
Peluncuran aplikasi berjalan dengan begitu lancar. Berpijak pada rumor tentang grup Jang, seluruh masyarakat tampaknya langsung beralih menuju grup Carat Land yang selalu berhasil menarik perhatian seluruh pelanggan.
"Tuan ini sukses besar!!" ucap Jack sambil tersenyum puas. Tak sia sia usaha mereka untuk mempertahankan aplikasiitu.
"Benar, ini berhasil, wohoo!!!"
prok! prok! prok!
Seisi ruangan kreatif pengembangan aplikasi bertepuk tangan meriah karena kerja keras mereka akhirnya terbayar dengan peluncuran aplikasi yang sukses.
Asher berdiri di hadapan mereka semua sambil mengangguk bangga," Hari ini berhasil, tetapi keberhasilan saat ini akan menjadi tantangan baru bagi kita semua," ucap Asher.
"Jangan berpuas diri, selalu standby di depan komputer kalian, ingat satu bulan pertama adalah kunci aplikasi ini sukses atau tidak!" ucap Asher dengan tegas.
Meskipun berhasil, dia tak mau membuat karyawan nya terlena. Semua harus punya persiapan dan siap dengan segala serangan,apalagi mereka sudah menyinggung grup Jang.
"Grup Jang adalah rival kita, oleh Karena itu siapkan diri kalian!" ucap Asher.
Para karyawan terdiam, ucapan Asher adalah fakta yang harus mereka hadapi, peluncuran kali ini akan sangat berat karena telah menyinggung grup Jang.
"Tapi...
Asher menatap mereka," Setidaknya kalian harus makan malam yang mewah atas hasil kerja bagus kalian!" ucap Asher sambil meletakkan kartu hitam unlimited nya di atas meja dan tersenyum pada semua karyawan.
" Nikmati dan puaskan diri kalian, kerja bagus semuanya!!" ucap Asher.
Wohooo!!!!
Seluruh anggota bertepuk tangan meriah.Meski Asher dikenal dengan kepemimpinannya yang keras, pria itu selalu bermurah hati pada karyawannya terutama Soal kenyamanan bekerja.
Meski bosnya galak, karyawan di sana akan memilih bertahan.
"Wahh mereka semua sangat senang," bisik Dita yang sejak tadi hanya duduk diam dan menyaksikan semuanya.
Asher tersenyum, dia menarik tangan kekasihnya dan membawanya berdiri. Menggenggam tangan gadis itu sambil menatap seluruh karyawannya.
"Ini yang kami kerjakan semalaman sampai membuat nona manis ini cemburu," ucap Asher seraya mencolek hidung Dita dengan lembut.
Gadis itu tersenyum, dia mengangguk paham.
"Maafkan aku," ucap Dita sambil memeluk lengan Asher.
"Aku justru bersyukur, dengan demikian aku tahu seberapa besar cintamu padaku," ucap Asher seraya mengedipkan sebelah matanya.
Dita terkekeh," kau bisa saja, Sudah selesai kan? sekarang saatnya kau istirahat," ucap Dita sambil meletakkan tangannya di kening pria itu.
Asher masih demam, pria itu hanya berpura-pura baik baik saja di depan semuanya.
"Tapi pestanya,' ucap Asher.
Dita menggelengkan kepalanya," sebaiknya kita pulang dan beristirahat, tubuhmu sudah terlalu lemah," ucap Dita.
Gadis itu juga masih terluka,sekujur tubuhnya pegal, dan rasanya dia ingin segera berbaring di kasur saat ini.
Asher menurut, dia juga merasa kurang baik.
"Jack kami akan beristirahat, kau urus mereka dengan baik!" pesan Asher sambil menggandeng tangan Dita menuju ruangannya.
"Baik pak bos!" balas Jack.
Asher membawa kekasihnya ke dalam ruangan miliknya. Jelas membuat Dita bertanya tanya.
" Kenapa kita ke sini, kita harus pulang," ucap Dita. Asher menggelengkan kepalanya," kepalaku mau pecah, aku harus segera tidur!" ucap Asher sambil menarik Dita menuju ke sebuah Lemari.
Dia menarik salah satu buku di sana, dan terbukalah pintu rahasia di balik rak buku itu.
" Kita istirahat di sini dulu, aku sangat sakit sekarang," ucap pria itu.
Dita menghela nafas," Baiklah, selama kau bisa tidur dengan nyenyak" ucap Dita.
Keduanya berbaring di atas kasur. Kondisi Asher tidak cukup baik. Demamnya masih tinggi bahkan dia sedikit berkeringat.
Di dalam ruangan itu tersedia obat-obatan milik Asher yang sudah disiapkan oleh Ryan. Dia sering di rawat di sana karena berlebihan bekerja.
"Sebentar biar ku ambilkan obatmu," ucap Dita.
Gadis itu langsung beranjak menuju meja obat-obatan," ini semua bisa digunakan kan?" tanya Dita.
"Bisa, uhuk... uhuk... Dita kemarilah!!" panggil Asher yang tiba tiba batuk.
Dita sangat khawatir, dia membawa beberapa pil dan air hangat untuk Asher.
"Ada apa hmm? di bagian mana yang sakit?" tanya Dita.
"Kepalaku, tubuhku rasanya sakit, jangan jauh jauh dariku," ucap Asher sambil menggenggam tangan gadis itu dengan erat, seolah dia sedang ketakutan.
"Asher... astaga, kita harus ke rumah sakit, kondisimu semakin buruk!" ucap Dita .
"Minum obatmu dulu, ini akan meredakan demam dan sakit kepalamu," Ucap Dita sambil membantu pria itu memakan obatnya.
Asher menurut, dia mencoba untuk memakan obatnya dengan baik.
Dita sangat khawatir, dia mengambil kompres demam dan mengompres tubuh pria itu.
Selimut tebal dia pasangkan untuk Asher, lalu dia berbaring di samping pria itu.
"Dita, kemari... dekat aku..." ucap Asher dengan nada manja seperti anak anak yang sedang sakit.
Dita ditarik ke dalam pelukan Asher. Pria itu menutup matanya sambil melenguh kesakitan.
Jelas Dita takut terjadi hal yang buruk pada kekasihnya. Dia membalas pelukan Asher sambil menepuk-nepuk punggung pria itu.
Tak butuh waktu lama, keduanya terlelap di dalam kamar itu. Dita dan Asher sama sama sedang sakit. Keduanya akhirnya beristirahat dengan nyaman di sana.
Sementara itu,
Johan menerima kabar yang dialami adiknya atas laporan Jack.
Pria itu tampak sangat marah setelah mendengar berita buruk yang dialami oleh adiknya.
Dia keluar dari Apartemennya, menggunakan pakaian serba hitam, sama persis seperti ketika dirinya menghajar Benny sampai babak belur.
Baginya menjerumuskan pria itu ke penjara tidak akan cukup. Dia harus membuat Benny merasakan ketakutan seumur hidupnya.
"Masih mencoba mengganggu Dita, tunggu giliranmu keparat!!" batin Johan.
Dia melaju dengan kencang, memecah keheningan malam dan mengendarai motornya menuju kediaman Wicaksono.
Langit tampak sangat gelap, tetapi hati pria itu lebih gelap lagi.
Dia dipenuhi dengan amarah, mempermainkan manusia adalah keahliannya.
Dia tiba di depan kediaman Wicaksono, di mana Benny dan Istrinya tinggal saat ini.
Betapa sial nasib Benny, pria itu baru saja tiba di saat Johan sudah menunggunya di sana.
Senyuman tipis tercipta di bibir pria itu. Dia mengambil pistol kecil dari kantong nya lalu membidik kamera keamanan di beberapa sisi dan menghancurkan kamera itu.
" Saatnya hukuman!!" ucap Johan sambil menyalakan sepeda motornya..
"Brruuuummmmm!!!
Johan menggila, dia melaju ke arah mobil Benny yang berhenti di depan pagar dan...
Brakkk!!!!
Pria itu dengan sengaja menabrak mobil Benny.
" Sialan siapa itu!!!!" Pekik Benny ketakutan. Cepat-cepat dia keluar dari dalam mobilnya dan berusaha melarikan diri.
" Siapa kau Bajingan!" pekik Benny.
Johan memiringkan kepalanya, lalu menghantam mobil itu lagi.
Dia turun dari motornya dan berlari ke arah Benny.
" Kemari kau keparat sialan!!" teriak Johan sambil menarik kepala pria itu.
" Le.. lepaskan .. lepaskan aku!!!" pekik Benny.
Johan tak main-main, dia menggunakan sarung tangan berplat besi.
Dia menghancurkan wajah Benny sampai benar benar babak belur. Menghajar pria itu berkali kali sampai Benny tak bisa melawan.
"Ini belum seberapa, siapa pun yang menyentuh adikku, akan kubuat tidak tenang!!' ucap Johan.
Dia mengeluarkan sebuah jarum suntik dan satu ampul cairan injeksi.
Dia menyuntikkan benda itu ke tubuh Benny.
"Kau akan menikmatinya Benny, rasakan itu, seumur hidupmu kau akan lumpuh!!' batin Johan.
Setelah menghajar Benny sampai babak belur, Johan pergi dari tempat itu.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗