Loco

Loco
74 Loco



Berita menggegerkan menghiasi seluruh stasiun televisi saat ini.


Wajah Benny dipasang di berbagai media setelah kejadian yang menimpanya semalam.


Benny diberitakan telah dihajar habis habisan oleh orang tidak dikenal.


Grup Wicaksono tampaknya mengambil tindakan tegas untuk mengusut tuntas kasus ini, meskipun tidak akan pernah berhasil menemukan pelaku penganiayaan itu.


Benny dibuat lumpuh, setengah bagian tubuhnya seperti mengalami mati rasa, tak bisa digerakkan, dia benar benar dihancurkan oleh Johan.


patah tulang di mana-mana bahkan mengalami cedera serius di bagian kepalanya, tetapi dia tidak sampai dibuat meninggal.


Johan benar benar memberikan siksaan bagi bajingan yang telah membuat adiknya dalam bahaya.


Berita ini juga tak luput dari perhatian Jack, Samuel dan semua yang tahu kalau Benny adalah dalang dibalik kejadian yang menimpa Dita kemarin malam.


"Jack menurutmu siapa yang mampu melakukan hal sekecil ini!? Benny dibuat lumpuh!!" ucap Dokter Ryan dengan wajah penasaran. Sambil menyeruput Yogurtnya, dia menatap ke arah televisi. Duduk bersila di dalam ruangan kerja Asher bersama Jack dan Samuel.


"Aku tahu seseorang yang pasti mampu bahkan lebih dari mampu untuk melakukan hal keji ini!" ucap Samuel sambil menatap dingin ke arah televisi.


"Siapa!?" tanya Jack dan Ryan bersamaan.


Samuel mengusap dagunya. dia jelas sekali masih mengingat sosok yang menghajar Benny di basemen apartemen beberapa waktu yang lalu.


Setelah dia selidiki, pria itu adalah Johan Kakak Dita yang menyeramkan dan misterius.


"Siapa lagi kalau bukan pria misterius itu, Johan Luther, kakak laki laki Dita!" ucap Samuel seraya menatap kedua temannya.


"Jo.. Johan!?" Jack dan Ryan saling menatap tidak menyangka.


"Dia memang menghajar Benny di basemen waktu itu, tetapi apa mungkin dia sampai melakukan hal sekeji ini!?" tanya Ryan tak percaya.


"Dia sanggup, demi adiknya dia pasti akan melakukan apapun termasuk menghabisi pria bajingan itu!' ucap Samuel.


Ryan dan Jack terhenyak, Samuel adalah orang tergila yang pernah mereka temui, tetapi nyatanya, Kaka laki laki yang sangat menyayangi adiknya adalah yang paling menyeramkan.


"Jangan coba cari perkara dengan direktur Johan, aku tidak mau mati muda!!" ucap Ryan sambil bergidik ketakutan.


Padahal citra Johan dir unah sakit itu terkenal sebagai seorang dokter, sekaligus direktur yang ramah dan hangat sama seperti ayahnya, tuan besar Luther yang menakjubkan.


Tetapi semua citra itu akan berubah total ketika berhubungan dengan adiknya yang sangat dia cintai. Johan seolah memiliki dua kepribadian dalam satu tubuh, namun tidak sampai separah itu.


"Dia memang seseorang yang sanggup melakukan hal keji itu," ucap Jack.


"Tatapan matanya saja sangat menyeramkan, apalagi jika sudah menyinggung masalah tentang adiknya," ucap Samuel dibalas anggukan kepala oleh Jack dan Ryan.


Sementara mereka tercengang dengan fakta itu, Asher baru saja terbangun dari tidurnya yang lelap. Dia membuka kedua matanya, dan menemukan sosok gadis cantik yang berbaring di sampingnya, sedang terlelap dan meringkuk seperti anak bayi sambil memeluk lengannya.


Kondisi Asher sudah membaik, demamnya turun dengan cepat dan sakit di tubuhnya berkurang karena dirawat oleh dokternya langsung.


Asher mengubah posisinya, memiringkan tubuhnya dan menatap wajah cantik yang sedang terlelap itu.


"Tidur pun wajahnya sangat bar bar, apa dia mau mengajak bertengkar!?' batin Asher sambil tersenyum simpul di sana sambil menatap wajah Dita yang mengerut karena sedang bermimpi.


Drama baru yang tidak pernah terpikirkan olehnya akan dia alami. Bangun dari tidur yang lelap dan menatap wajah perempuan yang dia cintai, betapa bahagianya hidup Asher yang kacau selama ini.


Tangan pria itu naik ke atas, dia mengusap pucuk kepala Dita, menyingkirkan anak rambut gadis itu, mengusap alis tebal Dita, hidung mancung gadis itu hingga bibir ranum kesukaannya.


"Cantik!' ucapnya pelan.


Semakin dilihat semakin jatuh cinta, sepertinya Asher sudah dibuat tergila-gila oleh pesona sang Dita


Dia menatapnya untuk waktu yang lama, menikmati ciptaan Tuhan yang begitu sempurna dan indah.


Hingga yang empunya keindahan itu akhirnya bangun dari tidurnya.


"eeerrmmm.... hoooaammmmm....." Dita meregangkan tubuhnya sambil mengusap begitu lebar.


Tentu saja Asher tertawa geli melihat kelakuan kekasihnya.


"Selamat pagi sayang," bisik Asher di telinga Dita.


Deg deg deg...


Dita terkejut, matanya yang bulat langsung menoleh ke arah sang kekasih yang menatapnya sejak tadi.


Asher tersenyum manis, dan lagi lagi berhasil melelahkan hati seorang perempuan yang dibuat tak berkutik dengan wajahnya yang tampan.


"Se.. selamat pagi," balas Dita yang tersipu malu. Pipinya merah bahkan wajahnya sampai terasa panas.


" Masih malu? dasar melon gagal panen!' celetuk Asher.


Dita terkekeh," tentu saja aku malu buncis kecil, bagaimana keadaanmu hmm?' Dita menaruh tangannya di kening Asher dan mengecek suhu tubuh kekasihnya.


Dia tersenyum," sudah lebih baik dibandingkan dengan kemarin," ucapnya sambil menatap dalam kedua netra Asher.


" Semuanya juga karena dokter cantik ini," ucap Asher seraya mencolek lembut ujung hidung Dita.


Meskipun pada awalnya mereka sering bertengkar bahkan saling menjahili satu sama lain, Dita sadar di saat itu pula perasaan mereka tumbuh dan semakin besar setiap harinya.


" Syukurlah kau sudah lebih sehat," Dita bangkit dari tempat tidur sambil tersenyum.


Dia menatap ruangan itu, tak disangka dirinya dan Asher malah ketiduran di ruangan rahasia milik Asher.


" Wahh... ini sudah pagi Asher, kita menginap di sini semalaman," ucap Dita.


Asher mengangguk, dia bangkit dari kasur, masih berjalan sempoyongan.


" Hati-hati, kau belum begitu baik, masih pusing dan pucat, harus banyak istirahat, berbaringlah di sana!" ucap Dita yang langsung merangkul pria itu.


Asher tersenyum lembut," tak apa, kalau terlalu banyak berbaring juga akan semakin sakit, aku ingin keluar," ucap Asher .


"ya sudah biar ku bantu," ucap Dita.


Sambil merangkul Asher, Dita membukakan pintu ruangan rahasia itu dan keluar dari sana.


"Ayo hati-hati, kau masih sakit," ucap Dita yang penuh perhatian membantu Asher berjalan.


Tanpa mereka sadari, ketiga pria tampan di dalam ruangan itu sudah menatap mereka dengan mulut menganga. Apalagi Jack yang sangat terkejut melihat Asher keluar bersama Dita dari dalam ruangan rahasia yang hanya diketahui Asher dan teman-temannya itu.


"Tu.. tuan, Pak Bos, Asher.. keluar dari ruangan rahasia!? bersama Dita!?' ucap Jack terkejut.


Samuel dan Ryan pun sama terkejutnya,pasalnya setahu mereka kamar itu khusus dirancang sebagai tempat bersembunyi yang hanya mereka saja yang tahu.


Tapi sekarang sepertinya keadaan berbalik, Dita keluar dari sana sambil memapah Asher.


"Asher, ku pikir kau dan Dita langsung pulang semalam," Jack menghampiri mereka.


" Ternyata kalian berduaan di sini!?" ucap Jack tak percaya.


"Tidak perlu berlebihan Jack, apa aku harus melaporkan semua kegiatanku padamu?" ucap Asher dengan nada ketus.


"eh.. bukan begitu, Pak bos, saya semalam menghubungi Anda berkali kali tapi tak kunjung diangkat, apa kalian terlalu menikmati malam yang indah itu sampai lupa dengan asisten sendiri!?' kesal Jack.


"Ciihhh!!!" Dita berdecih sambil menatap sinis ke arah Jack. Dia berjalan mendekati pria itu dan..


Bughh!!


Siku Dita mendarat di perut pria itu.


" uhuk!! apa yang kau lakukan!!!'" kesal Jack sambil menatap Dita.


" Kau pikir kami melakukan apa, dasar otak mesum, " ketus Dita.


"Semalaman tuan muda mu sakit, aku merawatnya dan menjaganya karena seseorang sangat keras kepala, sudah dibilang ke rumah sakit tapi masih melawan," ucap Dita sambil melirik Asher yang hanya tersenyum simpul sambil mengalihkan perhatiannya ke arah lain.


"Sakit!? " Jack dan Ryan bersamaan.


"hmm.. aku sakit, sekarang katakan apa yang mau kau laporkan Jack !" ucap Asher sambil menatap Jack .


"Dan kau Samuel, apa yang mau kau katakan!!"


"Benny!! Pelaku penyerangan semalam adalah Benny!!" ucap Samuel dengan serius.


Jelas Dita dan Asher sama sama tak menyangka kalau pelakunya benar benar Benny.


" Di.. dia!? berani sekali dia!!" ucap Dita tak percaya.


" Lalu di mana Bajingan itu sekarang!?' tanya Asher.


Segera Ryan menyalakan siaran Televisi yang masih menyiarkan kasus yang dialami Benny.


Dea dan Asher menatap televisi itu dan mendengar nya. Betapa mereka juga terkejut mendengar kondisi Benny saat ini.


Tatapan mata Asher mengatakan segalanya, bahwa dia senang pria itu mendapatkan ganjaran yang setimpal.


" Dia pantas mendapatkan itu!!" ucap Asher.


Sedangkan Dita tampak syok, dia tak menyangka kalau Benny akan mengalami hal seperti ini,' wahh... hah... Siapa yang melakukan ini!? Kalian!? Samuel, apa itu kau!??" tanya Dita yang tiba-tiba terlihat panik.


"Katakan padaku siapa yang melakukan ini!!!' teriak Dita begitu kuat sampai membuat mereka semua menatap Dita.


"Dita, ada apa!? kenapa kau syok begitu!?' tanya Asher tak percaya, apakah kekasihnya tak rela kalau Benny mendapat perlakuan seperti itu!?


.


.


.


like, vote dan komen 🤗