Loco

Loco
33 Loco : Dokter



Pagi yang cerah, tapi tak secerah hati Dita yang murung. Gadis itu mengurung diri di rumah. Sambil menangis dan meratapi nasibnya yang begitu buruk.


Sudah tiga hari dia mengurung diri di dalam apartemennya, hanya memberi kabar pada Aruna dan Asher kalau dia sedang butuh waktu beristirahat dengan tenang, sendirian di dalam rumahnya.


Dita duduk di depan komputer menatap layar lebar itu dengan mata melotot sedangkan tangannya sedang asik mengetik sesuatu di sana. Tiba tiba...


" Bahahahhahaha....... ini akan jadi berita yang sangat menghebohkan saat keluar nanti hahahahha... nantikan saja Caca Benny, pernikahan kalian akan jadi mimpi buruk bwahhahaha..." Dita tertawa sangat keras sampai rahangnya hampir lepas dari mulutnya Karena terlalu lebar membuka mulut.


" Ahh... awhhh.. sakit, rahangnya mau patah arrkhh si..sialan!!!" umpat gadis itu sambil mengusap rahangnya yang terasa sangat sakit karena tertawa begitu lebar.


Dita menatap layar komputer nya. Video panas Benny dan Caca ternyata tersimpan di kamera itu, serta rekaman pembicaraan mereka.


Dita akan mengambil tindakan paling ngeri untuk membuat malu keduanya.


Tangannya menari nari di atas papan ketik sambil tertawa cekikikan membayangkan wajah keduanya saat berita itu muncul di artikel berita.


"Aku tak sabar menantikan wajah malu kalian, hihihi... lihat saja, Caca dan Benny akan ku lakukan apapun untuk membalas kalian mimpi buruk kalian dimulai sejak kalian bermain curang di belakangku!!" geram Dita dengan mata berapi-api.


Tiba tiba...


kruuuukkkkk...


Pretth... pesshhh...


Suara kentut yang menggelegar berbunyi keras dengan aroma yang begitu bau.


" Heemmm.. haaahhh... Aroma kesuksesan!!" celetuk gadis itu sambil menaruh tangan bekas kentutnya ke hidung. menghirupnya dan tertawa cekikikan.


" Arrkhhh... perutku sakit, kebanyakan minum soda arrkhh... ya Tuhan aku ini benar benar seperti gembel!!!" Dita mengusap wajahnya yang acak acakan, bau busuk, tak mandi selama tiga hari. Rambutnya sudah bercampur dengan makanan dan Wajahnya seperti boneka lusuh Ryan yang tidak pernah dicuci sejak dia terima.


Dita merangkak di atas lantai dengan barang barang yang berserakan. Gadis bar bar nan gila itu merangkak menuju toilet dan membuang semua yang perlu di buang di sana.


Dalam waktu dua hari, Dita tak lagi melihat berita tentang gadis di dark web yang di posting oleh Benny dan Caca, dia tidak menemukan satu beritapun bahkan jejak dark web itu tak muncul lagi.


Sepertinya seseorang telah menghapusnya, dan Dita penasaran siapa yang bisa melakukan hal itu dalam waktu yang sangat cepat.


Tak ada lagi wajahnya yang diblur dan foto candid dirinya mengganti pakaian, semuanya telah di hapus dari darkweb tersebut.


Dita menggaruk garuk kepalanya," Arrkhhhh aku merindukan bayiku.... Arkhh Regard Mama kangen kamu sayang, Mama lagi nyantet orang d sini," Celetuk Dita sambil meregangkan tubuhnya.


Selesai membersihkan diri dia membereskan rumahnya yang sudah seperti kapal pecah. Sangat berantakan, mungkin tikus tikus sudah beranak cucu di dalam rumah gadis itu.


Dalam waktu satu jam dia membereskan semuanya, lelah memang tapi dia harus membersihkan nya karena mulai saat ini dia akan sering membawa bayi kecil ke rumah itu.


"Huffthhh... bersih juga, harum dan nyaman, anakku pasti senang main di sini!!" gumam Dita.


Hingga suara pintu yang terbuka membuatnya menoleh, seseorang masuk ke dalam rumah itu .


" Bababababba.... Bababababba...."


"Regard!???" Dita terbelalak saat mendengar suara si kecil Regard yang begitu menggemaskan.


Asher datang bersama Aruna, Jack dan si kecil Regard.


"Mak lampir kenapa kau tak jawab panggilanku!? " ketus Asher sambil membawa masuk barang barang Regard.


Aruna dibantu oleh Jack yang di minta Asher untuk membawa semua barang Aruna ke rumah Dita.


" Ya maaf, " ucap Dita.


" Runa, Regard, selamat datang di rumah!!" seru Dita sambil menyambut mereka.


Aruna terperangah, rumah itu baru pertama kali dia lihat. Dia menatap Dita dengan mata membulat sempurna, tak tahu kalau sahabatnya punya rumah sebesar ini.


Dita tersenyum," Rumahku, dan jadi rumah kamu juga, mulai hari ini kamu tinggal di sini!!" ucap Dita.


"Ruma kamu? bagaimana bisa Dita? Jangan bercanda, kamu masuk ke rumah orang ya?!" tanya Aruna heran.


" Hahaha... nggak loh Aruna. ini benar benar rumahku, aku memiliki lisensi dokter bedah, sahabat mu ini seorang dokter!" ucap Dita sambil tersenyum menggendong si kecil Regard.


" Dokter!??" Asher terbelalak. Dia sangat terkejut mendengar ucapan Dita, jadi gurauan Dita saat mabuk hari itu bukan bohongan, ternyata dia benar benar seorang dokter.


" Dit...jangan bercanda deh, kamu!? Dokter!?" Asher tak percaya, dia menatap penampilan Dita dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Mana ada dokter penampilannya se sederhana ini. Sekolot Dita dan serampangan seperti Dita.


"Siapa yang bercanda, aku tidak berbohong, aku memiliki lisensi dokter, dan bergabung dalam tim relawan militer, tidak praktek di sini tapi praktek di lapangan!" jelas Dita.


Semakin terkejutlah Asher, Aruna bahkan Jack yang baru masuk membawa barang Aruna.


Dita tidak menunjukkan dirinya pada orang orang, tetapi siapa pun pasti tau namanya meski tak kenal wajahnya.


"Ka... Kau... apa kau dokter relawan termuda yang di kirim ke Pangkalan militer Amerika tujuh tahun lalu!!" Jack bertanya.


Dita mengangguk " Bagaimana kau tahu?" tanya Dita.


" Wah... hahahha... Wahhh.. kau.. kenapa kau tidak bilang!? Audrey Luther, nama itu dikenal semua orang tapi tak ada yang tahu wajahnya, hahaha.. jadi itu kau!!!??" Jack langsung mendekati nya dan menjabat tangan gadis itu dengan mata berbinar-binar.


Tak bisa dia percaya kalau dia bertemu dengan salah satu idolanya di sini.


Jack sudah lama mengidolakan sosok Audrey Luther, yang dikenal sebagai putri tuan Luther yang fenomenal. Dia banyak mencari tahu tentang Dita, tapi karena Dita menggunakan nama tengahnya saja bahkan ketika di universitas, dia menjadi sulit dilacak.


" Bagaimana aku bisa percaya!? " Tanya Asher dengan sinis.


" Kau lihat saja beberapa hari lagi!?" Celetuk Dita sambil mengedip sebelah matanya.


Mendengar hal itu, tak heran jika Dita memiliki semua akses di rumah sakit, tinggal di tempat mewah, membelikan kebutuhan bayi tanpa batas dan tidak takut kekurangan uang.


Jelas sekali dia adalah gadis dengan karir yang bagus.


Aruna terdiam, dia menatap Dita. lalu melihat ke dirinya " Dita dan diriku benar benar berbeda, dia jauh.. dia sangat jauh..." batin Aruna yang merasa minder dengan dirinya.


Asher menangkap raut wajah gadis itu, jelas sekali dia tahu kalau Aruna merasa rendah diri.


Dengan langkah lebar dia menarik Dita," Bicara dengan temanmu, perhatikan dia!" bisik Asher sambil mengambil Regard dari pangkuan Dita.


Dita menatap Asher lalu beralih pada Aruna sahabatnya.


" Aruna, sini aku mau menjelaskan semuanya pada kalian,supaya tidak ada salah paham!" ujar Dita.


Mereka tentu saja penasaran dengan sosok Dita sebenarnya. Semuanya duduk tenang dan mendengar penjelasan Dita, gadis itu telah memulai rencana balas dendam nya pada Caca dan Benny dengan mulai terbuka terkait identitasnya yang dia sembunyikan selama bertahun-tahun.


Dita, hidup menggunakan nama tengahnya, sehingga tak banyak yang tahu kalau dia adalah orang yang sama dengan orang yang sering di bahas di dunia bisnis bahkan dunia kedokteran.


Asher bahkan dibuat terperangah, Karena selama ini dia ternyata mempekerjakan salah satu aset negara yang berharga.


"Wahh untung gede nih, rejeki anak Soleh, dapat partner dokter terbaik!" batin Asher menatap Dita dengan seringai liciknya.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗