Loco

Loco
46 Loco: Butet si Gaun Merah



Samuel duduk di atap rumah Dita yang bersebalahan dengan Aruna. Matanya jelas menangkap beberapa pria mencurigakan tampak bolak balik melewati area ruma Aruna dan terkadang berhenti di depan jalan rumah itu.


Mata elang Samuel menangkap semuanya. Dia berdiri di sana sambil menatap tajam ke arah mobil-mobil itu sampai Berjam jam dia ada di luar rumah hanya untuk mengawasi orang-orang aneh dan mencurigakan yang sejak tadi tak kunjung bergerak.


"Siapa mereka pikir Samuel!!" Dia terus berada di sekitar rumah Aruna.


Hingga jam terus berlalu. Samuel terbangun dari tidurnya, dia terlelap di teras rumah Aruna.


Sambil berdiri dia menatap sekeliling memastikan apakah masih ada pria semalam di sana. Samuel mengawasi di sekitar rumah Aruna. Tindakannya benar benar aneh tetapi dia berusaha menjaga gadis itu dari ria mencurigakan semalam.


Setelah memastikan semuanya aman, Samuel pergi dari sana untuk mendapat istirahat yang lebih layak. Tubuhnya sakit dan dia kelelahan, butuh tidur yang nyenyak karena tidur di teras rumah orang semalaman.


Hari yang ditunggu oleh Benny dan Caca akhirnya tiba. Pasangan itu akan melaksanakan acara resepsi pernikahan mereka hari ini. Keduanya tampak sangat siap, pakaian pesta yang memukau menjadi salah satu kebanggaan mereka tanpa sadar kalau maut sudah menunggu di depan mata mereka.


Acara besar itu dilaksanakan di sebuah hotel mewah milik keluarga Benny. Pernikahan secara keagamaan dan juga negara sudah dilakukan jauh hari dengan cara privat antara keluarga kedua belah pihak.


Dan hari ini adalah yah paling dinantikan, acara resepsi sekaligus pengumuman kehamilan Caca yang mengandung cucu pertama keluarga Benny, Grup Wicaksono yang terkenal akan bisnis mereka di dunia kesehatan bersaing dengan perusahaan multifinance yang dikelola oleh Asher saat ini.


"Ayo sayang pelan pelan jalannya!!" ucap Benny sambil merangkul istrinya dengan mesra. Sejak tahu Caca hamil, dia sangat menjaga wanita itu, bekerja pun Caca tak boleh, wanita itu hanya boleh berbaring di atas kasur dan mengikuti semua aturan ketat yang dibuat oleh Benny.


" Apa obatmu sudah kau makan!? sudah makan pagi? sudah mandi? pakai air hangat kan? buah yang dikirim Mama sudah kau habiskan bukan?" Tanya Benny dengan serentetan pertanyaan.


"Sudah sayang," balas Caca sambil tersenyum.


Pada awalnya, Caca memang merasa sangat spesial ketika Benny memperhatikan semua kebutuhannya. Memenuhi segala keinginannya, tetapi lama kelamaan dia merasa ada yang aneh dan janggal tetapi tak bisa mengatakannya pada sang suami.


Sikap Benny sangat aneh, pria itu mengekangnya bahkan seolah membatasi dan mengawasi seluruh gerakan Caca. Dia merasa tidak nyaman tetapi tak ada alasan bagi dia untuk memberontak karena sampai saat ini dia masih merasa tindakan suaminya itu wajah.


Benny sangat menantikan kehadiran bayi itu. Hal ini yang membuat Caca bahagia di masa kehamilannya.


Mereka berdua berjalan dengan elegan menuju pelataran pernikahan. Sangat cantik dan dipenuhi dengan bunga merah muda yang begitu indah.


Tak dapat dipungkiri kekayaan keluarga Wicaksono terlihat dari bagaimana mereka mempersiapkan acara resepsi pernikahan yang cukup besar ini.


Selain itu pihak keluarga Caca juga orang berada, Ibu wanita itu adalah seorang Jaksa dan ayahnya adalah seorang Politikus yang cukup terkenal di negeri itu.


Pernikahan keduanya dihadiri oleh banyak orang, sangat ramai sampai menimbulkan antrian seperti antrian ke gerai Miksai merk es krim dengan ikon bertongkat yang senang mencari ruko kosong.


Acara itu sangat ramai, berbagai pihak dari berbagai kalangan diundang untuk menyaksikan pernikahan Akbar antara mereka berdua.


"Wahh sayang, apa kau menyiapkan semua ini!?" Mata Caca membulat sempurna saat melihat betapa meriahnya acara resepsi pernikahannya yang terlambat itu.


Benny memeluk Caca dari samping," tentu saja sayang, aku sudah mempersiapkan semuanya, kau hanya duduk tenang dan menikmati semuanya!" ucap Benny sambil tersenyum mesra.


"Tapi..."Caca menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.


"Ada apa lagi hmm? kenapa wajahmu cemberut, bukankah ini semua yang kau inginkan? jangan cemberut, nanti anak kita sedih!" ucap Benny sembari mengusap perut Caca.


"Kamu marah!?" Caca mengamuk lagi. Kehamilan membuatnya sangat sensitif, salah bicara sedikit saja mood wanita itu langsung berubah.


Benny terdiam. dia salah bicara lagi, jika begini istrinya bisa mogok makan dan malah membahayakan calon bayinya.


" Ma.. maaf sayang hehe... dasar Mommy nakal, tukang ngambek," Benny memeluk istrinya dan menggodanya untuk memperbaiki mood wanita itu.


" Nanti aku belikan kalung Bulgar! yang dipakai anggota grup KPop itu ya, jangan ngambek dong," bujuk Benny seraya memeluk wanita itu dengan hangat.


" Sialan, dasar lintah darat, penghisap darah sialan, jika bukan karena butuh anak itu, aku tidak akan melakukan hal menjijikkan ini padamu Caca. dasar sampah!!" batin Benny sambil mengeraskan rahangnya tetapi berusaha tersenyum di depan istrinya.


" Benarkah!? terimakasih sayang, akhirnya aku bisa sama dengan Lisa!!! aku cinta kamu!!!" ucap Caca yang sontak moodnya langsung naik hanya karena dibujuk dengan barang branded.


Keduanya adalah inti dari acara besar itu. Acara demi acara dilakukan. semua orang bertepuk tangan dan bersorak gembira atas pernikahan mereka.


Hampir seperempat dari karyawan grup Carat hadir di sana, dan mereka adalah semua yang terlibat dalam transaksi gelap di cabang B grup Carat.


Acara itu tampak sangat meriah. Benny dengan bangga menunjukkan kedudukannya pada dunia.


Pesta yang sangat meriah dan membuat iri para wanita dilaksanakan. Caca dengan bangga menunjukkan identitasnya yang baru sebagai suami seorang pewaris tunggal grup Wicaksono.


Di saat yang sama, tamu yang ditunggu tunggu oleh Caca dan Benny pun datang.


Dita datang sendirian ke pesta itu. Semua mata tertuju pada kedatangan seorang gadis cantik yang bahkan lebih cantik daripada Caca pengantin acara resepsi itu.


" Wahh siapa dia!!!"


"He..hey!! wajah itu sepertinya sangat familiar, aku seperti pernah melihatnya!!" tukas yang lain.


" Tunggu dulu, bukannya dia perempuan yang hamil di luar nikah itu!??"


" Dia Dita, mantan pegawai grup Carat!!"


Kedatangan Dita membuat semua orang tercengang. Gadis itu sangat cantik dan memukau, siapa yang akan menyangka kalau perempuan dengan gaun Merah merona itu adalah Dita Sihombing, gadis yang diusir dari perusahaan hanya karena rumor tak berdasar.


"Di.. Dita!!!" mata Benny membulat sempurna saat untuk pertama kalinya melihat gadis yang ada dalam hati dan pikirannya berpenampilan begitu cantik dan menawan.


Dada pria itu berdebar kencang padahal istrinya ada di sampingnya. Mata Benny tak bisa lepas dari gadis cantik menawan itu.


"Tcihh dasar pengganggu, bahkan di acara pernikahan kita pun dia sok hebat!!! hanya orang miskin tak tahu aturan!!" Caca berdecak kesal lalu menatap suaminya.


Benny tampak seperti orang bodoh, menatap Dita dengan mulut menganga untung tak sampai mengences!


"Ben!!' panggil Caca tapi tak dihiraukan Benny yang asik menatap mantannya di sana.


" Benn!!!" pekik Caca kesal .


"eh... ada apa sayang!? " Ucap Benny tersadar tetapi matanya masih belum bisa melepaskan kecantikan gadis yang tengah berdiri di tengah pesta sambil menghubungi seseorang.


Caca mengeraskan rahangnya," Ini penghinaan!!" geramnya.


"Ini penghinaan terbesar yang kau lakukan padaku Dita, lihat saja, jika bukan kau yang hancur maka orang orang di dekatmu akan habis di tanganku!!!" Caca sangat murka.


Acara pernikahan nya benar benar telah berubah jadi mimpi buruk atas kedatangan Dita, gadis cantik menawan yang menarik perhatian semua orang. Dia kalah jauh, dari penampilan, tata Krama dan segalanya.


.


.


.


.


Like, vote dan komen πŸ€—


Gaun balas dendam ala Si Butet Bar barπŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯