
Setelah melihat rekaman video hotel di mana kejadian mengejutkan itu terjadi, Dita kembali ke kamar Aruna karena dia tahu di mana Samuel berada sekarang.
Dia tahu ini bukan salah Samuel sepenuhnya, dia memiliki tebakan lain, tapi kenapa sahabatnya harus mengalami hal seperti ini? dan Samuel juga tampak normal di video itu.
"Beraninya kalian bersekongkol melakukan hal keji itu pada Aruna!!" geram Dita sambil mengeraskan rahangnya.
Jack dan Dokter Ryan yang melihat rekaman itu juga terkejut. Tapi mereka merasa ada yang aneh pada Samuel malam itu.
" Dita, tunggu sebentar, biar kami jelaskan sesuatu!!" ucap Dokter Ryan menarik tangan gadis itu.
" APA LAGI YANG MAU KAU JELASKAN HAH!!!" Dita berteriak marah.
" Apa kau mau membela bajingan itu!?? dia.. dia pasti bekerja sama dengan Caca, dia pasti dibayar oleh perempuan busuk itu untuk melukai Aruna!!!" pekik Dita dengan mata berkaca-kaca.
Bukan dia yang mengalaminya tapi rasa sakitnya sangat terasa di dada gadis itu. Seolah dia ditusuk dengan jarum berkali-kali!
"Apa kau mau membela pria bajingan itu!? aku yakin ini rencana mereka!!!" teriak Dita tak kuasa menahan tangisannya.
" Dita dengar dulu penjelasan kami!" bujuk Jack.
" Bukannya kami mau membela Samuel, kami tahu ini salah tapi dia punya kondisi yang..
" Jangan!" Ryan melarang Jack berbicara.
Pria itu menatap Jack dengan tajam.
Merasa tak ada jawaban. Dita pergi begitu saja dari sana. Gadis itu melangkah dengan cepat, kemarahan yang berkobar kobar menyala di hatinya.
" Apa kau mau membocorkan rahasia Sam!? dia akan marah, jangan sampai kita membocorkan rahasia itu, kecuali dirinya sendiri!!" ucap Ryan sambil mencengkram bahu Jack.
" Tapi jika begini, dia akan terus disalahkan, sama seperti tiga tahun lalu... itu.. itu bukan salahnya!!!! hanya karena dia seperti itu....
" Jack tenanglah, biarkan Samuel menghadapi masalah ini, jika memang butuh bantuan, kita akan tangani setelah membicarakannya dengan Asher!" ucap Ryan.
Jack hanya mengangguk paham. Samuel memiliki sebuah rahasia yang tak banyak orang tahu.
Dia memiliki kepribadian ganda, sudah dia derita selama bertahun-tahun lamanya. Sampai saat ini Sam hanya memberitahu keadaannya pada ketiga sahabatnya, dokter pribadinya dan beberapa orang kepercayaannya.
Alter egonya adalah sosok yang menyeramkan dan bengis. Sosok yang meluapkan rasa marah. benci dan dendam yang disimpan Sam di hatinya.
Inilah yang membuat pria itu misterius, dia menghindar dari hubungan sosial karena khawatir alter egonya muncul kapan saja.
Sudah lama tak keluar, siapa sangka Akter ego itu ikut campur dalam masalah yang melibatkan Aruna, karyawan Samuel sendiri.
Dita berjalan dengan cepat. Dia melewati lorong demi lorong, rasahany hatinya sakit dan panas. Dia menangis sepanjang jalan .
" Butet, ada apa denganmu Anggi( Adik perempuan)!" Johan memanggil Dita yang lewat dari depan dirinya.
Kaki gadis itu berhenti. Dia menoleh dan menatap kakaknya dengan wajah memerah dan sembab. Dita menangis sesenggukan.
" Di.. Dita!?" Johan tampak sangat terkejut melihat sang adik yang setiap hari ceria malah jadi menangis seperti saat ini.
" Kak Johan... huwaaa..... bagaimana ini!? apa yang harus ku lakukan!!!" Dita Langsung berlari dan menghamburkan pelukannya pada Johan.
Gadis itu menangis sesenggukan. Tentu saja, seorang Kakak yang sangat menyayangi adiknya terkejut melihat gadis kesayangannya lagi lagi berderai air mata," Dita, ada apa dek? kenapa lagi hmm? kakak gak suka lihat kamu menangis, kenapa setiap kita jumpa ada saja masalahmu!!' tanya Johan sambil memeluk adiknya.
Dita masih menangis sesenggukan, dia memeluk kakaknya dengan erat.
Dita tidak pernah menyangka kalau sahabatnya akan mengalami kejadian ini. Mereka ada di gedung hotel yang sama hari itu, tapi Dita sama sekali tidak tahu kalau Aruna telah mengalami kejadian mengerikan itu.
"Aku bukan teman yang baik, semua gara gara aku kak, Aruna.. hiks hiks hiks... Aruna kaaakk!!" Dita mengadu pada sang kakak. Tempatnya untuk berlindung.
" Aruna, bukannya dia sudah dirawat? ada apa Dita? apa kalian sudah menemukan pelakunya!?" tanya Johan tak tega melihat adiknya menangis seperti itu.
" Sudah, dia.. dia diperk0sa arkrhhh ini salahku!! ini semua salahku!!!" pekik Dita sambil memukuli kepalanya sendiri.Dia benar benar syok saat ini.
Johan sangat terkejut saat mendengar bahwa Aruna mendapatkan pelecehan. Pantas saja Dita begitu syok.
" Ya.. Tuhan!!!" Johan terhenyak. Dia menarik tangan adiknya," Tenang Dit, tenang!!" bujuk Johan.
" Apa kalian tahu siapa pria itu!?" tanya Johan.
" Dia.. dia pasti melakukannya karena dibayar oleh Caca dan Benny, arkrhhh... ini salahku, ini semua salahku kak!!!" teriak Dita sambil menangis histeris.
"aku tidak boleh membiarkannya dekat dekat Aruna!!!" ucap Dita sambil melepaskan pelukannya dan berlari dari sana menuju ruangan Aruna.
" Dita!!" panggil Johan tapi tak digubris.
" Dalam kondisi ini, dia bisa membunuh orang,tidak akan ku biarkan!!" geram Johan.
" Jadi keparat kambing bandot sialan itu lagi yang membuat adikku menangis, bajingan yang tak kunjung menyerah untuk merusak kehidupan adikku, tunggu bagianmu, tunggu bagian kalian berdua sialan!!" geram Johan sambil mengeraskan rahangnya.
Dia berlari dan mengejar Dita yang sudah mengamuk.
Gadis itu tiba di ruangan Aruna dan matanya menangkap sosok Samuel yang duduk tepat di samping brankar Aruna, sahabatnya yang sudah bangun .
Cepat cepat dia berjalan dan..
Grep!!
Gadis itu menarik tangan Samuel dan mendorong pria itu sampai terjatuh ke lantai.
"KEPARAT SIALAN!!!" Teriak Dita menggelegar. Dia sangat marah, dia sangat dendam, dan dipenuhi dengan amarah saat ini.
"Di.. Dita!!" Panggil Aruna terkejut.
Dita tentu saja syok saat mendengar gadis baik hati yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu memanggil namanya.
"Keluar kau!!" teriak Dita menatap Samuel dengan penuh dendam.
Di saat yang sama, Asher dan Regard terbangun karena keributan yang disebabkan oleh Dita.
" Oeerrrkkk.... oeerrrkkk... oerrkkkkk
Bayi mungil itu terkejut dan menangis histeris di dalam box bayinya. Asher yang masih sakit langsung melompat dan mengambil bayinya dengan wajah panik," Dita ada apa!? kau mengejutkan ku dan Regard!" tegur Asher.
Tapi seketika dia terdiam saat melihat Dita menangis sesenggukan sambil menatap Samuel dengan penuh dendam.
" Dita?" panggil Aruna pelan dan sangat lembut. Samuel juga hanya terdiam di atas lantai sambil menatap kosong ke arah Aruna.
Hati gadis itu langsung melunak, dia mendekat pada Aruna, yang telah mengeluarkan suaranya lagi setelah sekian lama diam membisu.
"Dia bisa bicara?" pikir Asher dan yang mendengar Aruna di sana.
"Aruna, kau baik-baik saja? apa bajingan ini membuatmu menangis? apa dia membuatmu sedih!? mana yang sakit, supaya kubalaskan padanya, katakan padaku, apa yang dia lakukan padamu!!!" ucap Dita dengan wajah panik.
Aruna menatap gadis itu dengan wajah bingung. Dia memiringkan kepalanya, rasanya ada yang aneh dengan sang sahabat.
" Dita, kamu kenapa? Pak Sam itu baik, dia tidak melakukan apa-apa" ucap Aruna sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Dita.
Menatap Dita seperti seseorang yang lupa ingatan.
" Aruna jangan begitu, kamu diancam ya? jujur saja gak apa apa, aku akan hajar dia!!" ucap Dita.
" Jujur apa Dit? kamu ngomong apa sih?" tanya Aruna pelan.
" Ohh iya aku penasaran, kenapa aku di rumah sakit ya? aku sakit apa? tangan ku juga lecet-lecet, apa aku kecelakaan?" tanya Gadis itu dengan wajah penasaran.
Degh!!
Sontak semua yang mendengar ucapan gadis itu terdiam. Dita, Asher, Jack, Ryan bahkan Johan yang ada di luar ruangan terkejut mengetahui kenyataan bahwa Aruna melupakan kejadian yang terjadi pada dirinya.
"A... Aruna, a.. ada apa denganmu??"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗