Loco

Loco
42 Loco : Ini Salahku



Asher menggendong bayinya, bejalan menuju apartemennya dengan lelah. Tentu saja dia cukup lelah selama beberapa hari belakangan sebab dia yang mengurus bayi itu seorang diri.


Seandainya dia dan Dita masih bersama mengurusnya maka pekerjaannya tidak akan terlalu berat. Tetapi yang dia rasakan saat ini justru sangat berbeda, rasa lelahnya begitu terasa.


Tetapi demi membuat Dita setuju, dia mau melakukan apa pun untuk membuat pernikahan itu menjadi sebuah kenyataan.


Dia berjalan dengan pelan sambil memeluk si kecil Regard yang juga sudah merindukan ibunya.


Saat sedang berjalan tiba tiba...


“ Regard!!!” suara Dita membuat Asher dan regard tertuju pada gadis itu. Dita keluar dari dalam kamar dengan penampilan acak acaknya, rambutnya sudah seperti sangkar burung dan wajahnya kacau sekali. Dia berlari ke arah mereka dnegan wajah cemberut, dia sangat merindukan Regard.


Melihat Dita datang mendekat, Sontak Asher menjauh dan langsung masuk ke dalam apartemennya sebelum gadis itu menyentuh Regard.


“ maaf Dita ini putraku!” ucap Asher dengan tegas.


“ Asher please kasih aku waktu, aku butuh waktu, aku sangat merindukan Regard, jangan lakukan ini padaku, ku mohon!!” teriak Dita di depan pintu pria itu.


Gadis itu menekan bel pintu apartemen Asher, membuat keributan di sana, memohon agar dia bisa bertemu dengan Regard, tapi sialnya, Asher bersikeras menjauhkan Regard dari Dita.


“ Jika kau menerima tawaranku maka aku akan dnegan senang hati mempertemukan dirimu dengan Regard, tapi sudah hampir dua minggu berlalu kau masih bergelut denagn pikiranmu, itu artinya kau belum siap menjadi ibu Regard dan kau belum melepaskan Benny dari hatimu!!” kesal Asher.


“ aku tidak bisa membiarkan putraku dirawat oleh perempuan yang masih mengharapkan cinta seorang pria beristri, sadarlah Dita, cinta yang kau sebutkan itu hanya akan melukai hatimu, tak ada yang namanya cinta tulu di muka bumi ini, kau harus sadar kalau semua hubungan itu hanya sebuah hubungan sebab akibat dan saling menguntungkan!” ucap Asher dengan ketus.


“ Tapi.. aku... aku hanya ingin melihat Regard, kenapa kau begitu jahat membiarkan aku terpisah darinya? Asher ku mohon.. ku mohon .. aku ingin melihat putraku!!” ucap Dita sambil menangis. Sejujurnya dia sangat kacau belakangan ini, berbagai pesan menohok dikirim oleh Caca untuk membuat mentalnya down, bahkan Benny mengiriminya pesan lain yang meminta hubungan mereka diperbaiki kembali.


Gadis itu menutup diri berhari hari, bahkan Aruna yang kini tinggal bersamanya saja tak bisa mengajaknya berdiskusi.


"Tidak, kau boleh kembali jika sudah memutuskan!" tegas Asher .


"Jika kau masih ingin kembali bersama mantanmu itu, maka jangan harap kau bisa bertemu dengan Regard!" tukas Asher.


" Yaakkk!!!!" pekik Dita melengking sambil memukul mukul pintu apartemen pria itu.


" Kau pikir aku semurahan itu sampai mau kembali pada Benny!? aku tidak mau Asher!!!" pekik Dita. Jujur dia sangat menderita, namun tak ada gunanya dia terus bertahan dan entah apa yang dia harapkan atas hubungan yang sudah rusak itu.


Tiba-tiba...


Klak!!!


Pintu dibuka, Asher menampakkan diri dan...


Grep!!


"masuk!" ucap pria itu menarik Dita ke dalam rumah.


Regard dia letakkan di dalam box bayi dan sedang duduk tenang di sana bersama mainannya.


Grep!! Bruk!!


Dita bersandar ke dinding dengan Asher berdiri di hadapannya. Gadis itu hanya setinggi dagu Asher membuat Dita harus mendongak.


" Apa kau serius dengan ucapanmu tadi!?" tanya Asher sambil menarik rahang gadis itu agar mata Dita menatapnya.


Glek!!


Dita bak dihipnotis, dia seolah dipikat oleh kedua netra Asher yang bersinar indah. Pria itu menatapnya begitu intens, membuat Dita gugup tak terkendali.


"Jawab aku, apa kau serius!?" tanya Asher lagi.


" A... aku serius, aku tidak akan kembali pada Benny, tapi untuk penerimaan, beri aku waktu berpikir, pernikahan itu suci, aku tak mau bermain main!" jelas Dita.


"Aku mana bisa kembali lagi pada pria itu, dia sudah menikahi Caca, apa yang bisa aku harapkan," ujar Dita.


"Apa..." Asher berhenti sejenak menatap Dita .


" Apa kau masih mencintainya?" tanya Asher pelan sambil menatap kedua netra gadis itu.


"Ahh... jadi kau masih mencintainya," ucap Asher yang paham walau Dita tak menjelaskan.


" Aku.. aku tidak...


" Sshhhtt!!" Asher menaruh jarinya di depan bibir Dita," Aku akan membiarkanmu bersama Regard, tetapi satu yang pasti pernikahan antara kita harus terjadi, ku beri batas waktu sampai lima hari, mau atau tidak kau harus menikah denganku jika masih ingin bertemu Regard !" ucap Asher .


Selalu sama, Asher tak memberikan kesempatan bagi Dita untuk melawan. Gadis situ terhenyak, "Jika sudah pasti kenapa kau beri aku waktu? bukankah kau sudah memutuskan semuanya sendiri!?' kesal Dita yang merasa diperlakukan semena mena oleh Asher.


Asher menatap gadis itu," Kalau sudah tahu begitu, sejak awal kau seharusnya tidak menolak, karena bagaimana pun caranya aku pasti akan menikah denganmu!" tutur Asher.


Dita terkejut, Asher sangat kerasa kepala," Apa motif mu sebenarnya, apa tujuan utamamu melakukan ini!? aku yakin pasti ada udang di balik batu!!' kecam Dita sambil menatap pria itu tak gentar.


Gadis itu memang sangat cerdik, dia tak gentar melawan Asher bahkan berdebat dengan pria itu.


"Jika kau mengatakan alasanmu memaksaku menikah, mungkin aku akan dengan senang hati mengerti dan mau menikah dengan mu, kau harus bisa memberikan penjelasan yang lebih baik!" ucap Dita.


Asher diam, suasana di dalam ruangan itu hening sejenak. Asher berjalan mundur, apa sudah saatnya dia mengatakan kebenaran tentang dirinya pada Dita?


"Duduk!" ucap Asher.


Keduanya duduk di sofa panjang. Wajah Asher sangat dingin. berbeda dengan karakternya yang Dita kenal, hari ini Asher tampak terlihat seperti orang asing karena tatapannya begitu dingin dan datar.


"Aku akan beritahu sedikit," ucap Asher.


" Jujur saja, aku ingin memanfaatkan mu!" ucap Asher.


Dita terkejut dengan pengakuan Asher. Kalau pria itu ingin memanfaatkan dirinya.


" Grup Carat Land adalah perusahaan milikku!" ucap Asher.


" A.. apa!?? ja..jadi kau Presdirnya!??" Mata Dita membulat sempurna. Dia sama sekali tidak tahu kalau Asher adalah Presdir Carat Land yang tersembunyi dari publik.


"Aku yang memimpin grup itu, grup hasil keringat mendiang ayahku, beliau merintis karir dari nol sampai membangun kerajaan bisnisnya sendiri!" tutur Asher.


" Aku ingin melindungi grup ini dari manusia seperti Benny, Aku ingin menikahi mu untuk balas dendam padanya karena keluarganya salah satu otak di balik kematian ayahku!" jelas Asher.


" Ke..kenapa kau menggunakan aku!? Be..Benny sudah menikahi Caca, seharusnya aku mendekati Caca!" tanya Dita heran.


Asher terdiam, dia hanya menatap gadis itu,"Pria itu hanya terobsesi padamu Dita! jika kau menikahi orang lain, dia pasti akan gila, rencananya akan hancur dan kau.. akan lebih aman bersamaku!" tukas Asher.


Dita terhenyak, " Jadi yang melakukan pengkhianatan di perusahaan adalah Benny!??" tanya Dita tak percaya.


"Benar!! flashdisk yang kau simpan di rumah Aruna berisi semua data transaksi ilegal, dan satu fakta penting, yang membunuh nenek Aruna adalah Benny!!" jelas Asher sambil menunjukkan semua bukti dan video Benny memasuki rumah Aruna, serta hasil data forensik pada flashdisk dan pulpen emas yang ditemukan di rumah nenek Aruna.


Dita membaca dan melihat semua bukti itu. Tangannya gemetar, air matanya mengalir begitu deras, sangat berat, beban di kepalanya sangat berat.


" A... apa...!!?. ti...tidak mungkin... Be..Benny!??? ka..kalau begitu apa Caca tahu!??" Dita tampak sangat syok, wajahnya pucat pasi saat mendengar penjelasan itu.


Asher hanya menganggukkan kepalanya. Seketika tubuh Dita lemas, dia tidak percaya Benny dan Caca melakukan hal gila sampai sejauh ini..


" A.. Aruna... Runa... ini salahku.. seandainya tak ku titip padanya... Aruna... tidak!! tidak!!! Arrkhhhhh!!!!! hiks hiks hiks... ini salahku!!! ini semua salahku!!!" Dita berteriak histeris, serangan panik yang lama terkubur kembali kambuh.


Gadis itu terjatuh ke atas lantai dengan tubuh gemetaran, dia menangis histeris saat tau apa yang sebenarnya terjadi.


" Arkhhh... arkhhh!!!! salahku!!! salahku!!! ini saaalahku!!!" pekik Dita sambil memukuli dirinya sendiri.


"Dita!! Hentikan!!!"


.


.


.


Like vote dan komen 🤗