
"Sialan bagaimana bisa!!" tuan Jang tampak sangat murka.
Dia melemparkan laporan keuangan perusahaannya selama sebulan terakhir. Terjadi penurunan drastis, bahkan laporan dari setiap departemen meleset 60 % dari yang telah diprediksi.
"Tuan, seluruh aplikasi yang telah dikembangkan diboikot oleh beberapa daerah sekaligus, ini benar benar tidak stabil, kami sedang mencari akar masalahnya!" ucap asisten pria itu dengan wajah pucat pasi.
"apa kau bilang!? sejak kapan, sejak kapan ini terjadi!!" pekik tuan Jang.
" Sejak kejadian pencurian aplikasi grup Carat Land, sejak saat itu nilai perusahaan kita terus turun, bahkan sebagian besar investor menarik kembali dan mereka, saat ini kita harus segera melakukan penjualan saham untuk bertahan, jika tidak, saya tak yakin kita bisa melakukannya tuan!!" jelas pria itu sambil menggenggam laporannya dengan tubuh gemetaran.
" Arkhhh lagi lagi Carat Land, si Roth sialan itu sudah mampus, sudah ku penggal dia tapi kenapa sampai sekarang dia masih mengganggu hidupku!!" teriak tuan Jang.
" Tidak bisa, aku harus melakukan sesuatu, segera jual saham kita, cari investor sebanyak mungkin, aku akan menangani Carat Land keparat itu!!" ucap Tuan Jang..
" baik tua!"
Tuan Jang pergi dari sana dengan murka yang berapi-api. Dia tahu ini pasti perbuatan Asher, anak dari pria yang sangat dia benci di bumi ini.
" Kiara, entah bagaimana kau mendidik anak itu. Tapi aku akan jadi calon ayah yang bertanggung jawab untuk mengajarinya bersikap!" ucap Tuan Jang.
Tuan Jang melaju menuju rumah sakit di mana nyonya Kiara berada, dia menghubungi salah satu alat terbaiknya untuk menghancurkan kehidupan Asher.
" Emma, kau harus melakukan tugasmu dengan baik!!" ucap Tuan Jang pada Emma yang duduk di sampingnya.
" ba.. baik paman!" balas wanita itu sambil menunduk.
Dia melirik tuan Jang, jelas sekali dari raut wajah tuan Jang kalau pria itu akan melakukan rencananya saat ini.
"Nak, kita pasti akan selamat, Mama janji, setelah ini,Mama akan membawamu pergi dari negeri ini! kita hanya perlu mengikuti permainan orang itu, dia berjanji akan membawa kita," batin Emma sambil mengusap perutnya yang sudah mulai berubah bentuk.
Mobil itu melesat dengan cepat menuju rumah sakit di mana Nyonya Kiara berada.
Setibanya di sana tuan Jang langsung menarik tangan Emma dengan kasar dan berjalan memasuki area itu dengan tergesa-gesa.
"Paman pelan-pelan, aku sedang hamil!" ucap Emma sambil menarik tangannya dari genggaman tuan Jang.
" ck... merepotkan!" umpat pria itu.
Mereka berjalan beriringan, hingga di saat yang sama nyonya Kiara turun dari lantai atas bersama tuan Luther.
" Kiara!!" teriak Tuan Jang menggelegar sampai membuat semua mata tertuju pada mereka.
"Kiara, kenapa orang gila itu berani menginjakkan kakinya di rumah sakitku!?" tanya Tuan Luther dengan tatapan kesal.
Matanya juga tertuju pada Emma, perempuan yang jelas adalah putri dari mantan istrinya yang berselingkuh.
Melihat Emma dan tuan Jang di sana hanya membuat pria itu marah.
" Ayo!" tuan Luther menarik tangan nyonya Kiara menjauh dari mereka.
Melihat tindakan tuan Luther, jelas Tuan Jang murka.
" Apa yang kau lakukan keparat, aku masih bicara!!" pekik Tuan Jang yang langsung merongrong mereka dengan wajah memerah.
Tuan Jang menarik tangan tuan Luther dan mendorongnya lalu menarik nyonya Kiara ke arahnya.
Obsesinya pada wanita cantik itu tak pernah hilang bahkan setelah bertahun-tahun lamanya.
Dia masih menatap nyonya Kiara dengan tatapan penuh hasrat padahal dia sendiri sudah punya keluarga.
" Kiara kita bertemu lagi, aku merindukanmu!!" bisik pria itu.
" Ini tidak pantas tuan Jang, lepaskan!' Nyonya Kiara menghempaskan tangan pria itu dengan marah.
Melihat reaksi nyonya Kiara, tuan Jang melangkah dengan berhati-hati tapi masih sambil tersenyum menatap perempuan itu.
" Ada yang ingin ku bicarakan denganmu, ini tentang anak kita, Asher!" ucapnya sambil tersenyum.
Jelas mereka tahu pria itu sudah gila. Bagaimana seseorang bisa tergila-gila terhadap orang lain padahal sudah puluhan tahun berlalu.
Sampai saat ini, tuan Jang tak pernah melupakan obsesinya, semua kehancuran yang dialami nyonya Kiara adalah perbuatannya.
" Kiara, anakmu harus bertanggungjawab atas keponakanku yang sedang hamil!!" teria tuan Jang langsung mengutarakan tujuannya ke sana.
" hamil!?'.
Semua yang ada di sana langsung bergunjing.
Bagaimana bisa Asher memiliki seorang anak dari perempuan lain sementara pria itu diketahui akan segera menikah dengan putri tuan Luther.
" Anak!? apa maksudnya ini Kiara, bukannya Asher akan menikahi Dita!?' tuan Luther menatap Nyonya Kiara dengan wajah terkejut.
"Aku juga tidak tahu, pria ini hanya mengutarakan omong kosong, anakku tidak pernah berhubungan dengan orang lain sampai orang itu mengandung anaknya!!" tegas nyonya Kiara.
"Apa apaan kau Jang, kenapa kau mengarang cerita fiksi ini!? apa perusahaanmu sedang krisis sampai kau membuat cerita tak berguna itu!?" ejek tuan Luther.
Melihat reaksi mereka, tuan Jang semakin panas hati. Dia menarik Emma ke hadapan mereka sambil tersenyum sinis," Luther kau lihat ini, kau tahu kan siapa dia, anak dari mantan istrimu, adik seibu dari putra dan putrimu!!!" ucap Tuan Jang sambil mencengkram bahu Emma.
"Ma.. mantan istri!?" Emma terkejut, dia tidak tahu apa apa soal Ibunya, bahkan sampai sekarang pun dia tak sadar kalau dirinya masih sedarah dengan Johan dan Dita.
" Iya benar, ibu mu adalah mantan istri dari pria itu, sapa ayah tirimu Emma," ucapnya sambil tersenyum.
Emma terhenyak, dia tidak tahu sama sekali.
"Apa tujuanmu Jang!? katakan saja langsung, waktu kami tidak banyak!" ketus tuan Luther.
" Aku ingin Asher bertanggungjawab atas bayi yang dikandung oleh Emma, jika tidak aku pasti akan menghancurkan hidup bajingan itu, mungkin seidkit kado dalam kotak akan membuatnya ingat masa lalu!" ucap tuan Jang sambil tersenyum licik.
" APA KATAMU KEPARAT!!" Suara lantang seorang pria berhasil membuat mereka semua menoleh.
Samuel berjalan dengan cepat ke arah pria itu, berteriak marah hingga alte Egonya langsung menguasai tubuh itu.
Lucifer muncul, begitu Samuel melihat Tuan Jang, alter egonya langsung bereaksi.
Grep!!
Pria itu menarik leher tuan Jang, tetapi kedua netranya masih mengawasi istrinya yang berdiri di ujung pintu bersama asistennya.
" Lucifer!!" Aruna berteriak khawatir.
Bibir Lucifer tersungging, dia menatap wajah Tuan Jang," Apa kabar keparat, masih ingat aku!?' ucap Lucifer sambil tersenyum sinis.
Tuan Jang terdiam gemetaran, pria dengan tatapan iblis itu, jelas dia ingat wajah itu, wajah yang sama dengan wajah anak kecil yang hampir dia bunuh bersama tuan Roth kala itu.
" Akhirnya kita bertemu, tapi kenapa di saat aku dalam keadaan begini bangsat!!" Segera Lucifer menarik kepala pria itu dan menyeretnya keluar dari rumah sakit itu.
"Arkhh... to... tolong... lepaskan aku... tolong, siapa pun tolong!!!" pekik tuan Jang.
"Lucifer!!' teriak Aruna memanggil suaminya dengan mata berkaca-kaca.
Lucifer berhenti sejenak, dia menatap Aruna, lalu tersenyum sambil melambaikan tangannya," Jaga anak kita," ucap pria itu sambil tersenyum lalu sepersekian detik berubah menjadi sangat menyeramkan.
Aruna tak bisa menghalangi Lucifer, dia telah mengetahui semua masa lalu dan rahasia alter ego itu, rahasia kenapa dia muncul dan misi terakhirnya.
" Sampai jumpa Lucifer, kami akan selalu mencintaimu!" batin Aruna seraya mengusap perutnya. Wanita itu tengah mengandung anak pertamanya dengan Samuel.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗