nak, Paman akan pastikan kau selamat, lindungi dirimu dan keluarga Paman nak, Paman akan menjagamu!!" ucap Tuan Roth dengan suara bergetar.
Jujur saja dia juga takut. berhari hari dikurung di tempat gelap itu karena masalah cemburu buta pria yang tergila gila pada istrinya.
"Nak kau harus selamat, setelah ini kau harus melindungi dirimu dan juga keluarga Paman, kalian harus selamat!" ucap Tuan Roth.
Samuel menangis, dia adalah remaja yang lugu, anak manja dan penakut juga sangat menyayangi keluarganya.
Peristiwa ini merusak.hati dan pikirannya. Rasa takut membuat sekujur tubuhnya melemah.
Dia terus berharap mereka akan keluar dari tempat itu.
Samuel terlelap, dia menangis dalam ketakutan, ingin dia berteriak, ingin dia marah, ingin dia melawan tetapi tak setitik pun keberaniannya muncul.
Hingga dalam mimpinya, dia bertemu seseorang yang persis dengannya tetapi dalam versi yang lebih kuat.
Samuel berada di ruangan hitam, gelap dan hanya ada satu cahaya yang menyoroti dirinya.
" di mana aku, di mana aku!!" teriak jiwa itu histeris.
Tiba-tiba muncul cahaya lain menyoroti seseorang berwajah sama dengan dirinya.
" Samuel," panggil jiwa itu.
Sontak Samuel menoleh, dan betapa terkejutnya dia melihat ada wajahnya di hadapannya sendiri..
" Apa kau takut? Apa kau sedih dan marah??" tanya sosok itu.
Samuel mengangguk sambil menangis sesenggukan," aku sangat takut, ayah dan Ibu mati di tangan orang itu, berikutnya adalah giliranku dan paman, aku tidak mau mati hiks hiks hiks aku tidak mau mati!!" teriak Samuel.
"Aku akan menolong mu, sebut saja aku Lucifer, aku akan membantumu keluar dari ketakutanmu!" ucap Lucifer sambil mengulurkan tangannya.
Samuel terdiam membeku. dia menangis ketakutan, bayang bayang wajah tuan Jang dan para pembunuh itu terlintas di kepalanya.
" Bantu aku, kau terlihat lebih kuat dan berani, tolong bantu aku!!" teriak Samuel sambil menjabat tangan Lucifer.
Di saat yang sama Lucifer bangkit. Alter ego itu bangun dari tidurnya bersamaan dengan itu ,Tuan Jang dan algojonya masuk ke dalam ruangan itu sambil membawa pisau panjang dan sebuah kotak kado.
Brak!!!!
"Selamat tahun baru semuanya!" ucap Tuan Jang sambil tersenyum sinis.
Tuan Roth menarik tangan Samuel dan menjaga anak itu di belakangnya. Sampai akhir pun, pria itu terus melindungi Samuel.
Nafas mereka terengah-engah, jiwa mereka terguncang.
Tuan Jang mendekat sambil tersenyum," Roth, apa yang akan dilakukan kekasihku Kiara jika aku mengutip kepala anak kecil itu sebagai kado tahun baru!?" ucap Tuan Jang sambil tersenyum.
" Pergi kau.. hahh..hah.. Pe.. pergi kau Jang!!" pekik tuan Roth.
Gemerincing rantai kaki terdengar, tuan Roth terdesak bersama dengan Samuel.
"Roth,aku akan menghancurkan mu sama seperti kau menghancurkan semua cintaku pada Kiara!!' teriak tuan Jang.
" iTu bukan cinta bangsat!!' balas tuan Roth.
" Kau hanya terobsesi pada istriku, kau membuat obsesi liar untuk merusak hidup istriku, pergi kau bajingan mati saja kau!!" balas Tuan Roth.
" obsesi? tentu saja, aku sudah mencintainya sejak kami kecil lalu kau datang dan merebutnya dari pelukanku, Roth bajingan!"
" Kau akan mati hari ini, tapi terlebih dahulu akan ku eksekusi anak itu, dia teman baik putramu kan? akan sangat bagus jika kepalanya ku kirim ke kediaman kalian!" ucap Tuan Jang sambil menarik paksa Samuel.
" Lepaskan aku!! lepaskan aku!!" pekik Lucifer yang menguasai tubuh Samuel.
" Lepas? tidak akan!!" ucap tuan Jang . Dia mengambil pisaunya dan menggesekkan ya ke leher Samuel, anak itu berteriak histeris kesakitan, tapi tangannya dengan licik mengambil kunci dari kantong Tuan Jang.
" Jangan lakukan itu!!!" pekik tuan Roth sambil berlari dan..
Brakk!
dia menghantam tubuh tuan Jang, membuat Samuel terpental jauh dengan Leher yang terluka.
Lucifer si alter ego itu cepat cepat melepaskan kunci dari kakinya.
Dia menatap tuan Roth yang memeluk kaki tuan Jang.
" Paman!!' pekik Lucifer.
"Tidak, pergi, sana cepat melarikan diri. Paman baik baik saja, pergi Samuel, pergi sekarang!!!" pekik tuan Roth sambil menangis.
" pa.. paman tidak!!
" Kejar dia!!" teriak tuan Jang.
Tapi tuan Roth mengorbankan dirinya, dia menerjang mereka sekuat tenaga ,' Lari Samuel, Lari!!!" teriak tuan Roth.
Lucifer menangis marah, kekuatannya saat ini tidak cukup melawan bajingan itu," Ingat ini, kau akan bertemu denganku lagi, ingat namaku Lucifer!!!" teriaknya lalu berlari dari sana sambil menangis.
Tuan Roth menjaganya sampai akhir.
Tuan Jang benar benar marah, dia dikuasi oleh egonya, dikuasai oleh iblis di hatinya. Diambilnya benda tajam itu dan diayunkannya ke arah tuan Roth.
" Mati kau!!!" pekik pria itu .
Tuan Roth meninggal di tempat, darahnya berceceran di atas lantai. Pria itu menggenggam kepala tuan Roth sambil tertawa terbahak-bahak," Hahahahaha... Roth setelah ini aku akan mendapatkan istrimu, aku pasti akan menikahi Kiara!!" ucapnya sambil memasukkannya ke dalam kotak kado itu.
"Tunggu giliranmu bocah sialan, kau juga akan mati di tanganku!" ucap tuan Jang.
Dari atas atap, Lucifer menangis, marah dan panas hati. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan erat, menatap penuh dendam pada tuan Jang.
" Akan ku balas, akan ku balas berkali-kali lipat lebih mengerikan, Paman... Paman hiks hiks hiks... aku akan mendengar nasihatmu, aku akan menjaga Asher dan Bibi!!!" Tekadnya bulat, dia terus duduk di atas sana, sambil menatap kepergian tuan Jang dengan kotak hadiah itu.
Dendam yang harus dibayar, amarah yang harus diselesaikan tak akan pernah dilupakan oleh Lucifer.
.
.
.
Like vote dan komen 🤗