
Dita duduk di balkon apartemennya sambil melemparkan pandangannya ke arah bulan yang bersinar terang di langit malam ini.
Harinya berlalu begitu cepat, sahabatnya telah dia hantarkan ke pernikahan dan kini tinggal bersama suaminya. Regard ditahan oleh tuan Luther, dan sore tadi, pembelajaran etika sudah dimulai.
Rasanya lelah dan sedikit kesepian. Dia menyeruput minuman beralkohol miliknya sambil menatap surat tugas yang akan segera dia penuhi seminggu lagi.
Dita akan kembali ke pekerjaan utamanya sebagai dokter dalam hitungan hari. Setelah berkelana jauh selama bertahun-tahun, melarikan diri dari takdir yang harus dia lewati, melarikan diri dan menghindar dari perempuan yang membuatnya sakit hati, pada akhirnya dia harus menghadapi sumber traumanya.
" Bagaimana keadaanmu di sana Aruna?" tanya Dita sambil menatap ponselnya. Dia sedang melakukan panggilan video dengan sahabatnya Aruna.
" Semua sangat baik, aku senang Dita," ucap gadis itu sambil tersenyum.
"Baguslah kalau kamu senang, sudah sana pengantin baru istirahat dulu, jangan kelelahan!" celetuk Dita sambil mengedipkan sebelah matanya.
Aruna tersipu malu. Jam sudah terlalu larut untuk berbincang, mereka mengakhirinya dan kembali ke aktivitas masing-masing.
Dita menatap langit, rasanya sangat sepi dan hening.
"Rasanya sepi, Regard tak di sini, Aruna sudah menikah, hahh..... aku bosan!!" gumam Dita sambil menenggak semua minuman kalengnya.
Dia menatap langit yang begitu tinggi di atas sana. Gadis itu mulai mabuk, dia tertawa sendirian sambil merutuki dirinya yang bernasib buruk.
" Kenapa Mama... pergi? hiks hiks hiks... arkrhhh.... aku Capek!!" pekik gadis itu histeris.
Semua beban di kepalanya berkumpul menjadi satu. Rasa sakit yang dia sembunyikan selama ini membuat otaknya hampir pecah .
Semua beban yang dia simpan seorang diri akhirnya berubah menjadi akar pahit bagi hatinya.
Perlahan lahan menggerogoti hati dan pikirannya, membuatnya tak bisa hidup dengan normal.
"Kenapa kalian meninggalkan aku!? Benny... aku... hiks hiks hiks... aku menyerahkan hatiku tapi kau khianati aku, Caca... Caca aku sayang padamu, aku menganggapmu sahabatku tapi kau menusukku dari belakang dan kau wanita busuk!!" pekik Dita ke arah langit.
" Kenapa kau menghancurkan seluruh kehidupanku!! kalau bisa memilih, aku tidak mau lahir dari rahimmu sialan!!' pekik Dita yang kini telah berdiri di bibir balkon.
Menangis meraung-raung seperti orang gila di tengah malam. Dia sangat tertekan, tak ada yang mengerti rasa sakit di dalam hatinya.Rasa sakit dan sepi karena orang orang jahat pada dirinya.
Dia tak bisa bercerita dan berbagi beban pada ayahnya yang sudah tua, dia tak ingin membuat khawatir kakaknya dan juga sahabatnya. Sehingga dia memilih menanggung bebannya sendiri.
Berbagai hinaan di media membuat mentalnya drop, berbagai ejekan dan sindiran serta rumor mengerikan sudah membuat hatinya semakin frustasi.
Gadis itu menangis, di bawah pengaruh alkohol dia berteriak menangisi kehidupannya yang pilu dan penuh drama.
" Aku juga mau bahagia... hiks hiks hiks...aku juga mau bahagia!!!" pekik Dita sambil.memukuli kepalanya sendiri.
"Arkrhhh.... pergi!!! pergi kalian!!! arrkhhh!!!! jangan ganggu aku..
hiks hiks hiks... sakit Maaa.. Sakit Mamaaaaa..." trauma gadis itu kembali.
Dia gemetaran, dia memukuli kepalanya sendiri. Dia benar benar berada pada fase depresi karena menahan semuanya sendirian.
Dita menatap ke bawah, dia masih saja menangis, wajah sang ibu ketika menyiksa dia dan kakaknya terbayang di bawah sana.
" Ku bunuh kau... ku bunuh!!" pekik Dita hingga dia berusaha untuk melompat ke bawah.
" Dita apa yang kau lakukan!!!" suara Asher terdengar. Tubuh gadis itu ditarik paksa oleh Asher yang bergerak cepat begitu melihat gadis itu mabuk di bibir balkon.
"Ahahaha... Hiks hiks hiks...m ahahahah.... Asher!?" Dita mulai meracau. Dia tertawa sambil menangis sesenggukan menatap wajah Asher.
" Aku mau mati!! aku mau mati biarkan aku!!!"pekik Dita meronta-ronta. Dia berusaha lar dari genggaman Asher, tetapi pria itu segera menarik ya dari balkon apartemen itu.
" Jangan mengada ada Dita!!!" Asher membentak gadis itu.
Dita hanya meracau, sambil mengusap sesenggukan dia memukuli dirinya sendiri.
"Aku tidak berguna hiks hiks hiks... aku membuat semua orang di sekitarku sial, aku tidak berguna!" ucap Dita sambil menangis sesenggukan.
Dia menarik Dita ke dalam pelukannya, tidak mengatakan apa apa sampai gadis itu benar bena tenang.
" Asher... Asher...aku juga mau hidup bahagia," ucap Dita sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Asher.
Dia menatap wajah pria itu dengan mata berkaca-kaca," Asher... hahah... tampan!" ucapnya sambil menyentuh wajah Asher dengan pelan.
" Kau tahu tidak, saat melihatmu di sini sering berdebar debar, apa aku penyakit jantung!?" celetuk Dita sambil menunjuk dadanya.
" Heheh... Asher... aku jelek ya? aku tidak layak dicintai ya? kenapa semuanya meninggalkan aku? aku jga mau bahagia, tapi kenapa harus begini!?' tanya Dita dengan air mata bercucuran.
" Asher.." panggil Dita sambil mendekatkan tubuhnya pada pria itu.
" Dita sadarlah,' ucap Asher yang masih memeluk tubuh gadis itu.
Dita menggelengkan kepalanya," nggak mau!!" ucap gadis itu sambil tersenyum menatap wajah Asher.
Cup!!
Sebuah kecupan mendarat di bibir Asher," Hahaha aku berhasil!!" ucap Dita sambil berseru kegirangan setelah mengecup bibir Asher.
Pria itu malah terdiam membeku menatap Dita yang mabuk berat.
"Dita... sadarlah!" panggil Asher.
Dita menggelengkan kepalanya lagi," Asher... aku juga mau bahagia. katakan kalau aku layak bahagia!" ucap Dita dengan suara penuh harap.
Pria itu menatap gadis yang sangat kacau itu, dia menatap wajah gadis yang membuat dadanya berdebar karena jatuh hati.
"Dita, " Asher mengambil sekaleng bir dan menenggaknya dengan cepat.
" Kau pantas bahagia, kau sangat berhak untuk hidup bahagia!" Jack Asher sambil mengusap kening Dita yang duduk di atas pangkuannya.
"Benarkah? tapi kenapa semua meninggalkan aku?" tanya Dita seperti anak kecil.
" Mereka hanya buta, tidak melihat berlian seperti dirimu, dan aku beruntung jadi pria yang mendapatkan berlian itu!" ucap Asher sambil mengusap air mata Dita dengan lembut.
" Humm!? bahhahaha... biar ku tebak!?" Dita tertawa lagi sambil meracau.
" Kau pasti menyukai ku kan? sama seperti aku, menyukaimu!!" celetuk Dita sambil tersenyum menatap wajah Asher dari jarak yang sangat dekat.
"Aku... akan membuatmu bahagia, aku janji!" ucap Ashar.
Dita tersenyum, dia menatapnya lagi " tampan, sangat tampan, si tampan ini adalah milikku seorang!!" seru Dita sambil mengecup bibir pria itu lagi.
Tetapi yang dilakukan Asher berikutnya membuat Dita tak melawan.
Asher menarik gadis itu, mengecupnya berkali-kali.Menyampaiakn gejolak aneh yang sudah tumbuh di hatinya.
"Aku mencintaimu Dita, aku sangat menyukai mu, aku akan membuatmu bahagia, aku janji!" batin pria itu sambil membawa Dita ke atas pembaringan.
Malam yang begitu indah ini,dinikmati oleh masing masing orang dengan cara yang berbeda.
Asher dan Dita menghabiskan malam bersama, tidak sampai kelewat batas karena Asher mampu menahan dirinya.
Gadis itu terlelap dalam pelukan Asher," dasar gadis cengeng," gumam Asher sambil memeluk Dita lebih erat.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗