Loco

Loco
68 Loco



"Aku berangkat ya, nanti malam kita mengunjungi Regard," ucap Asher sambil menepuk pucuk kepala Dita dengan lembut.


Gadis itu mengangguk sambil memeluk Asher sekali lagi," Baiklah, hati-hati di jalan, sampai jumpa nanti!" ucap Dita sambil melambaikan kedua tangannya.


"Kakak ipar, Bianca kami berangkat!" ucap Asher berpamitan pada yang lainnya.


"Cihh dasar, sejak kapan kau begitu sopan dan punya tata Krama," celetuk Bianca sambil menarik lengan Dita.


"Sejak bertemu kekasihku!" ucap Asher sambil mengedipkan sebelah matanya pada Dita.


Dia dan Jack akhirnya berangkat menuju kantor. Sementara itu pelajaran etiket dan tata Krama bagi Dita dimulai. Hal hal mendasar diajarkan oleh Bianca.


Gadis itu mengikuti semuanya dengan baik bahkan sampai membuat kakaknya terkesima melihat betapa patuhnya sang adik saat ini.


Pelajaran-pelajaran itu dilalui dengan mudah. Tak butuh waktu lama bagi Dita untuk menyesuaikan diri dan belajar bersikap selayaknya nona muda berpengetahuan luas.


Bianca mengajarinya dengan serius dan Johan mendampingi mereka.


Sementara itu, Asher dan Jack dalam perjalanan menuju kantor grup Carat Land.


"Apa Presdir Jang sudah bergerak?" tanya Asher yang sedang sibuk memeriksa data di tabletnya yang lebar.


"Hari ini mereka akan melakukan peluncuran aplikasi belanja baru yang sudah disiapkan sejak setahun yang lalu, sesuai prediksi anda, mereka menerbitkan aplikasinya tepat sehari sebelum jadwal kita tuan," jelas Jack yang beralih dalam mode serius sebagai seorang asisten.


"Apa ada pergerakan lain yang mencurigakan?" tanya Asher.


" Ada yang aneh, sepertinya Presdir Jang kenal dengan Benny, pria dari Wicaksono tuan," jelas Jack sambil menunjukkan foto foto hasil jepretan mata mata yang ditempatkan Jack di sekitar Benny.


"Apakah mereka sering bertemu?" tanya Asher.


"Benar tuan, dan lebih mengejutkannya lagi, mereka ini juga sering menemui Presdir Jang, lebih tepat ditraktir makan oleh pria itu!" tutur Jack sambil menunjukkan difoto manager, sekretaris dan beberapa karyawannya yang lain bertemu dengan pria yang sedang mereka bicarakan.


"Tetap awasi dan cari tahu apa yang sedang mereka rencanakan!" ucap Asher.


"Tuan, tentang penggelapan dana itu, apa yang akan anda lakukan? Wicaksono harus menerima ganjarannya!" protes Jack dengan serius.


"Kita permainkan dulu keparat bajingan itu, aku akan membuat dia menyesal telah melukai Dita,' ucap Asher sambil tersenyum sinis membayangkan wajah Benny.


"Apa yang akan anda lakukan tuan? apa ada yang bisa saya bantu!?" tanya Jack dengan penuh semangat.


Asher menatap asistennya," Jack kau aneh!' ucap Asher tiba-tiba.


"Kenapa brother!? " celetuk pria itu sambil menatap Asher.


"Dulu saat aku dekat dengan Emma kau sangat membencinya bahkan sering membuatku sibuk dengan jadwal perusahaan agar tak bertemu dengannya tapi sekarang, tampaknya kau sangat bersemangat soal hubungan ku dengan Dita!?" ucap Asher.


"Ada apa dengan mu?" tanya pria itu.


Jack tertawa,"Aku akan jawab sebagai seorang sahabat, " ucap Jack.


"Kau pasti tahu aku sangat benci dengan semua wanita yang ada di dekatmu, bahkan Dita saja sempat ku benci, tetapi lama kelamaan aku menemukan fakta bahwa Dita pasti akan jadi jodohmu!" ucap Jack.


"Aku yakin kalau kalian akan bahagia, itu sebab nya aku bersemangat soal hubunganmu dengannya!" jelas pria itu.


"Tapi kau sempat mencurigai dia, kemana semua rasa curiga mu itu?" tanya Asher.


Jack hanya tertawa cengengesan," Sudah hilang ditelan ombak!' ucapnya sambil tertawa.


Padahal jauh di dalam lubuk hatinya, Jack baru bisa menerima Dita sebagai pasangan Asher setelah melihat bagaimana keduanya saling memperhatikan satu sama lain.


Jack terus menaruh curiga pada Dita. dia takut orang orang yang ada di sekeliling Asher hanya datang untuk menyakiti sahabat yang telah menjadi penyelamat nya itu.


"Sudah ku bilang Asher, aku akan melakukan apapun untuk memastikan saudaraku bahagia, jika kau bahagia dengan gadis itu, maka akan ku buat dia layak untukmu termasuk segala sukanya!" batin pria itu.


Pendidikan etiket dan tata Krama adalah ide yang dia sampai pada tuan Luther dan nyonya Kiara. Meski sedikit berlebihan, tapi Jack adalah jiwa yang perfeksionis.


Mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju gedung Carat Land.


Besok perusahaan itu memiliki even besar di mana mereka akan meluncurkan aplikasi e-commerce yakni berupa aplikasi perbelanjaan online yang ramah terhadap seluruh usia.


Proyek ini telah disiapkan dengan sangat matang dan Asher berharap besar untuk kerja sama kali ini.


Sambil menatap ke luar jendela, Asher memikirkan berbagai rencana kedepannya setelah perilisan aplikasi tersebut.


Tidak butuh waktu lama, pria itu tiba di perusahaan miliknya.


Kehadiran nya selalu menjadi pusat perhatian. Tetapi kali ini ada masalah besar yang sedang melanda mereka.


Dari dalam gedung, salah satu direktur kreatif grup Carat Land berlari ke arah Asher dengan wajah acak-acakan dan tampak sangat stress.


"Tuan Presdir ada masalah besar!!" teriak orang itu dengan wajah panik.


"Direktur kreatif Vino, ada apa?" tanya Jack.


"Kalian belum lihat berita!? ini sangat panas, aplikasi kita... aplikasi yang sudah payah kita bangun dicuri oleh perusahaan tuan Jang!!!" ucap orang itu sambil menunjukkan video perilisan aplikasi belanja yang kini sedang menjadi sorotan warga dan media.


Asher menatap video itu sama halnya dengan Jack.


"Tu.. tuan... i.. ini jelas miliki kita, mereka mencurinya!!' ucap Jack dengan wajah syok


Asher terkejut bukan main, ini bukan seperti yang dia inginkan. Bagaimana seharu sebelum perilisan, aplikasi yang sudah mereka kembangkan, mereka rawat dan jaga sampai jadi aplikasi yang hebat malah dicuri oleh perusahaan saingannya.


"Ini... siapa yang berani melakukan ini padaku!!" geram Asher sambil mencengkram kuat ponsel itu.


Semua orang sedang bergunjing, rumor buruk perlahan lahan datang menerpa Asher dan perusahaan yang dia pimpin.


"Rumornya juga sangat buruk tuan, anda dikatakan menjual aplikasi ini pada grup Jang hanya untuk mendapatkan investasi!!" jelas pria itu dengan wajah sedih.


Semua karyawan yang setia padanya tertunduk lesu terutama tim yang mengerjakan proyek besar itu.


"Sialan... sial.. benar benar sialan!!!" geram Asher.


Dia menatap semuanya, mereka sedih dan kecewa karena kejadian ini, padahal semua orang susah berusaha keras untuk melakukan bagian mereka.


"Kalian semua, tenanglah, besok aku akan memberikan kejutan pada kalian!!" ucap Asher dengan tegas.


"Aplikasi ini adalah milik kita, tak akan seorang pun bisa mengambilnya dari tangan kita!!" ucap Asher dengan tegas.


"Vino kau boleh kembali!" uavo Asher sambil memberikan ponsel itu pada Vino, direktur berleher pendek dan berkulit cerah.


Pria yang usianya tak jauh beda dengan Asher itu berjalan pergi dari sana dengan wajah lesu


" Aku tahu siapa pelakunya, " ucap Asher sambil tersenyum sinis menatap Vino yang sudah menghilang.


"Jack, umumkan pada seluruh karyawan kalau peluncuran aplikasi akan dilakukan besok, suruh mereka bersabar dan menantikan kejutan untuk besok!!" tegas Asher.


"Tapi aplikasinya...


"Tenang saja, aku sudah mempersiapkan diri untuk hal hal seperti itu!" jelas Asher.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗