
Asher membawa istrinya menemui setiap tamu penting yang hadir di acara ulang tahun presdir grup Daehan yang juga menjalin kerja sama dengan grup Roth di bidang otomotif.
Para tamu undangan tentu saja dikejutkan dengan kedatangan nyonya muda keluarga Roth yang jarang menampakkan dirinya ke hadapan publik sampai menimbulkan rumor buruk tentang keadaan rumah tangga keduanya.
“ Lihat, bukankah dia istri tuan Asher, cantik sekali ya, sangat jauh berbeda dengan apa yang dirumorkan!”
“Kau benar, seorang dokter jenius seperti dia tidak mungkin bersikap buruk seperti rumor yang beredar!"
Sejak kematian putri Asher dan Dita, rumor terus bermunculan terutama mengenai kondisi kesehatan jiwa Dita yang katanya terganggu . Banyak orang membuat spekulasi tentang wanita itu dan berkata yang tidak tidak. Namun hari ini mata semua orang terbuka, nyonya muda Roth menepis seluruh rumor buruk itu.
Dita dirumorkan menghancurkan rumah tangganya sendiri karena mengalami depresi, berselingkuh bahkan tidak lagi tidur seranjang dengan suaminya. Selama beberapa tahun Dita dan Asher membiarkan rumor itu, mereka menutup mata dan telinga, tak tahunya rumor itu malah semakin memburuk dan menjamur ke mana mana.
Semua orang di media mengkritik penampilan Dita yang katanya telah berubah drastis, mengkritik profil Dita yang tak sama lagi. Namun semuanya telah terlihat dengan jelas hari ini.
“ Nyonya, Tuan dengan begini, tidak akan ada lagi yang berani membuat rumor buruk tentang nyonya muda,” ucap Jack dengan nafas lega.
Dita terkekeh, dia memeluk erat lengan suaminya,” Jack jangan salah, mulut manusia siapa yang tahu, lihatlah setelah acara ini, beberapa hari lagi mungkin akan muncul rumor baru tentang kami,” ucap Dita sambil menertawakan orang orang yang menganggapnya sebagai perempuan lemah yang tidak bisa apa apa.
Asher merangkul istrinya,” Mulai hari ini, aku tidak akan menuruti keinginanmu lagi nyonya, rumor itu akan ku hancurkan sampai ke akarnya, aku tidak ingin orang membicarakan mu lagi, sudah cukup bagi para penjahat itu,” bisik Asher.
“ Ku percayakan padamu baby,” balas Dita seraya mengusap rahang suaminya.
pasangan yang sangat berani dan menawan. Keduanya menjadi pusat perhatian. Ketampanan tuan muda Asher dan aura mematikan nyonya muda Dita membuat semua mata tak bisa melepaskan pandangan mereka dari keduanya.
“ Tuan Roth, senang bertemu Anda di acara ini!” ucap salah satu tamu undangan menghampiri mereka berdua.
“ Tuan Mark? Senang bertemu dengan Anda, “ balas Asher.
“Perkenalkan istri saya, Dita,” ucap Asher memperkenalkan Dita pada rekan bisnisnya.
Dita menjabat tangan tuan Mark sambil tersenyum dengan elegan,” salam kenal tuan, “ ucap wanita itu.
Tuan Mark tersenyum,” Akhirnya Anda membawa pasangan Anda tuan, semua orang sangat menantikan ini,” ucap Mark seraya menatap Dita dengan wajah tidak senang dan merendahkan wanita itu.
“ Sepertinya rumah tangga kami begitu menarik bagi orang orang luar ya?” ucap Dita dengan nada menyindir.
Tuan Mark sedikit terkejut,” ma.. maaf nyonya, bukan demikian maksud saya, hanya saja Anda pasti tahu rumor belakangan ini, “ ucapnya lagi.
“ Tak apa, hanya rumor, kami yang tahu bagaimana rumah tangga kami!” ucap Asher dengan tegas.
“ kalau begitu kami permisi,” ucap pria itu lagi sambil menatap sinis ke arah Tuan Mark yang menatap istrinya dengan tatapan merendahkan.
Dita juga tahu, tatapan tuan Mark pada dirinya adalah tatapan menghina, mulutnya berkata manis tetapi mata tak bisa bohong.
“ Sayang..
“ aku tahu babe, dia bukan manusia berguna, sebentar lagi perusahaannya akan bangkrut, dia tidak tahu cari muka!” ucap Asher dengan senyumannya yang licik.
Keduanya berjalan dengan elegan. Mata Asher mencari di mana gerangan target bisnisnya yang selanjutnya. Dia tidak peduli dengan pemilik pesta yang sesungguhnya selama tujuannya tercapai.
Asher menatap istrinya,” tidak perlu sayang, dia hanya akan mengatakan basa basi dan berujung membawa anaknya ke hadapanku, hah.. itu sangat menjijikkan, aku sudah meminta Jack menangani si tua nenek sihir itu,” jelas Asher.
“ Tujuan kita ke tempat ini adalah menemukan tuan Smith dan mencapai kata sepakat untuk kerja sama dengan beliau!” jelas Asher dengan lembut seraya mengusap pucuk kepala istrinya.
“ ahhh baiklah,” ucap Dita sambil menatap ke seluruh ruangan pesta. Kedua netranya menangkap sosok seorang wanita yang berjalan tergesa gesa ke arah belakang area pesta. Menekan perutnya dengan wajah pucat dan berjalan dengan cepat.
“ Sayang, aku ke toilet dulu, tuan Smith ada di sana!” bisik Dita sambil menunjuk tuan Smith yang berdiri di ujung ruangan bersama beberapa pebisnis yang mengerumuninya.
“ Ku temani, apa perutmu bermasalah? Apa sedang datang bulan?” tanya Asher sembari mengingat ingat tanggal datang bulan istrinya.
Dita tersenyum, perhatian Asher padanya selalu berhasil membuatnya berdebar dan jatuh cinta berkali kali pada prianya itu.
“ Bukan sayang, kau juga tahu jadwalku kapan,” ucap Dita.
“ baiklah, aku akan menemui tuan Smith dulu, kalau ada apa apa segera panggil aku,” ucap Asher yang dibalas anggukan kepala oleh Dita.
Dita pergi ke arah belakang, di mana perempuan tadi pergi dengan tergesa gesa. Asher menatap istrinya sampai Dita benar benar menghilang dari pandangannya,” ahhh jadwal datang bulannya dua hari lagi, ku pikir sudah datang tadi,” batin Asher seraya menepuk kantong jasnya yang berisi satu lembar pembalut wanita. Dia menyimpan benda itu di sana karena dengan jelas tahu bagaimana istrinya.
Asher berjalan mendekati tuan Smith dengan harapan besar kalau dirinya dapat menarik perhatian tuan Smith untuk kerjasama yang sudah dia rancang.
Kedua netranya menatap area itu, dua botol air mineral dia ambil, sambil tersenyum dia mendekati kerumunan yang sedang berbicara dengan tuan Smith.
“ sepertinya Anda kewalahan tuan Smith!” ucap Asher dengan penuh kharisma sembari menyodorkan air mineral pada tuan Smith.
Pebisnis lain yang melihat itu hanay menertawakan Asher. Jelas sekali yang mereka tawarkan sebelumnya pada tuan Smith adalah minuman berkelas yang sangat mahal dans sudah mereka persiapkan, namun semua itu ditolak mentah mentah oleh tuan Smith.
“ Lihatlah orang angkuh ini, rumah tangganya saja sudah memiliki citra jelek, apa yang dia tawarkan pada tuan Smith, hanya sebotol air mineral? Sungguh bodoh!”
“Benar dia sangat bodoh!!” sindir yang lain sambil menatap Asher dnegan tatapan merendahkan.
Tuan Smith tampak tidak nyaman dnegan kerumunan orang yang mendekatinya,” are you okay sir?” tanya Asher seraya menyodorkan air mineral itu pada tuan Smith.
Tuan Smith menghela nafas, dia mengambil botol mineral itu,” i’m not okay, terimakasih untuk airnya,” balas pria itu yang langsung membuka botol itu dan menenggak nya dengan cepat.
Asher tersenyum seraya menatap para rivalnya dengan tatapan sinis,” siapa yang bodoh di sini!” ucapnya.
“ Senang bertemu dengan Anda, saya Smith Nicholas, bisakah kita berbicara di tempat yang lebih tenang?” ajak tuan Smith yang mulai gerah dengan tatapan penuh harap para pebisnis licik di sekitarnya itu.
“ Silahkan ikut saya tuan,” ucap Asher dengan senang hati.
.
.
.
Like, vote dan komen